Whatsapp Share Like
Simpan

Seperti yang Ibu ketahui, di masa keemasan anak, otaknya yang sudah berkembang hampir sempurna membuatnya cepat untuk mempelajari hal-hal baru. Kesempatan yang baik bagi Ibu untuk mulai memperkenalkan si kecil pada konsep dasar berhitung. Mempelajari kemampuan berhitung bagi si Kecil merupakan salah satu metode untuk pengembangan kognitif anak.

Banyak cara yang dapat Ibu terapkan untuk melatih kemampuan berhitung si Kecil. Namun, pertama kali Ibu harus memahami dulu karakter menonjol anak di rentang usia 4-6 tahun ini. Ibu tahu bahwa di usia ini si Kecil sangat suka bermain dan di lain sisi sangat mudah bosan. Dengan memanfaatkan kesenangan dan kelemahan anak yang satu ini, Ibu akan lebih mudah untuk menentukan metode yang tepat dalam mengajari anak berhitung. Ibu mesti mencari metode kegiatan dengan ide yang kreatif serta menyenangkan bagi Si Kecil untuk membuatnya tertarik serta mencegahnya merasa jenuh. Berikut ini akan dipaparkan beberapa ide kegiatan menarik nan asik untuk mengajarkan anak supaya pintar berhitung.

Poster Angka

Hal pertama dan mendasar yang perlu ajarkan pada si Kecil adalah mengenalkannya pada lambang bilangan dan cara melafalkannya dengan benar. Untuk membuat si Kecil lebih tertarik saat belajar angka Ibu bisa mencoba dengan membelikannya poster angka-angka yang berwarna-warni. Ketertarikan anak dapat Ibu bangun lagi dengan cara memberi si Kecil poster angka yang sekaligus memuat gambar tokoh kartun favoritnya, misalnya saja Tayo atau BoiBoiBoy.

Permainan Matematika

Salah satu metode paling mudah dilakukan oleh Ibu adalah mengemasnya dalam bentuk permainan matematika yang asik. Contoh ragam permainan yang dapat Ibu coba lakukan bersama si Kecil yakni dakon. Ibu tidak perlu dulu untuk mengajarkan si Kecil strategi untuk memenangkan permainan. Namun si Kecil hanya perlu untuk diajarkan lebih dulu cara menjalankan/memutar biji-biji dakon saja sekaligus mengucapkan hitungan biji dakon secara urut.

Bernyanyi sambil berhitung

Yuk Bu, mulai ajari si Kecil dengan berbagai lagu anak yang dapat mengenalkannya pada angka-angka. Salah satu lagu yang bisa Ibu ajarkan pada si Kecil adalah lagu “Bangun Pagi” lho, Bu. Dalam lagu ini si Kecil secara tidak langsung dilatih untuk terbiasa menyebut urutan angka dari angka satu hingga delapan.
Namun, selain merancang berbagai permainan berhitung yang asik, Ibu sangat perlu untuk memperhatikan beberapa prinsip yang harus diingat saat mulai mengajar si Kecil. Menurut Hildayani (2014) dalam buku “Psikologi Perkembangan Anak” terdapat empat prinsip dasar yang dapat dikembangkan untuk mengenalkan anak pada konsep berhitung, yakni:

Artikel Sejenis

  1. The One-One Principle

    Saat mengajarkan berhitung pada si Kecil, Ibu harus menyebutkannya secara berurutan satu per satu tanpa adanya pengulangan, pengulangan, atau perhentian. Penyebutan angka harus dimulai dari angka yang kecil menuju angka yang lebih besar. Penerapan cara berhitung seperti ini dilakukan agar anak dapat mengingat urutan angka secara tepat.

  2. The Stable-Order Principle

    Saat ibu ingin mengajarkan anak menghitung jumlah urutan, Ibu tidak diperkenankan untuk mengubah-ubah atau mengacak urutan angka. Misalnya dengan mengatakan tiga, dua, satu atau lima, delapan, empat. Sebab, hal tersebut dapat membuat si Kecil kebingungan. Ibu hanya perlu terus mengulang-ulang bersama si Kecil menghitung jumlah dari satu, dua, tiga, empat, lima, dst. Secara urut. Yakin deh Bu, pengulangan seperti ini lama-kelamaan akan membuat si Kecil otomatis menjadi terbiasa dan hafal urutan angka yang benar dalam menghitung jumlah.

  3. The Cardinal Principle

    Poin utama pada prinsip ini adalah agar Ibu memperhatikan untuk selalu mengulang angka terakhir ketika menghitung jumlah suatu benda dengan si Kecil. Misalnya saja ketika Ibu mengajak si Kecil untuk berhitung jumlah kotak atau bungkus snack yang dibelinya (contohnya ada 4 bungkus), Ibu harus menyebutkannya satu per satu. Yakni, satu, dua, tiga, empat, lalu Ibu harus melakukan penekanan pada angka terakhir yaitu angka empat menjadi satu, dua, tiga, empat... empat bungkus. Anak yang dibiasakan dengan cara menghitung seperti ini akan jarang melakukan kesalahan dengan melompati urutan angka seperti “satu... dua...empat...lima.”

  4. The Order-Irrelevance Principle

    Ibu perlu untuk membiasakan si Kecil tidak terpaku pada benda, namun terbiasa dengan angkanya (angka 1). Si Kecil harus benar-benar tahu dan paham bahwa benda apapun yang dihitung terlebih dahulu tidaklah menjadi masalah. Misalnya saat si Kecil disuruh menghitung buah-buahan. Si Kecil bisa memulai dari Buah rambutan, kemudian jambu, kemudian salak atau urutan yang lain.

Sekian ya Bu, beberapa ide kegiatan menarik untuk mengajarkan anak pintar berhitung serta prinsip-prinsip melatih berhitung yang wajib Ibu ketahui. Jangan lupa untuk sabar dan terus-menerus mengajak si Kecil berlatih hitungan dengan cara menyenangkan. Semoga bermanfaat!