Whatsapp Share Like
Simpan

Memasuki usia 5-6 tahun, Anak sudah mulai mengenal kompetisi. Baik kompetisi ketika ia sedang bermain bersama teman-temannya maupun kompetisi lain yang terjadi di lingkungan sekolah atau pendidikannya.

Sebagai Ibu, tentu senang ya melihat anak kita aktif berkompetisi karena bisa menambah pengetahuan dan pengalaman bagi Anak. Namun, perlu Ibu ketahui, ternyata selain mengenal kompetisi sejak dini, Anak juga mengenal perbuatan curang sejak dini lho. Namun di usia pra sekolahnya, Anak cenderung cuek dengan perbuatan curang yang dilakukannya.

Anak yang terbiasa berbuat curang meskipun tidak menganggap perbuatannya serius ternyata bisa menyebabkan masalah yang serius di kemudian hari lho Bu. Bahan ketika memasuki usia 8 tahun dan seterusnya, Anak yang sering berbuat curang bisa dicap “tukang nyontek” atau “si tukang curang” oleh teman-temannya. Hal tersebut tentunya tidak baik untuk tumbuh kembang Anak karena Anak bisa menjadi korban bullying di lingkungan teman-temannya.

Nah Ibu tentunya tidak mau kan Anak tumbuh menjadi anak yang suka berbuat curang dan tidak jujur? Simak tips berikut untuk mencegah Anak berbuat curang yuk!

Berikan contoh yang baik pada Anak

Pendidikan moral pertama Anak berasal dari keluarga. Jika ada anggota keluarga yang berperilaku tidak baik, kemungkinan besar Anak akan meniru perilaku tersebut di kemudian hari. Jadi tidak ada salahnya Ibu melihat kembali di lingkungan keluarga apakah Ibu atau Ayah sering berlaku curang atau tidak.

Hal-hal sederhana seperti tidak mengembalikan uang kembalian yang berlebihan bisa menjadi contoh yang tidak baik lho bagi Anak. Pastikan Ibu dan Ayah memberikan contoh yang baik bagi Anak. Selalu ingat pedoman bahwa Anak merupakan peniru yang baik. Dengan memberi contoh kepada Anak untuk tidak curang maka seiring dengan tumbuh kembangnya, Anak akan mengerti bahwa curang merupakan perbuatan yang tidak baik.

Beritahu Anak, dalam kompetisi tidak selalu menang

Wajar dalam setiap kompetisi yang diikuti, Anak berambisi untuk menang. Namun bukan hal yang baik jika kemenangan Anak diperoleh dengan cara curang. Ibu bisa mulai menanamkan pada Anak bahwa di setiap kompetisi pasti ada yang menang dan yang kalah. Jika Anak kalah dalam satu kompetisi Ibu bisa memberikan pengertian bahwa ia masih bisa mencoba di kompetisi lainnya.

Konsep menang dengan cara curang merupakan perbuatan yang tidak baik juga perlu Ibu tanamkan sejak dini. Beritahu Anak bahwa Ibu tidak bangga jika Anak memperoleh kemenangan dengan cara curang. Dengan begitu Anak akan berusaha untuk tidak berbuat curang di setiap kompetisi yang diikutinya.

Ajarkan Anak untuk menerima kekalahan

Kalah dalam kompetisi tentu menjadi hal yang menyedihkan, terlebih jika kekalahan terjadi pada kompetisi pertama yang diikuti oleh Anak. Namun Ibu tidak perlu ikut bersedih, sebagai Ibu yang cerdas, sebaiknya Ibu memberikan pengertian dan semangat pada Anak.

Ketika mengalami kekalahan, Anak akan merasa sedih dan cenderung murung. Berikan pengertian bahwa kalah bukanlah akhir dari semua kompetisi. Masih banyak kompetisi yang bisa diikuti oleh Anak. Ibu juga perlu memberikan semangat pada Anak dengan tetap membimbing dan mengasah keterampilan Anak agar di kompetisi selanjutnya Anak bisa memperoleh kemenangan tanpa berbuat curang.

Ibu bisa menerapkan cara-cara di atas untuk mendidik Anak agar tidak mudah berbuat curang dan pantang menyerah. Bila perlu Ibu juga bisa memberikan contoh dari kehidupan nyata kegagalan para ilmuwan seperti Einstein, Alexander Graham Bell sebelum akhirnya berhasil menjadi ilmuwan.

Untuk mendukung prose belajar Anak, jangan lupa untuk memberikan gizi yang seimbang serta nutrisi tambahan yang tepat seperti Susu Bubuk Pertumbuhan Frisian Flag 456 Primanutri. Frisian Flag 456 Primanutri memiliki 3 varian rasa Madu, Vanilla, dan Cokelat yang lezat dan tentunya disukai oleh Anak.

Frisian Flag 456 Primanutri juga diperkaya dengan Omega 3, Omega 6, Minyak Ikan, Zat Besi serta Asam Sialat dan Sphingomyelin seperti yang tercantum pada label nutrisi untuk mendukung Anak semakin pintar, Vitamin A, C, E, Seng, Selenium serta Serat Pangan Inulin untuk Anak semakin kuat, serta Protein, Kalsium dan Vitamin D3 untuk Anak semakin tinggi. Selalu berikan yang terbaik untuk Anak ya Bu, karena nutrisi tambahan yang terbaik akan mendukung tumbuh kembang Anak sehingga Anak tumbuh optimal sesuai dengan usianya.