Whatsapp Share Like
Simpan

Bayi setelah lahir disarankan untuk diberikan vaksin atau imunisasi yang berguna untuk meningkatkan kekuatan antibodinya. Tubuhnya yang masih sangat rentan terhadap berbagai penyakit membutuhkan imunisasi sebagai perlindungan. Namun, tidak semua orang tua memberikan imunisasi pada anaknya karena beberapa alasan tertentu. Salah satunya adalah efek imunisasi membuat anak demam dan menjadi rewel.

Imunisasi merupakan salah satu cara yang untuk memberikan perlindungan tambahan terhadap penyakit pada si Kecil. Gunanya untuk memberikan perlindungan alami pada tubuh, karena bayi yang baru lahir antibodinya masih lemah. Imunisasi atau vaksin dilakukan dengan cara disuntikkan pada tubuh si Kecil.

Selanjutnya, ketika imunisasi dilakukan, maka tubuh si Kecil akan merespon dengan cara yang sama ketika ada penyakit yang masuk ke tubuhnya. Nantinya imunisasi akan berguna untuk mencegah penyakit itu datang kembali.

Mengapa bayi demam?

Bayi merespon zat yang masuk di tubuhnya dengan caranya masing-masing, salah satunya adalah munculnya rasa nyeri, gatal, dan demam setelah dilakukan imunisasi. Kondisi tersebut menunjukkan tubuh si Kecil sedang membuat sistem imun yang baru sehingga akan meningkatkan suhu tubuh si Kecil. Imunisasi dilakukan dengan memasukan vaksin penyakit tertentu yang sudah jinak. Kemudian tubuh si Kecil merespon seperti terkena penyakit tersebut namun tidak menunjukkan gejala penyakit tersebut.

Tidak semua imunisasi memberikan efek yang sama pada tubuh bayi. Biasanya imunisasi campak dan DPT (dipteri, pertussis, dan tetanus) memiliki efek demam. Selain itu, Ibu perlu ketahui bahwa tidak semua bayi memberikan respon yang sama terhadap jenis imunisasi tertentu. Bisa jadi si Kecil tidak merespon dengan demam.

Artikel Sejenis

Apakah hal itu normal?

Untuk si Kecil yang demam setelah imunisasi hal itu adalah wajar terjadi. Ibu tidak perlu terlalu khawatir jika menemui si Kecil demam. Suhu tubuhnya akan menurun seiring dengan adaptasi imun tubuh si Kecil. Biasanya suhu si Kecil akan naik diatas 37,5 derajat celcius setelah diimunisasi. Beberapa kasus menunjukkan bayi yang diberikan ASI eksklusif lebih sedikit mengalami demam daripada bayi yang menerima susu pertumbuhan.

Bagaimana cara mengatasinya?

Ibu jangan panik jika si Kecil demam, untuk bayi yang diberikan ASI eksklusif biasanya akan lebih cepat pulih karena kandungan pada ASI yang dapat memperkuat sistem imunitas tubuh. Hal ini dikarenakan selain ASI memiliki zat untuk mengurangi peradangan, menyusui juga memberikan rasa nyaman kepada si Kecil. Sehingga secara psikologis si Kecil akan merasa lebih tenang dan nyaman di pelukan Ibu.

Selain itu, Ibu bisa membantu menurunkan demam si Kecil dengan mengompres menggunakan air hangat. Letakkan di lengan atau paha tempat suntikan imunisasi. Air hangat dimaksudkan untuk mengurangi rasa nyeri di bagian suntikan yang membuat si Kecil merasa tidak nyaman dan menjadi rewel. Jika suhu mulai mencapai 38,5 derajat celcius, segera berikan paracetamol yang terlebih dahulu dikonsultasikan pada tenaga medis.

Ibu bisa juga memberikan pijatan lembut untuk si Kecil supaya peredaran darahnya lancar. Pastikan untuk memberikan minum yang cukup dan perbanyak untuk istirahat. Ibu juga perlu terus memantau suhu tubuh si Kecil dari waktu ke waktu. Sebaiknya ukur suhu tubuh si Kecil setiap 2 jam sekali dengan menggunakan termometer digital.

Berikan si Kecil baju yang nyaman dan tidak tebal supaya si Kecil merasa lebih nyaman. Hindarilah memberikan selimut yang terlalu tebal karena malah membuat si Kecil kepanasan dan tidak nyaman. Ibu bisa mengatur suhu ruangan 25 – 26 derajat.

Jaga kondisi kesehatan Ibu melalui asupan makanan. ASI yang berkualitas juga berasal dari asupan makanan ibu yang sehat. Pastikan ibu untuk selalu menjaga kesehatan agar bisa mengurus si Kecil dengan baik.

Kapan Ibu perlu waspada?

Ibu perlu waspada jika demam tidak kunjung berhenti, suhu tubuh semakin tinggi, si Kecil menangis dalam waktu yang lama dalam satu waktu, lesu, tidak ingin minum, dan kejang. Segera bawa si Kecil ke petugas medis untuk diberikan penanganan. Banyak kemungkinan yang terjadi sebagai penyebab kondisi tersebut. Pemeriksaan lebih detail akan melihat apa penyebab gejala yang dialami oleh si Kecil tersebut. Jika Ibu mengalami kondisi ini, sebaiknya berusaha tetap tenang supaya si Kecil juga tidak semakin rewel.

Pada dasarnya imunisasi diberikan kepada si Kecil sebagai upaya untuk mengurangi kesempatan terjangkit penyakit sekaligus menularkan penyakit ke anak lainnya. Saat ini pemerintah terus mendorong supaya bayi diberikan imunisasi yang tepat sesuai dengan usianya. Diharapkan dengan meratanya imunisasi dapat meningkatkan kualitas kesehatan bayi di Indonesia.