Whatsapp Share Like
Simpan

Tahap tumbuh kembang si Kecil merupakan sesuatu yang pantas untuk ditunggu-tunggu. Setelah mampu menggerakkan anggota tubuh, menggenggam, menendang, memindahkan benda dari tangan satu ke tangan lainnya, mengikuti pergerakan objek dan lain sebagainya, kini saatnya ke tahap selanjutnya. Diawali dengan tengkurap, mengangkat leher, menopang tubuh, kini saatnya si Kecil mengeksplorasi lingkungan terdekatnya dengan berguling.

Berguling merupakan gerakan berpindah pertama bagi bayi. Ini juga tanda bahwa otot lengan, bahu, leher, punggung dan dadanya sudah bisa difungsikan dengan baik. Gerakan ini merupakan batu loncatan agar si Kecil bisa melakukan gerakan berpindah lain seperti merangkak, bergeser, duduk dan lain sebagainya. Ini karena otot yang digunakan si Kecil untuk berguling sebagian besar sama dengan otot yang ia gunakan untuk gerakan-gerakan tersebut. Untuk memaksimalkan proses ini peran serta Ibu sangat dibutuhkan. Ada beberapa hal yang bisa dilakukan agar latihan berguling si Kecil bisa lebih optimal. Simak penjelasannya berikut ini.

Tengkurapkan Si Kecil Saat Terjaga

Ketika memasuki usia 3 bulan, lakukan latihan tengkurap secara rutin. Pada awalnya si Kecil akan merasa tidak nyaman, namun dengan sedikit penyesuaian si Kecil akan mulai terbiasa dengan posisi ini. Saat pertama, letakkan si Kecil pada posisi tengkurap dalam waktu yang cukup singkat. Ibu bisa melakukannya hanya dengan durasi 30 detik saja. Ini untuk mencegah si Kecil dalam keadaan tidak nyaman terlalu lama yang menyebabkan dirinya enggan untuk mencoba lagi. Setelah si Kecil mulai terbiasa dan tidak rewel, barulah Ibu bisa mengulanginya dalam waktu yang cukup lama. Biasakan si Kecil tengkurap saat dia terjaga untuk melatih otot-ototnya.

Saat si Kecil dibiarkan tengkurap, Ibu bisa memerhatikan cara berguling yang paling nyaman untuknya. Apakah dengan mencondongkan diri ke arah kanan atau justru ke arah kiri?

Ajak Bayi Bermain Sambil Tengkurap

Setelah si Kecil bisa bertahan di posisi tengkurap untuk waktu yang cukup lama, ajak dia bermain pada posisi ini yang masih sama. Bermain dalam posisi tengkurap akan melatih si Kecil untuk mengangkat kepala, perut, dan kakinya. Ini akan sangat berguna untuk melatih otot-otot si Kecil. Semakin sering si Kecil melakukan kegiatan ini maka akan semakin kuat otot-ototnya.

Artikel Sejenis

Letakkan Mainan Sedikit di Luar Jangkauan Si Kecil

Stimulasi si Kecil dengan meletakkan mainan kesukaannya. Tempatkan mainan tersebut sedikit di luar jangkauan si Kecil lalu pancing dia untuk mengambilnya. Ibu sebaiknya memberi mainan warna-warni sehingga menarik perhatian. Ibu juga bisa menarik perhatiannya dengan menggoyangkan mainan di sisi tubuh yang si Kecil sukai. Tunjukkan ekspresi bahagia dan memuji agar si Kecil lebih percaya diri untuk melakukannya.

Ketika perhatiannya sudah tertuju kepada mainan tersebut, si Kecil pasti akan berusaha untuk berguling dan menjangkaunya. Panggil juga namanya sesekali agar si Kecil lebih merasa bahagia dan semangat untuk mendekat.

Berikan Contoh

Ibu tentunya masih ingat bahwa bayi merupakan peniru yang baik dari apa yang dilakukan orang terdekatnya. Apabila Ibu ingin si Kecil cepat berguling, maka berikan contoh kepadanya di saat latihan. Namun Ibu harus berhati-hati saat memberi contoh. Jaga jarak aman agar tidak melukai si Kecil dan contohkan dengan gerakan yang benar sehingga meminimalisasi risiko cedera pada si Kecil.

Berikan Bantuan

Saat si Kecil sudah mulai menunjukkan gerakan akan berguling, dia mungkin membutuhkan bantuan Ibu untuk memutarkan tubuhnya. Lakukan ini di awal-awal latihan saja dan jangan setiap saat. Biarkan si Kecil bereksplorasi dengan tubuh dan gerakannya.

Disarankan bagi Ibu agar selalu memahami dan mengawasi perkembangan si Kecil. Bayi akan mulai lancar berguling sendiri pada usia 5-6 bulan. Apabila memasuki bulan ketujuh si Kecil masih belum bisa mengangkat kepala, menjangkau benda di sekitarnya ataupun berguling, segera periksakan ke dokter. Lakukan deteksi sedini mungkin agar Ibu bisa menangani dengan segera. Penanganan yang cepat akan mengurangi risiko si Kecil bertumbuh dengan lambat. Khusus untuk bayi prematur biasanya butuh waktu yang lebih lama untuk mencapai tahap perkembangan tertentu. Ibu bisa saja menstimulasinya, namun sebaiknya tidak melebihi kemampuan si Kecil.

Fungsi pengawasan Ibu juga sebaiknya dimaksimalkan. Saat si Kecil bisa berguling, dia mungkin bisa bergerak dan berguling ke arah mana saja. Pindahkan kegiatan Ibu dan si Kecil di tempat datar yang cukup ruang agar si Kecil tidak menabrak atau terjatuh ketika berguling. Jauhkan juga dari berbagai benda yang bisa menimpa dirinya. Salah satu risiko terbesar adalah si Kecil berguling pada saat tertidur yang bisa menyebabkan SIDS atau sindrom kematian mendadak pada bayi. Gunakan kantung tidur untuk mencegah si Kecil berguling ketika terlelap.