Whatsapp Share Like
Simpan

Si Kecil yang masih berusia di bawah 1 tahun memiliki sistem pencernaan yang belum sempurna. Tubuhnya juga belum bisa menyesuaikan diri dengan makanan atau minuman baru dengan cepat. Penyesuaian harus dilakukan secara bertahap karena si Kecil perlu mengenali makanan atau minuman tersebut. Makanan atau minuman dingin memang sangat enak dinikmati khususnya ketika merasa gerah. Namun si Kecil belum tentu bisa mengolah makanan atau minuman dingin di dalam tubuhnya.

Makanan atau minuman dingin yang sering diberikan oleh orang dewasa biasanya es krim. Apakah si Kecil sudah bisa makan es krim atau belum? Pertanyaan ini memang sering disampaikan. Ibu khawatir es krim akan membawa pengaruh buruk terhadap si Kecil. Es krim memang lebih baik dihindarkan dari si Kecil ketika usianya masih di bawah satu tahun. Kandungan es krim biasanya sulit dicerna oleh tubuh si Kecil.

Es krim pada umumnya dibuat dari susu sapi dan bahan lainnya. Susu sapi tidak bisa dicerna oleh tubuh si Kecil dengan baik. Sehingga Ibu disarankan tidak memberikan es krim pada si Kecil. Selain itu kandungan bahan tambahan lain di dalam es krim memungkinkan si Kecil terkena alergi. Bahan tambahan tersebut seperti kacang-kacangan. Kebersihan es krim juga masih perlu diragukan. Ibu tidak tahu bagaimana proses pembuatan es krim tersebut sehingga lebih baik tidak memberi si Kecil es krim.

Ibu bisa memberikan makanan atau minuman dingin kepada si Kecil. Namun kandungan nutrisi dari makanan atau minuman tersebut harus ada. Pada awal mencoba makanan atau minuman dingin si Kecil akan memberikan respon yang aneh. Efek makanan atau minuman dingin tersebut akan membuat si Kecil terkejut. Ibu boleh memberikan makanan atau minuman dingin namun tetap dengan syarat kandungan nutrisinya.

Untuk pemberian es krim Ibu harus bersabar hingga usianya bertambah. Es krim mengandung gula dan lemak yang tidak dianjurkan untuk dikonsumsi si Kecil di bawah 1 tahun. Hasrat si Kecil terhadap makanan manis akan berkembang pesat bila sudah diberikan es krim sejak dini. Sehingga bisa membuat si Kecil pemilih makanan atau hanya mau mengonsumsi makanan manis.

Artikel Sejenis

Es krim mengandung kadar energi yang tinggi namun kadar nutrisinya rendah. Bila si Kecil sudah mengonsumsi es krim maka dia akan menolak makanan lain. Bila sudah begini si Kecil bisa kekurangan nutrisi di dalam tubuhnya. Ibu harus bisa melarang si Kecil memakan es krim sebelum usianya cukup. Penuhilah kadar nutrisi tubuhnya sehingga si Kecil tumbuh menjadi anak yang pintar dan sehat.

Seperti disebutkan di atas terkadang es krim yang dijual tidak bisa dipastikan kebersihannya. Sementara si Kecil perlu mengonsumsi makanan yang bersih agar tubuhnya tetap kuat. Kualitas bahan pembuat es krim tidak bisa dipastikan baik atau tidaknya. Sangat memungkinkan bila bakteri tumbuh dalam makanan tersebut. Bila bakteri sudah masuk ke tubuh si Kecil maka bisa menyebabkan si Kecil sakit. Ibu harus bisa menjaga si Kecil dari makanan yang tidak bersih.

Lalu makanan atau minuman dingin seperti apa yang bisa dikonsumsi si Kecil? Nah, Ibu bisa membuat variasi makanan tersebut di rumah. Bahan-bahannya tentu saja mengandung nutrisi yang baik untuk pertumbuhan si Kecil. Makanan atau minuman ini bisa Ibu berikan kepada si Kecil sebagai pengganti es krim. Berikan buah-buahan seperti apel, pisang, atau mangga matang yang sudah dibekukan dalam freezer. Lalu hancurkan buah tersebut dengan blender. Berikan pewarna dari bahan alami seperti blueberry agar si Kecil lebih tertarik melihatnya.

Ibu juga bisa membuat smoothies buah segar yang tidak perlu didinginkan. Si Kecil bisa mengonsumsinya walaupun dalam cuaca yang dingin. Gunakanlah buah-buahan yang segar dan hindari penggunaan buah kalengan. Kandungan nutrisi buah segar tentu lebih baik dibanding buah kalengan. Si Kecil juga bisa mengonsumsi yoghurt beku sebagai pengganti es krim. Selain lebih mudah menyajikannya, kandungan nutrisinya tentu lebih sehat.

Si Kecil yang sudah bisa mengonsumsi makanan baru akan terus bereksperimen dengan berbagai rasa. Mencoba makanan atau minuman baru untuk pengetahuan rasanya. Namun diperlukan perhatian dari Ibu agar si Kecil tetap mengonsumsi makanan atau minuman yang bernutrisi. Ibu disarankan memperhatikan segala kandungan makanan yang dikonsumsi si Kecil. Ibu juga perlu berkonsultasi dengan dokter untuk mengetahui apakah si Kecil memiliki alergi terhadap suatu makanan. Bila sudah mengetahui alergi makanan si Kecil, Ibu akan lebih leluasa dalam memberikan pilihan makanan.