Share Like
Simpan

Hai, Ibu! Apa di sini ada Ibu yang baru saja melahirkan? Wah, selamat, ya! Aduh, jadi ingat waktu si Kecil baru lahir waktu itu, deh. Dulu, rasanya saya tak ada bosannya untuk melihat dan memeluk wajah mungilnya yang menggemaskan itu. 

Ngomong-ngomong soal si Kecil, apakah saat ini Ibu sudah memandikannya? Nah, kali ini, saya ingin berbagi tips soal cara merawat rambut dan kulit kepala si Kecil, Bu. Soalnya, rambut si Kecil saat ini kan masih tipis, sehingga besar kemungkinannya untuk kusut dan rontok bila cara perawatannya tidak sesuai. Tapi, jangan khawatir dulu, Bu. Cara merawatnya tidak sulit, kok. Berikut panduannya!

Memilih Sampo untuk si Kecil

Apapun jenis rambutnya, gunakanlah selalu sampo khusus yang lembut dan tidak membuat matanya pedih. Selain itu, perhatikan juga kandungan pH balance-nya, Bu. Pilih sampo yang memiliki pH balance antara 4.5 sampai 6. Biasanya, jumlah pH tertulis di botolnya, kok.

Lalu, bagaimana cara membersihkan rambutnya saat mandi? Nah, Ketika membasu, sebaiknya hindari bagian ubun-ubunnya. Kemudian, berikan dia pijatan lembut sambil merapikan rambutnya yang kusut. Setelah selesai, pastikan kepalanya sudah bersih karena sisa sampo dapat menimbulkan kerak di kepalanya.

Menyisir Rambut Bayi

Siapa sih yang tidak senang kalau melihat si Kecil punya rambut tebal? Saya pun dulu juga bangga sekali, Bu. Tapi, ternyata rambut tebal lebih gampang kusut, lho. Jika dibiarkan, malah bisa semakin susah diuraikan.  Jadinya, terpaksa dipotong, deh. Sayang, kan?

Untuk menghindarinya, dulu saya suka menggunakan sisir bergigi lebar atau sisir bayi (biasanya berbentuk sikat lembut) untuk mengurai rambut kusutnya. Agar lebih mudah, Ibu juga bisa memakai hair lotion.

 

Memotong Rambut Bayi

“Aduh, sayang banget kalau rambutnya dipotong!” Dulu, saya sempat menolak waktu Ibu dan saudara lainnya menyarankan agar si Kecil dicukur rambutnya. Tapi, ternyata mencukur rambut itu punya banyak manfaatnya untuk si Kecil, lho . Ini karena pada saat si Kecil melewati jalan lahir di kandungan dulu, banyak lemak dan kotoran yang menempel pada rambutnya. Nah, cukur rambut akan mengangkat sisa-sisa lemak dan kotoran tersebut. Selain itu, dengan mencukur rambut, kita jadi lebih mudah mendeteksi masalah di kulit kepalanya, seperti bisul atau iritasi.

Ada sedikit tips, Bu. Supaya, si Kecil tetap tenang saat dicukur, saya dulu biasanya mengajak dia makan dulu. Kalau si Kecil sudah kenyang, pasti dia tidak rewel lagi, deh.

 

Kerak Kepala Pada Kulit Bayi

Pernah melihat kerak berwarna kuning di kepala atau dahinya? Kerak kepala ini muncul akibat masih adanya kandungan hormon dari Ibu di tubuh si Kecil, Bu. Tak perlu khawatir, kerak ini hanya sementara dan akan hilang sendiri, kok. Efeknya pun tak berbahaya.

Tapi, jika si Kecil merasa gatal karena kerak tersebut, Ibu bisa menghilangkannya dengan cara:

  • Siapkan baby oil, sisir sikat halus, sampo bayi dan waslap.
  • Olekan baby oil di kulit kepala bayi sambil dipijat perlahan. Biarkan selama 12 jam atau semalaman, agar kerak melunak.
  • Di pagi hari, coba sisir rambut bayi menggunakan sisir sikat halus, sambil mengangkat kerak kepala yang terlepas dengan hati-hati.
  • Cuci rambut dan kulit kepala bayi dengan sampo bayi, waslap dan air hangat. Bilas sampai bersih.
  • Hati-hati saat melepas kerak dari kulit kepala bayi terutama saat kering, karena bisa mengakibatkan infeksi dan luka.

 

Bagaimana, Bu? Semoga tips ini berguna ya untuk sang Ibu baru! Selamat menikmati hari-hari indah bersama si Kecil!