Whatsapp Share Like
Simpan

Menjadi Ibu memang membahagiakan. Namun di setiap kebahagiaan pasti ada ujian yang harus dihadapi oleh seorang Ibu. Banyak tantangan dalam membesarkan si Kecil. Terutama jika si Kecil sudah memasuki usia pra sekolah atau memasuki usia 4-6 tahun.

Di usia pra sekolah, aktivitas otak si Kecil meningkat signifikan dibandingkan dengan usia sebelumnya. Dampaknya, rasa ingin tahu si Kecil pun memuncak. Si Kecil menjadi lebih aktif bertanya, bahkan menyentuh segala macam benda atau mendekati hal-hal tanpa peduli bahaya atau tidak. Tidak jarang tingkah si Kecil yang usil seperti ini membuat Ibu menjadi pusing dan stress.

Mengapa si Kecil bisa menjadi usil?

Di usia pra sekolah, si Kecil sedang aktif-aktifnya berinteraksi dan mengumpulkan informasi serta pengetahuan baru yang belum dimilikinya. Cara yang dilakukan si Kecil dalam mengumpulkan informasi tersebut beragam, mulai dari aktif bertanya, memegang semua benda yang ia belum tau, sampai aktivitas-aktivitas lainnya yang cenderung usil dan jahil.

Keusilan yang dilakukan si Kecil bisa menandakan kepintarannya. Si Kecil yang usil bisa jadi sedang berusaha untuk mengumpulkan informasi tentang benda atau peristiwa yang terjadi di sekitarnya. Bisa jadi ketika si Kecil aktif berkeliling minimarket dan memegang benda-benda yang ada ia sedang penasaran dengan susunan rak susu di minimarket atau penasaran dengan kemasan makanan yang bentuknya beragam.

Wajar jika Ibu merasa pusing menghadapi tingkah laku si Kecil. Namun jangan khawatir, karena banyak jalan menuju Roma, begitu pula banyak cara yang bisa dilakukan agar keusilan si Kecil tidak semakin menjadi. Ibu bisa terapkan beberapa cara berikut untuk menyikapi si Kecil yang mulai usil:

Artikel Sejenis

  1. Memberikan pengertian yang baik kepada si Kecil

    Berikan pengertian kepada si Kecil bahwa usil yang berlebihan bukanlah perilaku yang baik. Gunakan bahasa yang lemah lembut dan mudah dimengerti si Kecil. Ibu bisa juga menggunakan perumpamaan seperti “Jika adek dijahili dan dicubit apakah adek juga mau?”. Sebisa mungkin hindari membentak si Kecil ya Bu, karena dengan membentak justru akan membuat si Kecil semakin rewel bahkan menangis.

  2. Melakukan komunikasi intens dengan si Kecil

    Si Kecil mana yang tidak suka jika berdekatan dan bermanja-manja dengan Ibu? Melakukan pendekatan komunikasi juga bisa menjadi cara yang efektif agar si Kecil lebih tenang dan menurut.

    Jika si Kecil mulai menunjukkan tanda-tanda keusilannya, ajak si Kecil mendekat pada Ibu. Ajaklah ia ngobrol singkat atau bercerita. Dengan mendengarkan Ibu bercerita, perhatian si Kecil akan teralihkan. Namun usahakan untuk tetap memberikan cerita yang kaya informasi atau pengetahuan ya Bu, agar pengetahuan si Kecil tidak stagnan dan tetap berkembang dengan baik.

  3. Menyalurkan hobi si Kecil

    Terkadang si Kecil menjadi usil karena tidak ada yang dikerjakannya. Si Kecil merasa bosan dan berusaha mencari-cari aktivitas yang berujung pada tingkah-laku usilnya. Untuk mengatasinya, Ibu bisa menyalurkan energi si Kecil melalui hobi atau aktivitas yang disukai si Kecil.

    Kenali dengan baik aktivitas apa yang menarik dan disukai si Kecil. Jika si Kecil lebih suka beraktivitas di luar ruangan, Ibu bisa mengarahkan si Kecil untuk melakukan permainan yang melibatkan aktivitas fisik seperti bermain bola atau olahraga ringan lainnya.

    Berbeda jika si Kecil lebih suka berada di dalam ruangan. Ibu bisa menyediakan peralatan gambar atau lukis untuk menyalurkan energi si Kecil. Ibu juga bisa memberikan permainan balok susuk atau puzzle. Dengan demikian kemungkinan si Kecil untuk usil tidak terkendali bisa ditekan dan keterampilan fisiknya menjadi semakin pintar.

  4. Memberikan sanksi yang tegas

    Jika dengan diberi pengertian si Kecil masih suka usil dan jahil, mungkin waktunya Ibu untuk memberikan sanksi yang tegas bagi si Kecil. Tetapi selalu ingat ya Bu, sanksi fisik tidak akan pernah efektif untuk mendidik anak.

    Jika si Kecil masih suka usil dan jahil Ibu bisa memberikan sanksi berupa mengambil kesenangan si Kecil, seperti tidak memberikan mainan atau cemilan kesukaannya. Dengan begitu si Kecil akan menyadari kesalahannya. Setelah si Kecil menyesal dan meminta maaf, Ibu bisa memberikan kembali mainan atau cemilan kesukaan si Kecil.

Tidak perlu malu dan terlampau stress jika si Kecil sedang mengalami masa usil dan jahilnya. Keusilan yang dilakukan oleh si Kecil bisa menjadi bukti bahwa ia aktif dalam memproses informasi baru. Perhatian dan penanganan yang tepat akan membuat si Kecil merasa disayang dan diperhatikan.

Agar si Kecil menjadi lebih cepat tangkap dalam merespon stimulus dari lingkungan sekitar, aktif bergerak untuk menyalurkan energinya, dan tumbuh sesuai dengan milestonesnya Ibu bisa memberikan nutrisi yang tepat seperti susu bubuk Frisian Flag 456 Primanutri. Selain diperkaya dengan Omega 3 (ALA), Omega 6 (LA), Minyak Ikan, Zat besi, serat pangan Inulin, Vitamin A, C, E, Zinc (seng), selenium, Kalsium dan Vitamin D, Frisian Flag 456 Primanutri juga memiliki 3 varian rasa madu, vanilla, serta cokelat yang lezat dan disukai si Kecil sehingga si Kecil menjadi lebih bersemangat dalam beraktivitas.