Whatsapp Share Like
Simpan

Jika bayi di dalam kandungan mendapatkan kekebalan tubuh alami dari Ibu, maka bayi yang baru lahir memproduksi sendiri kekebalan tubuhnya. Lingkungan luar sangat berbeda dengan yang ada di dalam rahim. Paparan udara bebas, kelembapan, cuaca, dan lain sebagainya bisa menimbulkan penyakit. Ibu yang mengharapkan bayinya tumbuh dengan sehat, kuat, dan pintar secara alami pun akan dibuat kecewa apabila tidak memberikan perawatan yang sesuai. Kekebalan tubuh bisa didapatkan si Kecil dari air susu Ibu yang dikonsumsinya. Namun ada beberapa jenis penyakit yang tidak akan mati dilawan oleh sistem kekebalan tubuh alami bayi. Oleh karena itu bayi yang baru lahir dianjurkan untuk segera mendapatkan vaksin dasar. Vaksin dasar diberikan agar si Kecil lebih siap dan tahan menghadapi lingkungan barunya setelah lahir.

Untuk itu imunisasi ada dan dianjurkan kepada setiap bayi. Dokter atau bidan akan memberikan vaksin yang mencegah si Kecil terserang penyakit berbahaya bukan hanya pada saat anak-anak, namun juga ketika dia sudah tumbuh dewasa. Berikut merupakan penyakit yang akan dicegah perkembangannya dengan pemberian vaksin.

Hepatitis B

Hepatitis B adalah infeksi hati kronis dan menular yang disebabkan oleh virus hepatitis B (VHB). Virus hepatitis B biasanya ditularkan melalui darah, air mani, atau cairan tubuh lainnya yang terkontaminasi virus dari satu orang ke orang lainnya. Jika didiagnosis positif hepatitis B bisa jadi Ibu membawa virus hepatitis B dalam tubuh sepanjang hidup dan bisa ditularkan kepada bayi. Oleh karena itu pada bayi baru lahir, virus ini biasanya ditularkan melalui persalinan Ibu yang terinfeksi virus hepatitis B. Walaupun ada 30-40 persen kemungkinan risiko tertular dari orang yang sama sekali tidak memiliki faktor infeksi.

Untuk mencegah penyakit ini secara dini, bayi perlu diberi vaksin HB 12 jam setelah kelahiran. 30 menit sebelum pemberian vaksin, bayi terlebih dahulu disuntik vitamin K1. Bayi yang lahir dari Ibu positif hepatitis B diberikan vaksin HB sekaligus imunoglobin hepatitis B (HBIg) pada tingkatan yang berbeda.

Polio

Polio atau poliomyelitis adalah penyakit infeksi virus yang menyerang sistem saraf dan sangat menular. Polio dengan tingkatan yang sudah parah bisa menyebabkan kesulitan bernapas, kelumpuhan, bahkan kematian. Polio dibagi menjadi tiga kelompok yakni polio non-paralisis yang tidak menimbulkan kelumpuhan, polio paralisis yang menyebabkan kelumpuhan, dan merupakan tingkatan paling parah serta sindrom pascapolio yang menyerang penderita polio setelah 30-40 tahun setelahnya.

Artikel Sejenis

Pencegahan virus ini dilakukan dengan memberi vaksin polio. Vaksin pertama diberikan langsung setelah bayi dilahirkan. Ada dua jenis vaksin diberikan pada bayi yakni vaksin polio oral atau oral polio vaccine (OPV) dan vaksin polio suntik atau inactivated polio vaccine (IPV).

Tuberkulosis

Mycobacterium tuberculosis penyebab TBC biasanya disebarkan melalui udara. Bayi yang berdekatan dengan pengidap TBC mempunyai risiko besar terkena TBC. Gejala TBC pada bayi berbeda dengan yang dialami orang dewasa. Bayi dengan TBC biasanya akan demam selama 1-2 bulan. Suhu demam hanya sekitar 37,8°C-38°C dan hilang timbul sehingga membingungkan Ibu. Berikan vaksin BCG atau Bacillus Calmette–Guérin sebelum bayi menginjak 3 bulan.

Difteri, Tetanus, dan Pertusis

Difteri disebabkan oleh infeksi bakteri Corynebacterium diphtheriae. Difteri dapat menyebabkan hambatan jalur napas di tenggorokan yang mengakibatkan gangguan saluran pernapasan. Bakteri ini menular ke bayi melalui kontak fisik dengan penderita difteri, benda yang terkontaminasi bakteri atau percikan ludah dari batuk dan bersin yang tidak sengaja terhirup.

Tetanus disebabkan oleh bakteri Clostridium tetani. Bakteri ini banyak ditemukan di tanah atau kotoran yang biasanya tertular melalui luka terbuka. Bakteri yang masuk akan mengeluarkan racun dan akhirnya menyerang saraf. Gejala yang ditimbulkan adalah tegang atau kaku pada otot, sulit menelan, dan sulit bernapas.

Sementara pertusis atau batuk rejan adalah infeksi bakteri pada paru-paru dan saluran pernapasan. Penyakit ini dapat menimbulkan komplikasi serius pada bayi jika tidak ditangani dengan baik. Gejalanya ditunjukkan dengan batuk pilek ketika bayi mengambil napas yang dalam.

Ketiga penyakit ini mempunyai vaksin yang sama yakni vaksin DTP yang paling cepat diberikan pada 6 minggu usia si Kecil. Vaksin ini pun biasa dikombinasikan dengan vaksin lainnya.

Diare

Diare merupakan penyebab kematian kedua terbesar bagi anak-anak di Indonesia. Ibu biasanya mengobati diare seadanya. Namun ternyata, bayi yang diare disebabkan oleh rotavirus. Rotavirus akan merusak usus sehingga makanan sulit diserap. Dan ternyata diare mempunyai vaksin untuk mencegahnya yaitu vaksin rotavirus yang bisa diberikan untuk pertama kali di usia bayi 6 minggu.

Dengan mengetahui jenis penyakit ini, diharapkan Ibu untuk lebih memperhatikan kesehatan dan mematuhi jadwal imunisasi si Kecil. Karena mencegah lebih baik daripada mengobati.