Whatsapp Share Like
Simpan

Tidak jarang anak laki-laki yang dekat dengan Ibunya dijuluki sebagai “anak mama” atau “anak mami”. Banyak yang beranggapan bahwa anak mama biasanya identik dengan anak manja, namun anggapan tersebut tidak benar lho Bu. Anak yang dekat dengan Ibunya justru memiliki berbagai kelebihan dibandingkan dengan anak yang memiliki hubungan yang kurang baik dengan si Ibu. Lalu kelebihan apa saja yang bisa dilihat dari si Kecil yang dengan dengan Ibu? Simak penjelasan berikut ini yuk!

Dekat dengan Ibu membuat si Kecil menjadi lebih cerdas secara emosi dan berempati

Si Kecil yang dekat dengan Ibu pada umumnya lebih mudah mengenali perubahan emosi dan rasa tidak nyaman yang terjadi pada dirinya. Ketika dekat dengan Ibu, si Kecil akan merasa nyaman dan aman, begitupun sebaliknya ketika si Kecil berjauhan dengan Ibu akan merasakan perasaan tidak nyaman.

Si Kecil juga belajar banyak reaksi dan emosi ketika berinteraksi dengan Ibu karena Ibu cenderung memiliki ekspresi emosi yang lebih banyak dibanding dengan Ayah. Terlebih ketika si Kecil memasuki usia 6 tahun dimana kecerdasan emosinya sudah lebih baik dibandingkan dengan usia sebelumnya. Si Kecil pun akan lebih pandai mengenali perubahan emosi dari orang-orang di sekitarnya sehingga ia menjadi tau bagaimana berempati dan menempatkan posisinya.

Memiliki kemampuan kognitif yang lebih baik

Intensitas interaksi si Kecil dengan Ibu ternyata tidak hanya bermanfaat bagi kecerdasan emosi si Kecil. Si Kecil yang dekat dan banyak menghabiskan waktu dengan Ibu memiliki kecerdasan kognitif yang tinggi. Sebuah penelitian di New York dengan 400 responden anak sekolah menengah mengungkapkan bahwa anak yang dekat dengan Ibunya memiliki nilai akademik yang lebih tinggi dibandingkan dengan mereka yang kurang dekat dengan Ibu.

Interaksi yang terbangun antara Ibu dan si Kecil di usia 6 tahun biasanya masih seputar belajar dan bermain. Proses tersebutlah yang merangsang otak si Kecil sehingga si Kecil menjadi lebih mudah menyerap berbagai informasi-informasi baru yang menambah pengetahuannya kelak.

Artikel Sejenis

Dekat dengan Ibu menjadikan si Kecil lebih mandiri

Sebagai Ibu, tidak jarang kita menemani si Kecil sambil mengerjakan pekerjaan rumah seperti menyapu, merapikan rak buku, atau melipat baju. Secara tidak langsung otak si Kecil menyerap aktivitas Ibu yang dilihatnya sebagai suatu pengetahuan yang baru.

Melihat aktivitas Ibu di rumah menjadikan si Kecil memahami berbagai tanggung jawab sederhana. Biasanya di usia 5-6 tahun si Kecil sudah bisa menunjukkan reaksi atas apa yang dilihatnya. Tidak jarang si Kecil bisa mengambil makan sendiri ketika melihat Ibu sedang sibuk dengan pekerjaan rumahnya atau si Kecil menjadi lebih rajin merapikan mainannya sendiri tanpa Ibu suruh.

Lebih menghargai orang lain

Anak yang memiliki hubungan baik dengan Ibunya cenderung memiliki sikap yang lebih baik ketika tumbuh menjadi anak yang lebih dewasa. Si Kecil menjadi lebih stabil dalam hal emosi, sehingga lebih bisa menghargai orang lain. Terlebih jika si Kecil dekat dan dididik oleh Ibu yang penuh kasih sayang namun tetap tegas dan tidak memanjakannya.

Kedekatan si Kecil dengan Ibu juga menjadi bukti bahwa kebutuhan akan kasih sayang si Kecil terpenuhi dengan baik. Perhatian dan kasih sayang Ibu merupakan tameng bagi emosi si Kecil yang suka meledak-ledak. Dengan perhatian yang tepat, si Kecil akan lebih mudah untuk mengontrol dirinya sendiri. Dampak positifnya si Kecil tidak suka membuat masalah dengan orang lain sehingga tidak merugikan orang lain.

Tidak ada salahnya jika si Kecil menjadi anak mama yang dekat Ibu, asalkan Ibu tidak memberikan perhatian dan kasih sayang berlebihan yang akan membuat si Kecil menjadi pribadi yang manja. Ibu bisa mulai membiasakan dekat dengan si Kecil di berbagai kesempatan. Di hari libur misalkan, Ibu bisa mengajak si Kecil untuk berkebun bersama atau jalan-jalan di sekitar perumahan.

Untuk mendukung aktivitas si Kecil, berikan nutrisi yang tepat bagi si Kecil seperti Susu Bubuk Pertumbuhan Frisian Flag 456 PRIMANUTRI. Frisian Flag Primanutri memiliki 3 varian rasa Madu, Vanilla dan Cokelat yang lezat. Frisian Flag juga diperkaya dengan Omega 3, Omega 6, Minyak Ikan, Zat Besi serta Asam Sialat dan Sphingomyelin yang tercantum pada label nutrisi untuk mendukung si Kecil menjadi lebih pintar, Vitamin A, C, E, Seng, Selenium, dan Serat Pangan Inulin untuk daya tahan tubuh si Kecil lebih kuat, serta Protein, Kalsium, dan Vitamin D 3 untuk mendukung pertumbuhan tinggi si Kecil. Jangan lupa untuk mengajak Ayah berpartisipasi dalam setiap aktivitas Ibu dan si Kecil ya, karena kasih sayang yang cukup dari kedua orang tua akan membuat si Kecil lebih lengkap sehingga tumbuh kembangnya maksimal.