Share Like
Simpan

Meditasi dipercayai dapat membantu tubuh dan pikiran mencapai keharmonisan dan keseimbangan. Meditasi juga dapat membuat Ibu merasa lebih rileks dan rasa lelah mereda, meningkatkan konsentrasi dan menyadari akan kekuatan alami tubuh Ibu. Lalu, apa manfaat meditasi bagi ibu hamil?

Melalui meditasi, Ibu akan merasa rileks sepenuhnya, sehingga semua fungsi tubuh akan bekerja lebih mudah karena dapat membantu memperlancar peredaran darah yang membawa nutrisi dan oksigen untuk si Kecil dan tubuh Ibu. Demikian pula dengan sistem pernapasan Ibu akan menjadi lebih teratur dan dalam, dan tentu hal ini bermanfaat bagi tubuh Ibu dan si Kecil. Selain itu, pikiran Ibu menjadi lebih terbuka dan terpusat pada si Kecil, serta menjalin ikatan batin yang lebih kuat.

Meditasi tidak hanya dapat dilakukan oleh Ibu saja, lho! Ayah pun juga dapat melakukan meditasi bersama Ibu. Dalam meditasi, Ayah dapat merasakan kehadiran si Kecil dalam rahim Ibu, sehingga hubungan dengan si Kecil dalam rahim Ibu dapat terjalin lebih kuat. Jadi, ajak Ayah untuk berlatih meditasi bersama, ya, Bu karena banyak manfaat yang dapat dipetik dari kebersamaan ini. Melalui meditasi, Ayah, Ibu, dan si Kecil dapat saling ‘mendengar’ sehingga terbentuk suatu keharmonisan hubungan keluarga.

Apa yang dilakukan selama meditasi? Meditasi menggunakan teknik relaksasi dalam pernapasan yang dapat menjadi suatu mediasi untuk membantu Ibu beradaptasi dengan berbagai stres emosional dan fisik selama kehamilan. Ibu akan diarahkan untuk berkonsentrasi dan fokus untuk melepaskan stres, meningkatkan rasa damai atau ketenangan, sehingga tekanan darah turun, detak jantung Ibu melambat dan membantu Ibu tidur lebih nyenyak dengan napas yang teratur dan dalam. Bagaimana caranya?

1. Meditasi dilakukan dengan duduk bersila, namun bila Ibu memasuki kehamilan trimester kedua dan sukar melakukan meditasi dengan posisi ini, Ibu dapat berbaring ke samping dengan kaki dan tungkai bertumpu pada bantal.


2. Bernapaslah secara perlahan melalui hidung dan mulut tetap tertutup. Rasakan bagian perut Ibu tertarik ke atas saat menarik napas dan udara memenuhi paru-paru hingga sekat rongga dada ikut mengembang. Tahanlah napas selama 1 detik sebelum menghembuskan napas melalui hidung dan hitunglah hingga hitungan keempat.


3. Fokuskan pikiran pada satu bagian otot bergantian sisi kiri dan kanan. mulai dari tangan kiri lalu yang kanan, lengan bawah kiri dan kanan, serta lengan atas kiri dan kanan, kemudian wajah , dada dan pundak, bagian perut, dan terakhir adalah kaki. Rasakan peregangan dan relaksasi tiap bagian otot. Teknik ini mungkin memerlukan 2 minggu hingga Ibu terbiasa dan mahir melakukannya.


4. Membayangkan suatu tempat yang tenang dan membuat hati Ibu damai seperti daerah pegunungan, pantai atau taman bunga yang indah.


5. Galilah imajinasi Ibu lebih dalam dengan merasakan sejuknya udara pegunungan atau aliran angin lembut pantai dan suara deru ombak atau harumnya wewangian bunga dari taman dan sebagainya.

Teknik meditasi ini memerlukan latihan. Semakin lama berlatih, maka Ibu akan terlepas dari tekanan dan stres serta mendapatkan ketenangan dan membantu Ibu untuk tidur lebih berkualitas.

Ibu dapat mengikuti kelas meditasi bagi ibu hamil terlebih dahulu untuk mempelajarinya. Sebelum memulai meditasi, Ibu bisa berdiskusi dengan tenaga medis untuk memastikan kondisi Ibu, serta memahami hal-hal yang perlu diperhatikan bagi ibu hamil saat meditasi.