Share Like
Simpan

Ibu hamil biasanya akan merasa lebih gerah/panas, sehingga akan mengeluarkan keringat lebih banyak. Penyebabnya adalah perubahan hormonal dan peningkatan aliran darah ke kulit yang menyebabkan peningkatan suhu tubuh. Selama yang dirasakan itu masih dalam batas normal, tentunya tidak membahayakan perkembangan janin.

Selain meningkatnya aliran darah ke kulit yang menyebabkan Ibu berkeringat, kehadiran si Kecil di dalam rahim juga akan membuat Ibu lebih kepanasan dan keringat pun menjadi lebih banyak, terutama pada usia kehamilan bulan-bulan terakhir. Saat itu, ibu hamil akan berkeringat lebih banyak dibandingkan sebelumnya, karena kelenjar keringat bekerja lebih ‘giat’ agar tubuh Ibu tetap ‘adem'. Itulah sebabnya Ibu pun mengeluarkan keringat lebih banyak.

Cara mengatasi kepanasan saat hamil sebetulnya mudah. Lakukan pernapasan teratur, jangan terlalu cepat atau lambat. Bagi ibu hamil yang punya masalah pernapasan akibat alergi atau misalnya sakit asma, tinggalah di dalam ruangan/rumah. Selain itu, perhatikan hal-hal berikut ini:

  • Hindari terpajan langsung sinar matahari siang, karena ibu hamil cenderung mudah terbakar sinar matahari (sunburn) dibandingkan saat tidak hamil.
  • Waspadai tanda-tanda awal seperti merasa lemah, lelah, pusing, atau haus. Segera berbaring dan minum banyak air atau cairan yang mengandung elektrolit. Segera ke dokter bila keadaan tidak segera membaik.
  • Bila harus ke luar rumah, gunakan tabir surya dengan SPF (sun protecting factor) tinggi dan payung.
  • Hindari berendam dalam air panas.

 

Gangguan yang sering timbul akibat kepanasan adalah sembab atau pembengkakan kaki, yang disebut ‘edema’. Pembengkakan kaki tersebut akan semakin bertambah bila pada akhir trimester dua ibu hamil berada dalam musim kemarau atau cuaca yang sangat panas. Untuk mengatasinya ikutilah beberapa tips berikut:

  1. Berbaring 30-60 menit setiap hari sepulang kerja atau saat istirahat makan siang.
  2. Letakkan kedua kaki sedikit lebih rendah daripada kepala.
  3. Gunakan sepatu yang nyaman, pilih yang longgar dan tidak menekan kaki.
  4. Jangan berdiri dalam satu posisi terlalu lama.
  5. Minimalkan garam, tetapi jangan dihilangkan. Iodium di dalam garam diperlukan untuk kesehatan janin.
  6. Jangan minum obat diuretik (yang dapat meningkatkan sekresi urin), karena dapat menyebabkan hilangnya elektrolit yang dapat membahayakan janin.

 

Kalau Ibu berkeringat sangat banyak, minumlah lebih banyak cairan. Selain ‘air putih’, bisa juga mengonsumsi minuman lain, seperti susu, jus, dan sebagainya, yang akan menggantikan elektrolit yang hilang. Jangan sampai terasa sangat haus, karena itu berarti tubuh sudah mengalami dehidrasi. Minumlah segelas air setiap kali minum secara teratur sepanjang hari.

Bila ibu hamil menyadari bahwa dalam proses kehamilan terjadi berbagai perubahan dalam tubuh, maka sebaiknya rasa panas yang menerpa tubuh juga bisa dimaklumi. Anggaplah itu sebagai ‘kesatuan paket kehamilan’ yang harus dijalani, sebelum bayi mungil yang Ibu nantikan lahir dengan selamat dengan mengikuti saran di atas. Apabila Ibu mengalami kendala, Ibu dapat berkonsultasi lebih lanjut dengan dokter.