Share Like
Simpan

Setelah menjalani proses persalinan, merupakan hal yang wajar bila Ibu merasa lelah dan tidak nyaman, serta mengalami perdarahan. Dalam keadaan normal, keadaan tersebut dapat diatasi dengan istirahat yang cukup, sehingga Ibu akan pulih perlahan-lahan.

Adakalanya beberapa tanda dan gejala yang dialami Ibu setelah melahirkan menjadi tidak terkendali dan perlu penanganan dokter segera. Beberapa kondisi darurat yang perlu penanganan dokter sesegera mungkin di antaranya :

  • Terjadinya perdarahan hebat, termasuk keluarnya gumpalan-gumpalan darah yang sukar berhenti, sehingga menimbulkan tanda-tanda syok, seperti jantung berdebar cepat, pusing, keluar keringat dingin, dan badan terasa melayang.
  • Kenaikan tekanan darah dalam enam jam pertama setelah melahirkan yang merupakan tanda eklamsia yang kadang disertai sakit kepala hebat dan pandangan kabur. Eklamsia dapat menyebabkan Ibu kejang setelah melahirkan.
  • Sakit dada, napas pendek dan otot terasa tertarik saat menjalani proses persalinan yang berlanjut hingga kelahiran si Kecil, mungkin Ibu mengalami infeksi. Dengan keadaan demikian terlebih bila disertai batuk darah, segera hubungi dokter, karena hal ini merupakan tanda bahaya adanya emboli atau bekuan darah yang menyumbat pembuluh darah paru (pulmonary embolism).
  • Demam tinggi hingga di atas 38°C yang mungkin merupakan salah satu tanda infeksi yang perlu ditangani segera. Infeksi tersering setelah proses melahirkan adalah di daerah jalan lahir (vagina), anus (rektum), luka operasi sesar, dan saluran kencing serta rahim. Jika infeksi terjadi di rahim, Ibu akan merasakan adanya nyeri pada perut dan keluarnya keputihan yang berbau tidak sedap.
  • Enam jam setelah melahirkan, Ibu hanya sedikit berkemih atau tidak dapat buang air kecil, mungkin Ibu mengalami retensi urin atau tertahannya urin di dalam kandung kemih. Jika Ibu masih dalam perawatan rumah sakit, maka perawat akan memantau jumlah urin yang keluar. Jika Ibu sudah di rumah, mandilah dengan air hangat untuk membantu Ibu berkemih. Namun, bila hal ini tidak dapat membantu, sebaiknya segera ke dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Ada beberapa tanda setelah persalinan lain yang meski tidak gawat dan penanganannya dapat menunggu hingga keesokan harinya, namun tetap memerlukan pemeriksaan dokter, diantaranya:
• Tanda-tanda infeksi seperti keluarnya cairan dari vagina dengan bau tidak sedap, perut teraba lunak, rasa nyeri di daerah panggul yang disertai bau urin tak sedap.
• Hemoroid (wasir) yang keluar akibat Ibu mengejan saat persalinan.


Bila Ibu mengalami hal tersebut, hendaknya segera periksa ke dokter untuk mendapat penanganan lebih lanjut. Dengan mengenali tanda-tanda yang harus diwaspadai setelah persalinan dan segera memeriksakan ke dokter, maka risiko terjadinya komplikasi berat dapat dikurangi dan kondisi Ibu dapat pulih kembali. Ibu yang sehat tentu dapat berperan optimal dalam mengasuh dan mendampingi tumbuh kembang si Kecil.