Share Like
Simpan

Sebagai orang tua, Ibu tentu berharap si Kecil bisa tumbuh dengan kemampuan sosial yang baik. Ini sebabnya, Ibu rajin mencari tips mendidik anak dari berbagai sumber agar langkah yang Ibu terapkan semakin tepat. Namun, mendidik si Kecil agar memiliki kemampuan sosial yang bagus terbilang gampang-gampang susah, Bu. Seiring bertambahnya usia, anak biasanya mulai menyortir hal-hal yang ingin didengarnya. Ini membuatnya terkesan cuek dan tidak peduli pada lingkungan sekitar, termasuk ucapan Ibu. Jika sudah begini, Ibu tentu jadi bertanya-tanya ya, bagaimana caranya agar kata-kata Ibu didengar oleh si Kecil?

Nah, tak perlu khawatir, Bu. Kali ini, saya akan membagikan tipsnya untuk Ibu. Tips mendidik balita yang cuek ini saya dapat dari artikel di sebuah forum diskusi anak online beberapa waktu lalu. Simak selengkapnya, Bu!

  1. Curi Perhatian si Kecil

 

Seperti yang telah disebutkan di atas, di usia balita, si Kecil mulai menyortir hal-hal yang ingin didengar. Inilah sebabnya beberapa pesan dari Ibu ada yang ia terapkan dan ada yang tidak didengarkan. Tak perlu tersinggung, Bu. Menurut artikel yang saya baca, hal ini sebenarnya dialami setiap anak, kok. Oleh karena itu, Ibu hanya perlu menerapkan trik tersendiri untuk mencuri perhatian si Kecil supaya diperhatikan.

Misalnya, bila Ibu biasanya menyampaikan pesan dari jauh, kini mulailah mendekat kepadanya setiap hendak menyampaikan sesuatu. Lalu, Ibu bisa menyentuh lembut pundak dan punggung si Kecil saat berbicara. Dengan interaksi yang lebih intens seperti ini, kemungkinan si Kecil mendengar hal yang Ibu sampaikan semakin besar.

  1. Lakukan Kontak Mata

Selain mendekatkan diri Ibu ke si Kecil sembari memberikannya sentuhan, Ibu juga dianjurkan melakukan kontak mata saat berbicara. Di samping membantu anak lebih fokus mendengarkan, hal ini juga membuat Ibu lebih mudah menganalisa apakah si Kecil mengerti pesan yang disampaikan. Kadang, anak tidak menurut bukan karena ia cuek lho, melainkan belum mengerti apa yang Ibu instruksikan.

  1. Gunakan Kalimat yang Jelas dan Sederhana

Berbeda dengan orang dewasa, si Kecil tentu belum mengerti saat diajak berkomunikasi dengan kalimat yang terlalu panjang dan luas maknanya. Oleh karena itu, usahakan untuk selalu menggunakan kalimat yang sederhana dan jelas agar si Kecil bisa langsung memahami maksud Ibu. Contohnya, ketika Ibu hendak meminta balita kesayangan untuk membereskan kamarnya. Ketimbang berkata, “Sekarang, coba Adik bantu Ibu bereskan kamar,” akan lebih efektif bila Ibu berkata, “Sepatu ini tempatnya bukan di sini, Dik. Tolong letakkan ke rak sepatu, ya.” Dibanding kalimat pertama, kalimat kedua akan lebih mudah dicerna oleh si Kecil karena Ibu sudah memberitahu dengan jelas apa yang harus ia lakukan.

  1. Berikan Pesan yang Tegas

Hal berikutnya yang juga perlu Ibu perhatikan adalah cara menyampaikan pesan. Sebisa mungkin, sampaikan pesan Ibu dengan kalimat yang tegas, supaya balita memahami respon yang Ibu harapkan darinya. Misalnya, saat menyuruh anak untuk tidur, Ibu bisa mengatakan, “Hari sudah malam. Adik harus tidur sekarang, ya.” Hindari mengucapkan kalimat yang mengandung pilihan dan membuat si Kecil sulit memahami keinginan Ibu seperti, “Bisa nggak Adik berhenti bermain? Hari sudah malam.” Kalimat semacam ini akan membuat si Kecil bingung, apakah sebenarnya ia harus segera tidur atau Ibu masih memperbolehkannya bermain.

  1. Berikan Penguatan pada Pesan

 

Supaya si Kecil lebih paham apa yang Ibu inginkan, iringi pesan yang Ibu sampaikan dengan tindakan penguat. Contohnya, bila Ibu meminta balita kesayangan untuk segera tidur, setelah menyuruh si Kecil naik ke ranjang, Ibu bisa mematikan lampu utama dan menyalakan lampu tidur. Contoh lain, bila Ibu meminta si Kecil untuk segera turun dari tangga, setelah memintanya secara lisan, Ibu bisa mendekat ke arahnya dan menuntun ia menuruni tangga. Tindakan penguat ini penting, supaya si Kecil memahami bahwa Ibu benar-benar menginginkan ia melakukan instruksi tersebut.

  1. Buat si Kecil Termotivasi

Seperti halnya kita, si Kecil juga tentu kurang termotivasi untuk menuruti instruksi bila penyampaiannya kurang baik, misalnya berteriak, membentak, dan sebagainya. Oleh karena itu, sampaikan setiap pesan ataupun instruksi dengan cara dan intonasi yang tepat ya, Bu. Selain itu, ingat pula untuk mengapresiasi si Kecil dengan pujian, pelukan, maupun ciuman setiap kali ia selesai melakukan instruksi dari Ibu. Dengan begitu, si Kecil akan termotivasi untuk menurut dan Ibu semakin mudah membentuk karakter anak.

Bagaimana, Bu? Tak sulit bukan, melakukannya? Selain itu, berusahalah konsisten melakukan langkah-langkah tadi setiap hari, Bu. Dengan begini, si Kecil akan terbiasa untuk memerhatikan setiap instruksi dan ucapan Ibu. Semoga tips mendidik anak cuek yang saya bagikan di atas bermanfaat ya, Bu. Selamat mencoba!