Whatsapp Share Like
Simpan

Ibu pasti membuat kenyamanan menjadi prioritas utama si Kecil. Salah satunya adalah dengan memberi empeng yang bisa berfungsi untuk mengalihkan perhatian dan membuatnya tetap tenang. Namun ternyata ada pro kontra mengenai hal ini. Ada yang memberi bayi empeng namun ada juga yang anti karena takut akan masalah yang ditimbulkan. Jika Ibu masih bingung akan memberi empeng atau tidak, bisa mempertimbangkannya berdasarkan dampak-dampaknya berikut. Kita mulai dari dampak positif yang bisa diberikan.

Menurunnya Risiko Sudden Infant Death Syndrome (SIDS)

SIDS adalah sindrom kematian mendadak pada bayi yang sama sekali tidak bisa diprediksi. Kematian pada bayi ini umumnya terjadi saat bayi sedang tidur. Ada yang menduga bahwa sindrom ini terjadi karena pernapasan terganggu sehingga bayi kekurangan napas. American Academy of Pediatrics menyatakan bahwa empeng adalah salah satu solusi yang bisa diberikan untuk menurunkan risiko terkena sindrom ini hingga setengahnya. Empeng yang diberikan ketika bayi tidur dipercaya dapat membuka saluran udara lebih lebar sehingga pernapasan bayi tidak terganggu.

Membantu Refleks Mengisap Bayi

Bayi biasanya akan tetap menghisap walaupun sudah kenyang ASI. Namun, Ibu tidak bisa selalu menuruti keinginan tersebut. Oleh karena itu, empeng bisa menjadi alternatif solusi ketika bayi tetap ingin mengisap puting Ibu. Selain itu empeng juga sangat bermanfaat pada bayi prematur dengan refleks hisapnya yang sangat rendah karena perkembangan fisiknya yang kurang sempurna. Gunakan empeng agar bayi prematur bisa berlatih mengisap sebelum dia dihadapkan dengan payudara Ibu.

Membantu Menenangkan Bayi

Imunisasi, tes darah, atau aktivitas luar lain sering sekali menimbulkan kegelisahan dan ketidaknyamanan pada bayi. Namun tentu saja Ibu tidak bisa bebas memberikan ASI secara langsung. Oleh karena itu empeng diperlukan sebagai alat pengalih sementara agar si Kecil tidak rewel. Empeng terkadang cukup ampuh bahkan untuk rasa kurang nyaman yang tidak bisa ditenangkan dengan cara diusap, dihibur dengan nyanyian, atau bercerita.

Fungsi menenangkan lain dari empeng juga dapat dirasakan ketika penerbangan. Empeng akan meredakan sakit telinga saat take off atau mendarat karena bayi dibuat sibuk mengisap dan mengunyah.

Artikel Sejenis

Karena memberikan empeng kepada bayi masih menimbulkan perdebatan, tentu saja ada dampak negatifnya. Dampak negatif ini bisa dirasakan baik dengan pemakaian yang sebentar ataupun terlalu sering. Berikut beberapa dampak negatif penggunaan empeng pada bayi.

Menghambat Proses Menyusui

Pola hisap menggunakan empeng dan puting Ibu terasa sangat berbeda sehingga menyebabkan bingung puting pada bayi. Sebaiknya ajari dulu bayi menyusu dan terbiasa dengan puting Ibu sebelum memberikan empeng. Ini agar empeng tidak memengaruhi minat si Kecil untuk menyusu langsung dari payudara Ibu.

Menghambat Pertumbuhan Gigi

Empeng yang diberikan pada si Kecil sebelum giginya tumbuh justru akan menghambat pertumbuhan giginya. Begitu pun saat si Kecil ingin tumbuh gigi dan merasa gatal pada bagian yang akan muncul gigi tersebut. Si Kecil mungkin akan sering mencari benda dan menggigitinya. Dan kerap kali Ibu memberikan empeng sebagai penggantinya. Apabila diberikan sesekali tidaklah menjadi masalah. Yang menjadi masalah ketika Ibu selalu memberikan empeng sebagai pereda gatalnya. Saat menggigit empeng, gigi yang akan keluar justru malah tertahan dan sulit untuk tumbuh.

Mengandung Kuman

Bisa jadi empeng yang sedang diisap Si Kecil jatuh ke lantai. Usahakan untuk membersihkan dan mensterilkannya terlebih dahulu sebelum diberikan lagi kepada si Kecil. Empeng jatuh yang tidak dibersihkan biasanya mengandung bakteri dan kuman yang akan menyebabkan penyakit pada si Kecil. Bayi memang mempunyai daya tahan tubuh dari vitamin dan nutrisi lain yang dikonsumsinya, namun Ibu juga harus menghindarkan berbagai masalah kesehatan dengan menjaga kebersihannya.

Menimbulkan Masalah pada Telinga

Penggunaan empeng bayi ternyata dapat meningkatkan risiko infeksi telinga. Ini karena volume suara hisapan yang dihasilkan terus menerus. Infeksi tersebut juga disebabkan karena perubahan tekanan antara telinga tengah dan tenggorokan bagian atas ketika bayi mengisap. Dampaknya akan semakin tinggi jika bayi melakukan secara terus menerus.

Menyebabkan Ketergantungan

Terlalu sering memberikan empeng pada bayi menimbulkan ketergantungan. Pada akhirnya, si Kecil hanya bisa ditenangkan saat diberi empeng. Empeng memang memberikan rasa nyaman, namun tidak untuk diberikan setiap waktu. Ini akan terbawa hingga bayi tumbuh besar dan memengaruhi perkembangannya. Anak yang hingga usia besar tetap mengempeng juga akan mengalami masalah dengan rasa percaya dirinya. Bukan hanya dari diri sendiri yang harus tenang hanya dengan adanya empeng, ejekan dari lingkungan luar juga bisa membuatnya tumbuh tidak percaya diri.

Empeng kadang kala mempunyai manfaat, namun juga bisa menimbulkan masalah pada si Kecil. Buat batasan penggunaan empeng pada si Kecil dan disiplin dengan itu. Beri juga si Kecil perawatan dan nutrisi yang cukup agar dampak negatif yang ditimbulkan tidak terlalu berpengaruh padanya. Akhirnya si Kecil bisa tetap tumbuh dengan sehat dan kuat.