Share Like
Simpan

Memasuki usia 3-4 tahun biasanya si Kecil sudah mulai mempertanyakan darimana mereka berasal, mengapa Tante Dini perutnya membesar – karena tengah hamil, bagaimana Tante Rina bisa punya bayi? Ibu tidak perlu bingung, jelaskan saja apa yang terjadi, dengan bahasa mereka tentunya.

Adalah sebuah hal alami jika si Kecil mulai bertanya-tanya tentang bentuk tubuhnya, tubuh Ibu atau saudara perempuannya. Mengapa tubuhnya berbeda dengan tubuh adiknya, mengapa Ibu memiliki payudara, mengapa dari perut tantenya ‘keluar’ bayi, dan hal lainnya. Kebanyakan orang tua merasa jengah jika harus menjelaskan hal ini kepada anaknya. Cobalah untuk tetap rileks dan menjawab setiap pertanyaan si Kecil dengan tenang, meskipun Ibu mungkin merasa sedikit malu untuk menjelaskannya.

Berikan jawaban yang singkat dan sederhana. “Ibu, aku berasal darimana?”, “Kakak berasal dari perut Ibu, kakak tumbuh di dalam perut Ibu sampai kemudian kakak lahir.” Si Kecil mungkin tidak cukup puas dengan satu pertanyaan dan satu jawaban. Jawablah setiap pertanyannya, tetapi jangan memberikan penjelasan yang berlebihan. Ibu juga sebaiknya tidak menanggapi pertanyaan si Kecil dengan membentaknya “Kenapa kamu bertanya tentang itu?”atau menghindarinya “nanti saja kita bicarakan hal itu ya nak”. Hal ini akan membuat si Kecil berpikiran bahwa bertanya hal yang berkaitan dengan seks merupakan hal yang tabu dan tidak baik. Akan lebih baik jika Ibu menanggapinya dengan “wah itu pertanyaan yang bagus, sini Ibu jelaskan”.

Seberapa banyak Ibu perlu menjelaskan? Jika si Kecil terlihat puas dengan jawaban yang Ibu berikan, sudahi, tidak perlu menjelaskan lebih jauh. Misalnya si Kecil bertanya mengapa alat kelaminnya berbeda dengan adik perempuannya? Ibu bisa menjawab seperti berikut: anak laki-laki memiliki alat kelamin yang namanya penis dan terletak/terlihat dari luar, sedangkan alat kelamin perempuan adalah vagina yang letaknya ada di dalam, tidak terlihat dari luar.

Kita tentu saja tidak pernah tahu kapan dan dimana si Kecil akan mencetuskan pertanyaan terkait masalah seksual. Jika hal ini terjadi ketika Ibu dan si Kecil sedang berbelanja bulanan di supermarket atau di tempat umum lainnya, Ibu bisa menjelaskannya dengan suara pelan dan memberitahukan padanya bahwa hal-hal pribadi seperti itu sebaiknya dibicarakan di rumah, bukan di tempat umum.

Hal penting yang juga perlu diajarkan adalah mengenai privasi. Ajarkan si Kecil untuk selalu terlebih dahulu mengetuk pintu ketika akan masuk ke kamar Ayah-Ibu. Juga sebaliknya, biasakan untuk selalu mengetuk pintu waktu akan masuk ke kamar si Kecil. Si Kecil juga perlu diajari bahwa bagian tubuhnya yang pribadi tidak boleh disentuh oleh sembarangan orang dan tidak ada yang boleh memegangnya selain Ibu, Ayah, dokter/perawat, dan itu pun hanya untuk membantunya membersihkan diri setelah dari toilet atau ketika memeriksa kesehatannya.

Memberikan penjelasan tentang seks tidak harus selalu didahului oleh pertanyaan si Kecil. Ibu bisa saja menjelaskannya dalam suasana yang tepat, misalnya ketika memandikan si Kecil. Mungkin ada baiknya Ibu mempersiapkan dan membekali diri dengan pengetahuan seks sebelum si Kecil mulai bertanya-tanya. Bicarakan hal ini dengan pasangan. Berlatih tanya jawab dengan pasangan, merupakan strategi yang bisa Ibu siapkan. Ayah dan Ibu pun bisa membaca berbagai buku tentang perkembangan anak yang kini banyak beredar di berbagai toko buku terkemuka. Jika diperlukan, Ayah dan Ibu dapat berkonsultasi lebih lanjut dengan pakar perkembangan anak mengenai hal ini.