Whatsapp Share Like
Simpan

Proses tumbuh kembang si Kecil menghasilkan banyak perubahan menakjubkan yang akan membuat Ibu kagum. Baik itu perkembangan fisik, motorik, sensorik, kognisi, komunikasi, dan psikologis. Terkhusus untuk perubahan psikologis, di usia 7-12 bulan, si Kecil sudah mulai mengenal rasa malu dan takut. Perkembangannya cukup cepat karena si Kecil tidak sekadar bisa mengekspresikan rasa senang, sedih, dan marahnya saja.

Ketika perasaan barunya muncul, mungkin Ibu akan mulai kebingungan. Si Kecil yang pada bulan-bulan awal bisa berada di antara beragam orang dengan rasa tenang kini sudah mulai menunjukkan rasa takutnya. Namun, di sisi lain si Kecil menjadi anak yang lebih manja karena tidak ingin ditinggal oleh Ibu walau dalam waktu yang singkat. Ini merupakan hal yang sudah sewajarnya terjadi. Oleh karena itu jangan terlalu diambil pusing jika banyak yang mengatakan si Kecil pemalu karena terlalu dimanjakan.

Kecemasan

Rasa cemas merupakan salah satu pencapaian penting dalam perkembangan emosi si Kecil. Ini merupakan tonggak emosional pertama yang dicapai si Kecil. Si Kecil akan sangat bergantung kepada Ibu dan menunjukkan ketakutannya ketika ditinggalkan. Inilah awal mula si Kecil mengenal Ibunya. Dia tahu bahwa ada hal yang unik dan permanen, begitupun dengan seorang Ibu. Hanya ada satu Ibu dan itulah Ibu sehingga si Kecil tidak akan mau ditinggal barang sebentar pun.

Ketika Ibu di luar pandangan si Kecil, dia akan mengetahui bahwa Ibu sedang berada jauh darinya. Ketidaktahuan kapan Ibu akan kembalilah yang akan menimbulkan rasa cemas. Si Kecil sudah mampu mengatakan ‘tidak’ ketika Ibu sudah berniat untuk meninggalkannya. Si Kecil pun mungkin saja akan tantrum jika permintaannya tidak dituruti. Selain itu, rasa takut kehilangan Ibu ditunjukkan dari rasa cemburunya ketika Ibu berdekatan dengan anak kecil lain.

Berbeda dengan rasa ingin dekatnya dengan Ibu, di usia 7-12 bulan, si Kecil akan menunjukkan rasa takut dan malunya jika bertemu dengan orang asing. Si Kecil pun mulai takut dengan hal-hal yang bersuara keras, mengejutkan, dan gelap.

Namun, seiring berjalannya waktu, si Kecil pastinya akan berubah. Dia akan merasa lebih aman, lebih mudah bertemu dengan orang asing, dan menurut jika akan ditinggalkan oleh Ibu. Untuk mencapai hasil seperti ini, Ibu perlu melakukan beberapa cara untuk melatih dan membiasakan dirinya.

Yang Bisa Ibu Lakukan

Kecemasan yang dialami si Kecil tidak akan berlangsung lama. Banyak hal yang bisa Ibu lakukan untuk mengurangi rasa cemasnya. Selain itu, latihan yang Ibu berikan akan membiasakan si Kecil agar bisa bersosialisasi dan melakukan sesuatu dengan dirinya sendiri.

  1. Beri si Kecil sesi latihan perpisahan yang singkat. Dalam latihan ini biarkan si Kecil yang memulai dulu. Apabila si Kecil merangkak menjauhi Ibu atau pergi ke ruangan lain, jangan langsung mengikutinya. Ibu bisa menunggu satu sampai dua menit sampai si Kecil terbiasa sendiri.
  2. Apabila Ibu ingin meninggalkan si Kecil, disarankan untuk memberitahukan dan menanamkan kepada si Kecil bahwa Ibu pergi dan akan kembali. Berikan pengalaman perpisahan secara singkat dan manis serta jangan merasa bersalah untuk meninggalkan. Minta juga kepada pengasuh untuk mengalihkan perhatiannya. Biasakan kegiatan ini saat Ibu ingin bepergian terutama jika ingin bekerja. Teleponlah si Kecil sesekali untuk memberi pengertian bahwa walaupun Ibu sedang tidak bersamanya, tidak ada hal buruk dan semua baik-baik saja.
  3. Kenalkan si Kecil kepada pengasuh atau kerabat sedini mungkin. Ajak dia mengunjungi orang-orang terdekat atau bermain bersama bayi-bayi lain.
  4. Tetap temani si Kecil walaupun dia sedang berada bersama orang lain. Begitupun ketika Ibu menitipkannya di pusat penitipan anak. Jangan sekadar mengantarkan dan pergi. Sebaiknya habiskan beberapa menit bermain dengannya di lingkungan baru sebelum Ibu meninggalkannya.
  5. Jika yang ditakutkan si Kecil adalah suara keras, suara gemuruh, atau gelap, di awal jauhkan dulu dia dari penyebab ketakutannya. Setelah itu mulailah untuk memunculkan suara tersebut di dekatnya sambil terus dihibur dan diyakinkan. Jika Ibu meyakinkannya setiap kali dia mendengar suara tersebut, rasa takutnya akan berangsur-angsur mereda.

Dari setiap perubahan emosi yang dialami si Kecil di usianya yang akan menginjak setahun, satu yang perlu Ibu ingat bahwa tangisannya tidak akan berlangsung lama. Jika si Kecil diberi latihan, dibujuk dan diyakinkan, maka dia pun akan mengerti dan dapat melakukan hal yang diinginkannya sendiri. Bayi mempunyai daya tangkap yang luar biasa terhadap berbagai hal yang ada di sekitarnya. Ibu, mari persiapkan si Kecil agar bisa bergabung dengan dunia luar.