Whatsapp Share Like
Simpan

Aktivitas bermain untuk si Kecil tidak hanya aktivitas untuk menghabiskan waktu. Lebih daripada itu, aktivitas bermain berguna untuk si Kecil melatih diri, baik secara mental maupun fisik, untuk menghadapi lingkungan baru. Bermain juga menjadi sarana belajar paling dasar dan paling awal untuk si Kecil, sehingga si Kecil memiliki bekal yang mumpuni untuk petualangan barunya.

Bermain tidak selamanya harus berada di dalam rumah, dengan kereta, atau boneka, atau balok susun dan sebagainya. Bermain bisa juga dilakukan di luar rumah dengan memanfaatkan alam sekitar. Bermain di luar rumah akan mengasah imajinasi, kekuatan fisik, kekuatan mental, serta keberaniannya mencoba hal baru.

Bermain di luar rumah akan menumbuhkan kesadaran si Kecil akan dunia yang ditempati sepanjang hidupnya. Hal ini juga membantu si Kecil bereksperimen dan menguji batasan yang dimilikinya. Waktu bermain di luar rumah juga jadi waktu yang baik untuk menjalin kebersamaan dengan si Kecil sehingga ikatan Ibu, Ayah dan si Kecil semakin erat.

Lalu siapa partner yang tepat untuk bermain di luar rumah? Kebanyakan akan menjawab sosok Ayah. Sosok laki-laki dewasa seperti Ayah bisa menjadi pendamping yang tepat karena dapat menyediakan rasa rasa aman dan terlindungi bagi si Kecil. Tanpa mengesampingkan peran Ibu, interaksi dengan Ayah juga akan menjadi media belajar yang baik untuk si Kecil.

Rough and Tumble Play

Dua hal ini biasanya menjadi hal utama yang dipikirkan banyak orang ketika si Kecil bermain bersama Ayahnya. Bermain dengan melibatkan fisik akan membantu si Kecil mengetahui batasan yang dimilikinya serta melatih kekuatan fisik yang dimiliki. Selain itu, bermain dengan Ayah juga akan merangsang pertumbuhan fisik si Kecil karena melihat kekuatan yang ditunjukkan oleh sang Ayah.

Artikel Sejenis

Bermain dengan melibatkan fisik seperti ini akan menjadi rangsangan yang baik untuk koordinasi tubuh si Kecil. Dengan terjatuh dan bangkit dan bercanda bersama Ayah, si kecil juga akan terlatih keseimbangan badannya. Berbagai posisi tubuh akan dapat dicoba sehingga si Kecil akan memiliki reflek yang lebih baik juga.

Modifikasi Lirik Lagu Anak-Anak

Tidak dapat dipungkiri, selera humor seorang Ayah selalu sedikit ‘unik’ dan berbeda dari selera humor Ibu. Pemanfaatan selera humor ini biasanya diterapkan ketika si Kecil dan Ayah sedang menyanyikan lagu anak-anak bersama. Ada saja lirik yang kemudian dimodifikasi oleh Ayah supaya lagu terdengar lucu dan membuat si Kecil tertawa.

Selain mempererat hubungan antara si Kecil dan Ayah lewat tawa, modifikasi lagu juga akan melatih kemampuan si Kecil dalam berbahasa dan merangkai kata menjadi kalimat. Pemahaman si Kecil pada pola dan rima juga akan berkembang seiring banyaknya variasi kata yang diberikan Ayah pada modifikasi lagu tersebut.

Bermain dengan ‘Bebas’

Bebas disini diartikan sebagai bermain tanpa takut terkena kotoran. Menjadi bebas karena biasanya Ibu selalu menjaga kebersihan dan menjauhkan si Kecil dari hal-hal kotor seperti lumpur dan sebagainya. Bermain tanpa takut kotor dan noda di pakaian ataupun badan bisa bermanfaat untuk perkembangan si Kecil.

Permainan seperti ini akan melatih perkembangan motorik halus dan konsentrasi. Selain itu, melibatkan lumpur ketika bermain juga akan membuat si Kecil merasa lebih leluasa mengeksplorasi dunianya. Kemampuan pemecahan masalah juga turut terlatih, ketika si Kecil dan Ayah mencoba menyelesaikan halang rintang yang dibuat lebih menantang.

Olahraga dan Berpetualang

Kegiatan bersama Ayah identik dengan gerakan yang intens dan aktivitas fisik yang cukup berat. Aktivitas seperti olahraga atau berpetualang menjadi dua diantara daftar panjang yang ada. Olahraga bisa melatih respon si Kecil dan refleks tubuh, juga melatih konsentrasinya. Selain itu aktivitas fisik akan sangat berguna mendorong perkembangan fisik si Kecil.

Dengan beraktivitas di luar bersama Ayah, si Kecil dapat menggerakkan tubuhnya secara bebas. Contoh yang dilihat dari gerakan yang dibuat Ayah akan diingat dan bisa langsung dipraktekkan, sehingga si Kecil akan mengenal lebih banyak gerakan fisik.  Petualangan akan menjadi latihan yang baik untuk mental, kekuatan otot, daya tahan tubuh serta menjaga berat dan tinggi badannya ideal.

Aktivitas bersama Ayah memang tidak ada habisnya jika dibahas. Berbagai kegiatan bisa dilakukan, untuk bersenang-senang sekaligus belajar. Jika tidak keberatan Ibu juga bisa turut bergabung dalam aktivitas bersama si Kecil, sehingga ikatan dalam keluarga bisa makin terjalin erat. Siapa yang tidak menyukai beraktivitas bersama Ayah dan si Kecil bukan?

Merangsang tumbuh kembang si Kecil bisa dilakukan dengan berbagai cara, seperti misalnya melakukan aktivitas di luar ruang bersama Ayah. Untuk menunjang aktivitas fisik seperti ini, selalu siapkan makanan penuh nutrisi dan sehat, agar si Kecil dan Ayah memiliki tenaga yang cukup untuk berpetualang setiap hari.