Share Like
Simpan

Tahukah, Ibu? Apa lokasi terbaik bagi si Kecil untuk mendapatkan teman, selain di sekolah dan rumah? Bagi saya, jawabannya adalah taman atau tempat bermain. Tidak diragukan lagi, Bu. Taman bermain adalah lingkungan yang sangat berpotensial baginya untuk membuka diri dan mengenal anak lain di sekitarnya.

Inilah salah satu alasan mengapa saya sering mengajak si Kecil bermain di taman. Jadi, awalnya begini, Bu. Ia waktu itu merasa suka malu-malu saat berkenalan dengan anak seusianya. Suatu ketika, terbesit di pikiran saya untuk mendorong si Kecil berkenalan dengan anak lain. Tidak cukup sampai di situ, saya pun berpikir untuk mengajarkannya juga tentang nilai-nilai sosial, seperti empati dan berbagi

Nah, akhirnya saya pun memutuskan untuk mengajaknya bermain bola di taman. Pertimbangannya, permainan ini mudah dan digemari oleh semua anak. Selain itu, bermain bola pun membutuhkan kerja sama tim dan kekompakan sehingga si Kecil jadi bisa berinteraksi lebih banyak dengan teman barunya.

Ibu ingin mengikuti cara saya juga? Yuk, simak langkah-langkahnya:

Perlengkapan

  1. Bola plastik atau bola sepak yang berukuran sedang
  2. Handuk kecil
  3. Air minum
  4. Kamera (atau smartphone Ibu)

Cara bermain

  1. Pertama-tama, cari tempat bermain yang banyak anak-anak seusianya di dekat rumah.
  2. Ajak si Kecil main bola dulu berdua. Ibu bisa memulainya dengan memintanya menendang balik bola yang ditendang pelan ke arahnya.
  3. Kalau sudah, dorong ia mengajak anak lain seusianya di sekitar untuk bermain bola. Jika ia merasa sangat malu dan takut, baiknya jangan dipaksakan, ya.
  4. Jika di taman banyak ibu lain yang sedang bermain dengan anaknya, yuk berkenalan dengan mereka, Bu. Lalu, ajak anak mereka untuk bermain bola dengan si Kecil.
  5. Setelah mengumpulkan anak-anak, langkah selanjutnya adalah membagi tim. Usahakan agar tim yang dibagi seimbang. Misalnya, masing-masing memiliki anggota tim yang jumlahnya sama, serta ukuran tubuh yang seimbang. Pastikan setiap tim memiliki anggota yang bertubuh besar dan bertubuh kecil.
  6. Selama permainan berlangsung jangan lupa memberikan teriakan penyemangat dan juga pujian ketika si Kecil berhasil mencetak gol ataupun menendang bola dengan benar. Setelah permainan selesai, gunakan handuk kecil untuk mengelap keringat dan berikan ia air minum untuk menggantikan cairan tubuhnya yang hilang.
  7. Dokumentasikan keseruan ia bermain bola bersama teman barunya. Selain dapat digunakan untuk kenang-kenangan di masa mendatang, ini juga berguna untuk mengabadikan momen tumbuh kembang si Kecil, Bu.

Melalui permainan bola, keberanian dan rasa percaya diri si Kecil dapat terasah. Ya, apalagi berkenalan dengan teman-teman barunya tentu membutuhkan keberanian dan rasa percaya diri tinggi dari si Kecil. Di sinilah, ia berkesempatan membuat sebuah pencapaian yang besar dalam perkembangan sosial dan emosionalnya. Bermain bersama juga dapat mengajarkannya bermurah hati dan berempati ketika harus mengoper bola pada teman satu tim.

Menarik sekali ya, Bu. Ternyata bermain bersama mempunyai manfaat yang tak kalah penting dalam mendukung proses tumbuh kembangnya saat ini. Apalagi, di usia 4-6 tahun ini, kemampuan berimajinasi dan berkreasinya sedang berkembang pesat. Oleh sebab itu, bermain bersama teman-temannya dapat menjadi salah satu cara untuk mengembangkan kemampuannya tersebut lebih jauh lagi.

Selain melalui bimbingan Ibu, si Kecil tentu juga membutuhkan peran asupan nutrisi yang seimbang untuk mendukung proses kreasinya. Salah satunya, bisa dengan memenuhi kebutuhan vitaminnya setiap hari, Bu. 

Inilah sebabnya, secara rutin saya memberikan ia Frisian Flag Karya Suprima sebanyak 3 kali sehari. susu Frisian Flag Karya Suprima ini diperkaya denganTubuhnya makin sehat dan kuat, aktivitas berkreasinya pun bisa semakin optimal!

Bagaimana? Permainan di atas cukup mudah untuk dilakukan bersama si Kecil, bukan? Semoga artikel ini membantu ya, Bu.