Whatsapp Share Like
Simpan

Bayi akan mendapatkan asupan vitamin dari Ibunya. Vitamin B dan C yang larut dalam air diberikan melalui plasenta selama kehamilan, sedangkan vitamin A, D, dan E yang larut dalam lemak ditransfer menjelang akhir kehamilan. Setelah bayi dilahirkan pun, air susu Ibu tetap memberikan asupan vitamin yang cukup untuk si Kecil. Dari berbagai jenis vitamin yang dibutuhkan oleh tubuh si Kecil, ada beberapa vitamin yang dibutuhkan lebih banyak. Bukan berarti vitamin yang lain tidak mempunyai fungsi, namun apabila kekurangan vitamin-vitamin ini fungsi dasar tubuh si Kecil akan sulit terbentuk.

Kekurangan vitamin ini biasanya dialami oleh Ibu yang menjalankan diet vegan atau bayi yang lahir prematur. Vitamin apa saja yang cukup penting untuk didahulukan? Berikut penjelasannya.

  1. Vitamin K
    Vitamin K berfungsi dalam proses pembekuan darah dan mencegah pendarahan serius. Vitamin ini sangat penting, namun sayangnya sumbernya tidak ditemukan di plasenta ketika masa kehamilan. Ini tetap berlaku meskipun Ibu mengonsumsi suplemen penambah vitamin K. Oleh karena itu, biasanya bayi yang baru lahir akan disuntik vitamin K. Suntik vitamin K dapat mencegah kelainan pendarahan langka yang dikenal dengan pendarahan akibat defisiensi vitamin K (PDVK) atau penyakit perdarahan pada bayi baru lahir.
  2. Vitamin A
    Dengan fungsinya sebagai pendukung pertumbuhan yang cepat, memperbaiki kesehatan mata, serta memerangi infeksi, vitamin A menjadi salah satu vitamin yang sangat dibutuhkan si Kecil. Kekurangan vitamin A dapat menyebabkan gangguan penglihatan, meningkatkan risiko penyakit dan kematian akibat infeksi pada mata si Kecil. Bayi mempunyai simpanan vitamin A yang cukup rendah sehingga membutuhkan asupannya dari luar. Vitamin A bagi bayi berusia di bawah 6 bulan bisa didapatkan dengan maksimal dari air susu Ibu. Itulah mengapa Ibu yang menyusui disarankan untuk menambah multivitamin dan menyukupkan gizi ketika akan memberi ASI kepada si Kecil.
  3. Vitamin D
    Sama halnya dengan vitamin A, produksi vitamin D pada tubuh bayi pun terbilang cukup sedikit. Bahkan asupan vitamin D pada ASi pun bisa dikatakan rendah. Padahal vitamin D sangat diperlukan agar bayi dapat menyerap kalsium. Cukup serapan kalsium akan membantu menjaga tulang dan gigi yang kuat. Bayi yang kekurangan vitamin D akan mengalami tulang keropos dan sulit untuk menopang tubuhnya. Sumber vitamin D terbaik untuk bayi di bawah setengah tahun adalah sinar matahari pagi. Saat menjemur si Kecil di bawah sinar matahari pastikan kulit si Kecil tidak terpapar langsung. 
  4. Vitamin C
    Vitamin C juga tidak kalah penting untuk menemani tumbuh kembang Si Kecil. Vitamin C berperan dalam pembentukan dan perbaikan sel darah merah, sel tulang, dan jaringan tubuh. Selain membentuk sel darah, vitamin C juga akan membantu memperkuat pembuluh darah. Fungsi lainnya adalah membantu penyerapan zat besi sehingga menjaga kesehatan gusi, membantu proses penyembuhan, meningkatkan daya tahan tubuh dan mencegah infeksi. Si Kecil yang mendapatkan cukup asupan vitamin C tidak akan mudah terserang penyakit.
  5. Vitamin B12
    Vitamin B12 juga sangat penting karena menjadi unsur pembangun sistem dalam tubuh si Kecil. Vitamin B12 adalah faktor utama dalam pengembangan sistem saraf. Bayi yang kekurangan vitamin ini akan mengalami kerusakan otak, masalah pada kemampuan berbicara, berbahasa, menulis, komprehensi, dan emosi. Vitamin B12 memang sangat dibutuhkan agar si Kecil tumbuh pintar dan cerdas. Inilah mengapa Ibu harus memastikan makanan yang dikonsumsi mengandung cukup vitamin B12 sehingga bisa memberikan yang maksimal kepada si Kecil melalui ASI.


Kecukupan vitamin biasanya dilengkapi dengan asupan mineral pada si Kecil. Maka dari itu, selain memastikan asupan vitamin yang optimal, Ibu juga harus memastikan asupan mineral seperti zat besi, zinc, yodium, serta asam lemak omega 3 yang cukup. Zinc merupakan mineral yang dibutuhkan untuk menurunkan risiko diare, infeksi paru-paru, dan infeksi penyakit lainnya. sementara yodium dan asam lemak omega 3 berfungsi untuk optimalisasi kerja otak.

Bayi di usia 0-6 bulan biasanya akan mendapatkan sumber vitaminnya dari ASI. Namun, beberapa bayi memang membutuhkan vitamin yang lebih. Ini berlaku untuk bayi yang memiliki kondisi kesehatan yang tidak memungkinkan mereka menyerap atau memproses vitamin secara optimal sehingga asupannya harus ditambah. Bisa karena bayi lahir secara prematur atau lahir dari Ibu yang menjalankan diet vegan.

Ibu bisa meningkatkan asupan vitamin pada bayi dengan memenuhi asupan vitamin Ibu sendiri. Konsumsi vitamin atau makanan bergizi untuk Ibu secara optimal. Salah satunya Ibu juga disarankan meminum susu Frisian Flag Tahap 0 SUPRIMA, dengan rasa cokelat yang lezat yang dapat mendukung asupan nutrisi Ibu selama periode kehamilan dan menyusui, untuk kebaikan janin dan Mama. Jika belum menunjukkan peningkatan melalui kecukupan vitamin dalam ASI, Ibu bisa mengonsultasikannya ke dokter atau ahli gizi kepercayaan Ibu.