Whatsapp Share Like
Simpan

Kehamilan adalah periode yang krusial bagi banyak perempuan. Bagi perempuan yang mengandung, apa yang dilakukan pada masa kehamilan akan berpengaruh pada si Kecil yang ada di dalam kandungan. Bukan tidak mungkin, jika mempunyai kebiasaan buruk, dapat mempengaruhi kesehatan Ibu juga. Oleh karenanya, membiasakan pola hidup yang baik sangat penting bagi keselamatan Ibu dan si Kecil. Bagi Ibu yang memiliki gaya hidup yang kurang baik, tidak ada kata terlambat untuk mengubahnya. Untuk itu, gaya hidup seperti apa yang baik bagi Ibu hamil dan si Kecil yang ada di dalam kandungan? Berikut penjelasannya.

  1. Jaga Asupan Makanan

    Meski terbilang sepele, memperhatikan asupan yang dikonsumsi adalah hal yang penting. Beberapa makanan yang baik dikonsumsi meliputi kacang-kacangan, ikan, telur, sayur dan buah, dan daging. Masing-masing mempunyai perannya sendiri dalam mengoptimalkan gizi ibu hamil. Kacang-kacangan seperti kedelai, kacang tanah, buncis, dan kacang polong bisa menjadi pilihan yang baik untuk dikonsumsi. Dalam kacang-kacangan, terdapat asam folat, serat, protein, zat besi, dan kalsium yang baik untuk menghindari kemungkinan terjadinya kondisi cacat lahir dan penyakit pada bayi di awal masa kehidupan mereka. Pada ikan, terutama salmon, diketahui mengandung asam lemak omega-3 yang sangat baik untuk perkembangan otak bayi. Lalu telur yang merupakan asupan baik untuk pemenuhan gizi secara keseluruhan. Pada sayur dan buah, kandungannya hampir sama seperti yang dimiliki kacang, hanya saja sayur dan buah dapat mengoptimalkan gizi dan menjadi variasi makanan. Untuk daging, di dalamnya mengandung protein yang berkualitas tinggi dan baik untuk sel darah merah karena pada masa kehamilan, produksi sel darah merah akan meningkat pesat. Untuk menyempurnakan asupan tersebut, Ibu dapat mengonsumsi susu. Susu dapat memenuhi kebutuhan protein dan kalsium ibu dan bayi. Produk susu yang lain seperti yogurt pun dapat membantu mengurangi kemungkinan komplikasi selama kehamilan. Dengan penyempurnaan tersebut, maka si Kecil akan terlahir pintar, kuat, dan memiliki tinggi badan optimal.

  2. Hindari Rokok dan Paparan Asapnya

    Bagi Ibu yang mempunyai kebiasaan merokok, ubah kebiasaan tersebut demi keselamatan si Kecil di dalam kandungan. Dalam sebatang rokok, terkandung ribuan bahan kimia dan puluhan zat karsinogen yang dapat menyebabkan kanker. Selain itu, rokok juga dapat mengiritasi organ tubuh sehingga tidak berfungsi secara optimal. Dampak yang dapat dialami oleh si Kecil yang ada di dalam kandungan meliputi keguguran, munculnya komplikasi saat lahir, kelahiran prematur, dan berat badan tidak optimal. Pun demikian pada paparan asap rokok yang disebarkan orang lain. Dampak yang dihasilkan sama berbahayanya seperti pada orang yang aktif merokok. Dampak buruk lain yang dapat dirasakan karena kebiasaan ini adalah, besarnya kemungkinan si Kecil mengalami stunting. Oleh karena itu, segera ubah kebiasan Ibu demi tercapainya harapan si Kecil terlahir pintar, kuat, dan memiliki tinggi badan optimal.

  3. Pantau Konsumsi Kafein

    Saat ini, kopi menjadi minuman yang sering dikonsumsi baik pria maupun wanita. Terutama bagi mereka yang memiliki kegiatan cukup padat, kopi bisa menjadi teman terbaik dalam beraktivitas. Akan tetapi, bagi Ibu yang sedang berada pada masa kehamilan, sebaiknya konsumsi kopi dikurangi. Di dalam kopi, terdapat kafein yang dapat meningkatkan daya pacu jantung, tekanan darah, dan meningkatkan intensitas produksi urin. Selain itu, kafein juga dapat meningkatkan produksi asam lambung sehingga memicu rasa mual. Tidak hanya itu, kafein juga dapat menembus plasenta bayi sehingga dapat membahayakan keselamatannya. Dampak terburuk yang dapat terjadi adalah keguguran. Meski demikian, bukan berarti ibu hamil dilarang mengonsumsi kopi. Hanya saja asupannya harus dijaga dengan takaran tidak melebihi 200mg per hari. Untuk menyiasati ini, Ibu bisa mengganti kopi dengan teh atau mengurangi takaran kopi sehingga kopi menjadi lebih encer dan kafeinnya berkurang. Selain itu, mengingat konsumsi kafein dapat meningkatkan produksi urin, Ibu perlu mengonsumsi air putih lebih banyak untuk menghindari dehidrasi.

  4. Perhatikan Posisi Tidur

    Jika Ibu terbiasa tidur dengan posisi telentang, selama masa kehamilan sebaiknya mulai diubah. Terutama pada trimester akhir, tidur telentang dapat memberikan tekanan lebih pada pembuluh darah yang ada di sepanjang punggung yang mengalirkan darah ke jantung. Dengan tidur telentang, maka aliran darah ke jantung akan melambat dan menyebabkan sakit punggung, wasir, dan darah rendah. Perut yang membesar pun ketika tidur telentang dapat menekan usus sehingga menyebabkan mual.  Lantas posisi tidur apa yang sebaiknya dilakukan? Tidur menyamping adalah posisi terbaik yang dapat dilakukan. Meski demikian, posisi tidur menyamping pada satu arah pun dapat menyebabkan perasaan tidak nyaman. Untuk menyiasatinya, Ibu bisa meletakkan bantal panjang yang melindungi di bawah perut. Hal ini bisa menghindari rasa tertekan dan menyebabkan mual akibat tekanan perut. Selain itu Ibu juga bisa memilih posisi pojok untuk menghindari pergantian posisi secara tidak sadar menjadi telentang. Ibu juga perlu mengganti posisi menjadi menyamping ke arah lainnya untuk menghindari terjadinya kram.

    Artikel Sejenis

Itu lah gaya hidup yang bisa diterapkan untuk menjalani periode kehamilan yang berkualitas. Gaya hidup yang sudah disebutkan, seringkali dianggap remeh sehingga banyak dari para Ibu mengabaikan kebiasaan tersebut. Padahal untuk memberikan yang terbaik bagi calon bayi yang ada dalam kandungan, gaya hidup yang baik perlu untuk dijalani. Selamat menjalani masa kehamilan!