Share Like
Simpan

Halo, Bu! Apa kabar dengan si Kecil? Pasti semakin aktif dan semakin senang mencoba banyak hal baru ya! Ini tentunya membuat Ibu ingin membuatnya lebih bersemangat belajar ya, Bu. Salah satu cara yang bisa dicoba adalah dengan mengikutsertakan si Kecil dalam berbagai lomba. Apalagi, sekarang makin banyak lomba khusus balita, mulai dari lomba mewarnai, kompetisi olahraga sampai fashion show. Saya jadi ingat ketika menyemangati si Kecil dalam lomba menggambar saat usianya baru lima tahun. Wajahnya begitu bahagia ketika dia diumumkan sebagai Juara II.

Namun, banyak orang yang menganggap mengikutsertakannya dalam lomba bisa berdampak buruk dan memiliki kesan memanfaatkan si Kecil. Ternyata tidak demikian lho, Bu! Ada banyak manfaat yang bisa didapat si Kecil dengan mengikuti lomba, antara lain:

  • Mengajarkan dan mengembangkan perilaku yang baik tentang arti menang dan kalah.
  • Berpikir kritis, memecahkan masalah, dan belajar mengambil keputusan
  • Belajar mengenali kekuatan dan kelemahannya.
  • Membangun semangatnya untuk menentukan tujuan dan berhasil mencapai tujuan tersebut.
  • Membangun dan melatih kepercayaan dirinya.
  • Melatih kemampuannya berhubungan dengan orang lain dan lingkungan baru.

Mengikutsertakan si Kecil dalam lomba memang banyak manfaatnya, tapi Ibu tetap perlu memerhatikan beberapa hal berikut ini sebelum Ibu mendaftarkannya dalam lomba.

  1. Kenali dengan baik sifat si Kecil. Mengikuti lomba berarti tampil di depan umum. Oleh karena itu, penting bagi Ibu untuk mengenali dulu sifat si Kecil sebelum mengikutsertakannya dalam lomba. Apakah si Kecil anak yang mudah gugup atau justru senang tampil? Jika si Kecil adalah anak yang mudah gugup, ubahlah strategi Ibu saat mengajak si Kecil untuk ikut serta. Misalnya Ibu tidak hanya mengatakan “lomba menari,” tapi “menari bersama-sama.”
  2. Pilih lomba yang sesuai. Pastikan Ibu memilih lomba yang sesuai dengan usia, kemampuan, dan minat si Kecil. Pemilihan lomba yang salah bisa membuat si Kecil tidak bahagia dan membuatnya tidak percaya diri.
  3. Beri motivasi yang tepat. Sebelum mengikuti lomba, jelaskan pada si Kecil bahwa dia akan mendapat pengalaman baru dari lomba itu. Selain itu, beritahukan juga padanya bahwa lomba ini bertujuan untuk mengukur kemampuan dirinya. Sampaikan juga bahwa pemenang lomba akan mendapatkan hadiah.
  4. Hindari menuntut. Ingat bahwa Ibu tidak melatih si Kecil untuk jadi pemenang, tapi agar ia mendapatkan pengalaman lomba. Hindari memaksa si Kecil menyelesaikan lomba jika ia tidak berminat. Ketika si Kecil kalah, hindari mengungkit kesalahannya atau membandingkannya dengan si pemenang. Selain itu, sebelum si Kecil bertanding, jangan memberikan pesan yang akan membebaninya, seperti “Kamu pasti bisa menang!”
  5. Persiapkan si Kecil untuk hasil lomba. Salah satu hal yang ingin Ibu ajarkan dalam lomba bukan soal menjadi menang atau kalah. Jadi, apapun hasilnya, Ibu harus bisa membuat si Kecil belajar dari lomba tersebut. Misalnya ketika si Kecil menang, persiapkan ia untuk tidak sombong. Begitu pula jika si Kecil kalah, persiapkanlah ia untuk tidak merasa rendah diri. Pastikan Ibu menghargai usahanya karena sudah cukup berani mengikuti lomba tersebut, entah apapun hasil yang diperolehnya.

Bagaimana, Bu? Sudah siap mengikutsertakan si Kecil dalam berbagai lomba? Pastikan Ibu tetap memerhatikan minatnya dalam lomba tersebut ya, Bu. Ingatlah bahwa lomba ini bertujuan untuk tumbuh kembang si Kecil. Selamat mencoba, Bu!