Whatsapp Share Like
Simpan

Dalam masa pertumbuhannya, si Kecil harus mendapatkan berbagai perhatian yang cukup agar perkembangannya maksimal. Ibu harus memperhatikan semua aspek termasuk apa yang dikonsumsi oleh si Kecil. Usia 1-2 tahun merupakan masa penting untuk pertumbuhan si Kecil. Ibu harus memastikan bahwa asupan nutrisi si Kecil terpenuhi seluruhnya.

Meski demikian, ibu harus tetap waspada dan memperhatikan apakah nutrisi pada si Kecil telah seluruhnya terpenuhi? Jangan sampai si Kecil kekurangan nutrisi dan ibu tidak tahu mengenai hal tersebut. Untuk itu sebaiknya ibu paham tentang berbagai tanda apabila si Kecil kurang nutrisi. Apa saja tandanya? Berikut merupakan 7 tanda anak kurang nutrisi yang bisa disimak.

  1. Perkembangan secara fisik terhambat

    Peran nutrisi pada perkembangan fisik si Kecil sangatlah besar. Apabila si Kecil sehat dan kebutuhan nutrisinya terpenuhi dengan baik maka ia akan mengalami masa pertambahan berat dan tinggi badan dengan normal bahkan cenderung lebih cepat. Namun, jika si Kecil kekurangan nutrisi, biasanya tinggi dan berat badannya tidak ideal.

    Hal ini akan nampak jelas terutama jika si Kecil sedang bersama teman-temannya. Tubuhnya akan terlihat paling kurus dan pendek dibanding yang lain. Ibu sebaiknya mulai waspada apabila tubuh si Kecil terlalu kurus karena hal itu merupakan salah satu tanda kurangnya nutrisi dalam tubuh. Meski tidak semua anak kurus kekurangan nutrisi, namun ada baiknya Ibu mengecek kondisi si Kecil pada dokter.

  2. Menjadi lebih mudah sakit dan sulit sembuh

    Apabila tubuh si Kecil kekurangan nutrisi, ia akan mudah terserang penyakit karena imun tubuhnya rendah. Bahkan, jika ia terkena berbagai penyakit seperti batuk atau pilek, proses penyembuhannya pun menjadi lebih lama. Mengapa demikian? Hal itu disebabkan karena kurangnya vitamin, mineral, serta berbagai zat yang diperlukan tubuh untuk proses penyembuhan.

    Artikel Sejenis

  3. Nafsu makan sangat kurang

    Tanda yang cukup mencolok pada anak kurang nutrisi lainnya yaitu nafsu makan yang sangat rendah. Si Kecil tidak akan tertarik pada makanan jenis apa pun bahkan makanan kesukaannya sekalipun. Hal ini akan membuat tubuhnya menjadi lemas dan tidak bertenaga. Kurangnya nutrisi menyebabkan area pencernaan si Kecil bermasalah sehingga ia menjadi tidak memiliki nafsu makan. Efek domino kemudian akan terjadi jika si Kecil mengalami penurunan nafsu makan seperti kesulitan tidur dalam jangka waktu lama.

  4. Kulit dan rambut menjadi kering

    Kekurangan nutrisi pada si Kecil tentu juga berpengaruh pada kulit dan rambutnya. Kurangnya protein akan membuat kulit si Kecil menjadi pecah-pecah dan kasar. Rambutnya pun akan menjadi kering dan rontok. Apabila hal ini sudah terjadi, maka kekurangan nutrisi yang terjadi pada si Kecil harus segera ditangani dengan sangat serius.

  5. Sulit berkonsentrasi dan fokus

    Tanda lain yang bisa ibu perhatikan adalah si Kecil menjadi sulit berkonsentrasi dan fokus terhadap suatu hal. Otak si Kecil tidak dapat berpikir dengan cerdas dan cepat apabila ia kekurangan nutrisi. Mereka tidak akan menanggapi dengan baik jika diajak berkomunikasi. Sedangkan si Kecil yang nutrisinya tercukupi akan dapat merespon dengan cepat dan biasanya sangat fokus pada hal-hal yang mereka sukai.

  6. Terkena penyakit khusus karena kurang nutrisi

    Ada dua jenis penyakit tertentu yang bisa timbul jika si Kecil kurang nutrisi. Pertama adalah penyakit kwashiorkor, tandanya adalah perut dan kaki membengkak, tubuh lesu, serta rambut menjadi sangat kasar. Kedua adalah penyakit marasmus, tandanya adalah penurunan berat badan yang sangat drastis serta kulit menjadi sangat tipis.

  7. Si Kecil sering rewel dan mudah kedinginan

    Apabila si Kecil mengalami kekurangan nutrisi, biasanya ia menjadi sangat rewel. Nutrisi yang tidak terpenuhi dapat mempengaruhi emosi mereka. Si Kecil akan mudah marah serta menangis terus menerus. Selain itu, tubuh si Kecil akan menjadi lebih mudah kedinginan. Hal ini disebabkan tubuhnya kekurangan asupan lemak dan protein.

Itulah 7 tanda yang menunjukkan bahwa si Kecil ternyata kekurangan nutrisi. Apabila si Kecil mengalami kekurangan nutrisi, ibu bisa segera membawanya ke dokter untuk mendapat penanganan. Selain itu, beberapa upaya juga dapat ibu lakukan sendiri. Ibu harus mulai mengatur pola istirahat si Kecil. Jangan sampai si Kecil tidak mendapatkan tidur cukup dan berkualitas. Berikan tambahan vitamin agar tubuh si Kecil lebih sehat. Ibu juga harus sangat memperhatikan makanan yang masuk ke dalam tubuh si Kecil. Pastikan ibu memberikan berbagai variasi makanan dan minuman sehat. Selama proses pengembalian keseimbangan nutrisi pada si Kecil, ibu harus bersabar dan konsisten setiap hari karena memang membutuhkan waktu yang tidak sebentar.