Whatsapp Share Like
Simpan

Pada usia tiga hingga enam tahun, proses belajar si Kecil tidak melambat. Proses belajarnya, justru perlu terus diberikan stimulus agar dapat menyerap berbagai hal baru yang akan berguna untuk kehidupannya kelak. Tentu, setiap Ibu menginginkan anaknya untuk tumbuh menjadi seorang anak yang pintar, cerdas dan memiliki logika yang baik.

Ketiga hal di atas, bisa Ibu dapatkan dengan menstimulasi kecerdasan si Kecil dengan matematika dasar. Memang terdengar sangat kuno, namun matematika, apapun bentuknya, dapat menjadi rangsangan yang baik untuk kecerdasan si Kecil, terlebih untuk usia ini. Proses berpikir dengan logika dan pengenalan angka, sebagai bahasa universal, akan menjadi dasar yang baik untuk perkembangannya ke depan.

Jika kemudian matematika diidentikkan dengan berbagai persoalan rumit dan memusingkan, berikan cara menyenangkan untuk si Kecil belajar. Upayakan tidak memberikan pernyataan bahwa matematika merupakan hal yang berat. Selalu bawa pembelajaran berhitung dan angka dengan suasana yang menyenangkan, agar si Kecil antusias dalam mempelajarinya.

Matematika tidak selalu menyoal rumus dan hitungan bertingkat, yang awam ditemui pada tingkat pendidikan lanjutan. Pada usia tiga hingga enam tahun, bermatematika sesederhana berhitung, mengenal angka, menambah dan mengurangi, serta operasi sederhana lain. Hal-hal ini, selain baik untuk latihan akademis si Kecil, juga baik untuk mengasah logikanya.

Cara menyenangkan bisa Ibu lakukan untuk memberi asupan ‘dosis’ matematika setiap hari tanpa disadari si Kecil. Coba empat cara ini, dan lihat perkembangannya kemudian.

Artikel Sejenis

Mulai dengan Berhitung

Pelajaran paling dasar dalam matematika yang bisa Ibu kenalkan adalah berhitung. Aktivitas sederhana ini, akan mengenalkan si Kecil pada prinsip dasar matematika dan pengenalannya pada angka. Ibu bisa memandunya untuk melakukan perhitungan sederhana, dengan menggunakan alat peraga berupa angka.

Dengan memiliki kemampuan berhitung sederhana, dari 1 hingga 10 contohnya, si Kecil akan mengenal konsep angka dan urutan. Tentu, selanjutnya Ibu tidak harus menggunakan alat peraga angka ketika si Kecil sudah mampu mengenali angka. Ibu bisa menggunakan alat lain untuk dihitung oleh si Kecil, agar kemampuannya terus terasah.

Manfaatkan Objek Sehari-Hari

Ibu memiliki seluruh alat peraga yang bisa digunakan untuk mulai mengajarkan matematika pada si Kecil. Kancing baju, uang koin, buku, buah, kotak susu, pepohonan, kendaraan di jalan raya, semuanya. Pembelajaran matematika dalam hal berhitung akan lebih diingat ketika si Kecil dapat merasa terhubung dengan lingkungan sekitarnya.

Menghitung berbagai benda yang ditemui si Kecil juga akan menanamkan prinsip matematika lain. Prinsip ini adalah benda atau angka tidak harus identik untuk menjadi signifikan pada setiap perhitungan. Mungkin menghitung buah jeruk menjadi latihan awal yang baik. Namun menghitung buah, seperti jeruk, melon, nanas, pepaya dan lainnya akan memberikan variasi lain yang tentu dapat merangsang perkembangan kecerdasannya.

Membuat Kue

Siapa yang tidak menyukai kue? Rasanya yang manis dan teksturnya yang lembut selalu jadi makanan kesukaan untuk si Kecil yang tengah aktif bergerak. Ibu bisa mengajak si Kecil dalam proses pembuatan kue untuk mengajarkan matematika dasar padanya. Selain pada takaran yang diberikan untuk setiap bahan, si Kecil juga akan bisa belajar proses lain, pembagian.

Sederhana, Ibu cukup memberikan kue yang baru matang serta pisau plastik untuk digunakan. Biarkan si Kecil memotong kue tersebut menjadi beberapa bagian, kemudian Ibu bisa mengarahkan pada pengenalan pembagian dasar. Bahwa kue yang dipotong menjadi empat bagian bisa dimakan oleh empat orang, bahwa sepotong kue ditambah dengan potongan lain bisa menjadi setengah ukuran kue, dan lain sebagainya.

Sisipkan dalam Aktivitas Sehari-Hari

Tentu, yang terpenting adalah menyisipkan pelajaran matematika dalam aktivitas sehari-hari. Caranya? Mudah, selain contoh yang diberikan pada bagian awal, Ibu bisa meminta si Kecil melakukan perhitungan lain. Ketika sedang berhenti di lampu pengatur lalu lintas, Ibu bisa meminta si Kecil menghitung berapa banyak motor yang berada di depan mobil.

Atau ketika berbelanja, Ibu bisa meminta si Kecil untuk menghitung berapa jumlah kotak susu yang dibeli. Ibu juga bisa mengenalkan konsep harga dan jumlah uang pada si Kecil dengan mengenalkan nominal uang. Dengan satu lembar uang Rp. 20.000, berapa banyak mainan atau makanan ringan yang bisa didapatkannya? Keterhubungan si Kecil dengan proses matematis ini akan menjadi pelajaran yang lebih mudah diserap.

Edukasi pada usia dini memang penting, karena akan digunakan sebagai modal dasar ketika si Kecil masuk pada tataran pendidikan tertentu. Si Kecil yang terbiasa dengan angka, cenderung akan lebih pintar dan memiliki logika yang lebih baik. Pendampingan Ibu serta asupan makanan yang bergizi selalu diperlukan. Ibu bisa menambahkan Frisian Flag 456 Primanutri sebagai asupan nutrisi pelengkap untuk mengoptimalkan tumbuh kembang si Kecil.