Share Like
Simpan

Sudah menjadi impian setiap orang tua untuk membuat hidup si Kecil serba berkecukupan, nyaman, dan juga aman. Salah satunya adalah dengan memiliki kendaraan pribadi dengan alasan lebih nyaman dan aman baginya saat berpergian. Akan tetapi, terlalu lama membiarkan anak pada kondisi seperti ini, dapat membuat si Kecil kurang bereksplorasi terhadap lingkungan sekitarnya lho, Bu.

Mengapa demikian? Ketika anak diajak untuk melihat dunia luar, akan ada banyak  hal yang dapat ia pelajari, Bu. Sama seperti pengalaman saya sewaktu dulu. Saya bersikeras untuk mengajarkan si Kecil bagaimana rasanya menggunakan alat transportasi umum. Awalnya, suami dan Ibu saya sempat melarang karena faktor keamanan dan keselamatan. Akhirnya, saya coba memberikan penjelasan kepada mereka mengenai manfaat penting yang bisa didapat si Kecil dari melihat dunia luar.

Apa sajakah manfaat naik transportasi umum untuk si Kecil?

Secara sosial, ia dapat melatih kepekaannya kepada orang lain. Mulai dari bagaimana cara berbagi, toleransi, tenggang rasa, dan juga tata karma terhadap orang yang belum pernah ia kenal sebelumnya. Selain itu, si Kecil juga jadi berkesempatan untuk belajar bagaimana caranya menghormati orang lain dengan menjaga kebersihan transportasi umum.

Hanya itu? Tidak, Bu. Ketika ia belajar menggunakan transportasi umum, secara tidak langsung ia juga menghabiskan waktu lebih lama untuk berjalan kaki dan tentunya hal ini masuk ke dalam hitungan berolahraga. Artinya, Ibu juga sekaligus membantu si Kecil mencegah terkena obesitas.

Oh iya, satu lagi nih, Bu. Hal terpenting dari mengenalkan ia kepada transportasi umum adalah Ibu mengajarkan ia untuk menjadi anak yang mandiri. Kelak setelah ia besar dan terbiasa menggunakan transportasi umum, si Kecil bisa belajar untuk menjaga dirinya sendiri, Bu. Baik, kan?

Lalu, apa saja yang perlu diajarkan saat hendak menggunakan transportasi umum?

  • Kesabaran

Berbeda dengan menggunakan kendaraan pribadi, saat menunggu angkutan umum, anak harus rela menunggu sambil kepanasan, bersinggungan dengan orang lain, bahkan mungkin mencium aroma yang berbeda dari kerndaraan milik orang tuanya. Sewaktu mengajak si Kecil dulu, saya sempat hampir putus asa karena ia cukup rewel mengeluh lelah dan panas. Namun, saya yakin jika terus dilatih, lama kelamaan ia akan terbiasa dan kesabarannya pun akan tumbuh seiring dengan berjalannya waktu.

  • Pilih rute yang dekat

Bagi orang dewasa, menggunakan transportasi umum sangatlah menguntungkan ketika harus menempuh jarak yang jauh dengan tarif yang cukup terjangkau. Nah, ketika membawa si Kecil, ada baiknya apabila Ibu mengajaknya menempuh rute yang dekat untuk mengantisipasi rasa bosan dan lelah padanya. Jika ia sudah terlanjur bosan dan kemudian rewel, nantinya Ibu akan kesulitan untuk mengenalkannya kembali.

  • Utamakan keamanan

Saat mengajarkan si Kecil menggunakan transportasi umum, penting bagi Ibu untuk memerhatikan tingkat keamanan. Misalnya, ajarkan ia untuk menunggu kendaraan hingga benar-benar berhenti baru kemudia ia bisa naik atau turun, kemudian beri tahu kepadanya untuk tidak mengeluarkan tangan melalui jendela karena hal tersebut sangatlah berbahaya.

  • Perkenalkan tempat pemberhentian kendaraan

Sebagai langkah utama dalam mengajarkan disiplin pada si Kecil, perkenalkan terlebih dahulu tempat pemberhentian kendaraan umum yang akan digunakan olehnya. Ia mungkin sudah sering melihatnya di dalam buku, namun sebaiknya praktikkan aturan yang baik dan benar agar si Kecil terbiasa sejak dini.

Bagaimana, Bu? Cukup mudah, bukan? Sebaiknya, saat akan memperkenalkan si Kecil kepada transportasi umum, perhatikan juga suasana hatinya dan lakukan secara perlahan ya, Bu. Hal ini berguna agar Ibu tidak perlu menghadapi rengekannya karena suasana hati yang sedang tidak sesuai. Selamat berkendara dengan si Kecil!