Share Like
Simpan

Bu, sudah pernah mendengar istilah Baby-Led Weaning belum? Istilah ini memang sedang marak dibicarakan. Namun, ada juga yang masih belum mengenal sebutan ini. Maka dari itu, hari ini saya akan berbagi informasi seputar Baby-led Weaning untuk Ibu.

Baby-Led Weaning (BLW) merupakan sebuah metode di mana kita membiarkan si Kecil makan sendiri sejak masa MPASI atau setelah 6 bulan. Cara ini awalnya diciptakan oleh seorang mantan petugas kesehatan dan bidan berkebangsaan Inggris, Gill Rapley.

Lewat BLW, si Kecil diharapkan jadi lebih mandiri dan mampu bereksplorasi dengan berbagai macam makanan yang memiliki tekstur, aroma serta rasa yang beragam. Sebagai permulaan, berikan makanan apapun yang bisa “dicomot” oleh tangan mungilnya. Misalnya saja aneka buah yang sudah dipotong-potong, agar bisa ia ambil dan langsung dimakan.

Saya sendiri sudah pernah mempraktikkan BLW kepada si Kecil saat masa MPASI dulu, lho. Saat makan malam tiba, si Kecil mulai mengambil potongan pepaya yang sudah saya siapkan di piring. Awalnya, dia hanya memainkan buah tersebut. Namun, lama-lama dia mulai mencicipi makanannya secara perlahan. Senangnya, deh!

Namun, adakah risikonya? Ya, sudah pasti makanannya akan berceceran di mana-mana, Bu. Maklum, namanya juga sedang belajar. Hanya saja, walaupun jadi kotor, tapi setidaknya kegiatan ini bermanfaat baik bagi perkembangan si Kecil.

Nah, sebelum Ibu menerapkan metode BLW seperti yang saya lakukan. Sebaiknya, baca dulu beberapa panduan penting yang diusulkan oleh pencetus Baby-led Weaning, yaitu Gill Rapley melalui bukunya berikut ini:

  • Pastikan si Kecil sudah bisa duduk tegak.

Saat makan malam bersama keluarga, Ibu dapat memangku dia duduk menghadap ke meja makan di depannya. Ketika dia mulai menunjukkan keterampilan “mencomot” makanan dengan tangannya, berarti dia sudah mampu untuk duduk tegak sendiri di kursi makan khusus bayi, Bu.

  • Berikan makanan dengan ukuran yang sesuai untuk si Kecil.

Ibu bisa memberi makanan yang bervariasi jenisnya. Namun, harus diingat bahwa si Kecil masih bayi, lho. Jadi, berikan makanan dengan ukuran yang tidak terlalu besar agar tidak tersedak. Awasi juga segala bentuk suapan yang masuk ke dalam mulutnya, ya.

  • Hindari memberikan makanan siap saji.

Hindari jenis makanan yang tergolong fast food, makanan beku siap saji, serta makanan yang sudah ditambahkan garam atau gula. Sebaliknya, berikan makanan bergizi seperti sayuran yang sudah dikukus atau buah-buahan bergizi.

  • Jangan memaksa si Kecil untuk memasukkan makanan ke dalam mulutnya.

Jika dia menolak untuk memakan sajian yang telah Ibu siapkan, jangan paksa si Kecil untuk menelan makanan tersebut. Sebaliknya, berikan dia kesempatan untuk mencoba dan makanannya sendiri sesuai keinginannya.

  • Tetap lanjutkan pemberian ASI.

Meskipun tengah menerapkan BLW, jangan berhenti memberinya ASI dulu ya, Bu. Ini agar kebutuhan nutrisi si Kecil bisa dapat terpenuhi dengan baik.

  • Jangan berharap si Kecil langsung melahap makanan yang Ibu sajikan.

Biasanya, si Kecil tidak akan langsung mau makan beberapa jenis makanan yang Ibu berikan. Oleh sebab itu, tetaplah sabar. Lambat laun, si Kecil akan terbiasa dengan menu yang Ibu sajikan kepadanya, kok.

  • Hindari makanan yang dapat memicu alergi.

Sebaiknya, Ibu memperkenalkan jenis makanan yang sudah diketahui dapat membahayakan kesehatan si Kecil. Salah satu makanan yang dapat memicu alergi adalah makanan berbahan dasar kacang tanah. 

Terima kasih sudah menyempatkan diri untuk membaca artikel ini! itulah beberapa hal yang perlu Ibu perhatikan sebelum mempraktikkan Baby-led Weaning pada si Kecil. Satu lagi, konsultasikan juga hal tersebut kepada dokter anak dan ahli gizi sebelum menerapkannya, ya. Semoga bermanfaat, Bu!