Whatsapp Share Like
Simpan

Buang air besar (BAB) merupakan cara tubuh untuk membersihkan sisa-sisa makanan yang berada pada usus besar. Gangguan BAB akan menyebabkan rasa kurang nyaman pada perut. Selain itu, BAB yang keras akan melukai anus sehingga ada risiko berak berdarah.

Pada bayi berusia 2 bulan, gangguan pencernaan perlu diwaspadai. Ibu tidak dapat menganggap remeh gangguan BAB pada si Kecil karena pada kondisi tertentu, gangguan BAB bisa menjadi indikasi dari penyakit serius yang lain. Ibu perlu mengetahui tanda-tanda dan penyebab si Kecil mengalami susah BAB.

Gangguan BAB biasanya dicirikan dengan si Kecil BAB lebih jarang daripada biasanya. Gangguan pencernaan terlihat ketika bayi tidak BAB kurang dari 2 kali seminggu. Selain itu, kotoran yang dikeluarkan si Kecil cenderung lebih padat daripada biasanya dan ia terlihat kesakitan ketika harus mengeluarkan kotoran. Pada kondisi yang lebih parah, karena kotoran yang dikeluarkan terlalu keras dapat menyebabkan terlukanya dinding rectum sehingga akan ada bercak darah.

Pada kondisi medis tertentu, susah BAB pada bayi dapat terjadi karena ada kelainan organ saluran cerna sejak lahir, alergi susu, penyakit celiac, kadar kalsium yang terlalu tinggi, hipertiroid, dan kelainan sumsum tulang belakang. Ibu tidak perlu terlampau khawatir, saat ini mari kita ketahui dulu cara untuk mengatasi susah BAB pada si Kecil.

Cara Mengatasi Susah BAB

  • Hindari si Kecil dari dehidrasi
    Si Kecil pada usia 2 bulan perlu cukup minum untuk memenuhi kebutuhan metabolisme tubuhnya selama ia dalam masa perkembangan. Dengan meminum ASI yang cukup dapat melancarkan pencernaan si Kecil. Berilah ASI setiap 2 jam sekali kepada si Kecil. Kekurangan cairan pada si Kecil biasanya disebabkan oleh si Kecil sedang mulai tumbuh gigi susu, serta adanya sariawan yang membuat si Kecil tidak ingin minum ASI. Selain itu kondisi tubuh yang kurang fit seperti si Kecil sedang pilek, infeksi telinga dan tenggorokan dapat menyebabkan si Kecil tidak ingin minum dan mengakibatkan dehidrasi.
  • Mandi dengan air hangat
    Air hangat mampu membuat rileks syaraf dan saluran pencernaan. Hal ini akan membantu melancarkan organ pencernaan untuk mengeluarkan kotoran dengan lebih mulus, sehingga si Kecil tidak perlu tersiksa ketika harus BAB.
  • Ganti susu pertumbuhan
    Susu pertumbuhan lebih susah untuk dicerna pada tubuh bayi dibandingkan dengan ASI. Namun, bagi bayi dengan kondisi tertentu yang memerlukan susu pertumbuhan, sebaiknya memastikan dahulu apakah susu pertumbuhan tersebut cocok untuk pencernaan si Kecil. Jika setelah minum menimbulkan gangguan pencernaan, sebaiknya menggantinya dengan susu pertumbuhan yang lain serta berkonsultasilah dengan tenaga medis untuk pemilihan susu yang lebih aman.
  • Memijat perut
    Ketika si Kecil susah BAB, Ibu bisa melakukan pemijatan sederhana untuk membantu pencernaan si Kecil supaya lebih mudah mengeluarkan kotoran. Caranya dengan memijat bawah pusar si Kecil, menggunakan tiga jari dari pusar dengan lembut memijat dengan arah pijatan melingkar dari tengah ke luar. Ibu bisa menggunakan minyak telon ketika memijat si Kecil.
  • Membuat si Kecil aktif bergerak
    Si Kecil yang aktif bergerak akan lebih banyak terhindar dari masalah susah BAB. Aktivitas fisik bayi usia 2 bulan bisa ditingkatkan dengan cara mengajaknya untuk menggerakkan kaki seperti mengayuh. Dengan membuat tubuh aktif akan membantu organ pencernaan untuk mendorong kotoran pada usus besar, sehingga bisa lebih mudah keluar.
  • Menggunakan minyak samin
    Ibu bisa menggunakan minyak samin untuk membuat si Kecil lebih mudah untuk BAB. Caranya dengan membekukan minyak samin, kemudian Ibu bisa memasukkan minyak samin yang beku tersebut kedalam lubang rectum si Kecil. Jangan terlalu besar ya, cukup bulatan kecil saja. Nantinya ketika mencair, minyak samin tersebut akan membantu kotoran untuk keluar dengan lebih mulus.


Nah itulah beberapa cara untuk mengatasi sembelit pada si Kecil. Biasanya si Kecil akan semakin rewel ketika dirinya sedang merasa tidak nyaman dengan kondisi tubuhnya. Ibu perlu peka terhadap kondisi si Kecil, dengan memeriksa setiap perkembangan yang terjadi pada si Kecil. Jika si Kecil mengalami susah BAB selama lebih dari 2 minggu, bisa mengindikasikan ada gangguan kesehatan yang lebih serius.

Artikel Sejenis

Jika si Kecil mengalami susah BAB dan diikuti dengan beberapa gejala seperti muntah, demam, berat badan semakin menurun, berak darah, benjolan di anus maka ibu harus segera membawa si Kecil ke petugas medis untuk mendapatkan penanganan khusus. Jangan biarkan setiap gangguan pada si Kecil menunggu parah, sebisa dan sedini mungkin Ibu sudah harus cepat tanggap ketika si Kecil mengalami gangguan kesehatan.