Share Like
Simpan

Melihat anak-anak bertingkah genit dengan lawan jenisnya, tentu sangat menggemaskan ya, Bu? Saya juga pernah punya pengalaman yang serupa, Bu. Dulu, ketika saya sedang bermain bersama si Kecil di taman, tiba-tiba ada anak perempuan seusianya yang menghampiri sambil tersenyum malu.

Rupanya, ia adalah murid baru di TK si Kecil. Keesokan harinya saat saya menjemput ia pulang, wali kelasnya menghampiri saya dan bercerita bahwa anak saya memiliki banyak penggemar di kelas. "Wah, kenapa kamu ngga cerita, Nak?" pikir saya saat itu juga.

Oh, pantas saja akhir-akhir ini si Kecil bertingkah aneh setiap kali bertemu dengan perempuan seusianya. Mungkin ia merasa agak cemas ya setiap didekati anak perempuan. Lucu sekali, Bu melihatnya.

Seorang profesor pendidikan psikologi di Universitas Nebraska, Dr. Jane C. Conoley, mengatakan bahwa ada sebuah anggapan di antara para orang tua bahwa saat ini, anak perempuan jauh lebih agresif mengejar anak laki-laki. Hal ini ternyata dapat juga dikaitkan dengan perbedaan masa pubertas anak laki-laki dan perempuan.

Tertariknya anak pada lawan jenis menunjukkan bahwa betapa cepat ia menjadi dewasa dalam lingkungan sosialnya. Ketika anak lain hanya tertarik bermain dengan sesama jenis, ia sudah berani mengembangkan kemampuan bersosialisasinya dengan mendekati lawan jenis.

 

Penyebabnya 

Tingkah anak yang genit saat berada lawan jenisnya merupakan salah satu bukti kalau si Kecil sudah berkembang pesat, Bu. Ini artinya, ia sudah bisa membedakan mana yang laki-laki dan mana yang perempuan.

Awal dari perkembangan ini biasanya terjadi saat ia memasuki usia 2 tahun, di mana anak akan mulai merasa familiar dengan tubuhnya. Sebagai sebuah proses pembelajaran, anak akan mulai penasaran dan tertarik dengan tubuh orang lain, baik sesama anak-anak maupun orang dewasa. Pada saat ini juga anak-anak akan menyadari bahwa terdapat perbedaan antara tubuh perempuan, laki-laki, anak-anak, dan dewasa.

Memasuki usia 3 tahun, anak telah mampu membedakan dengan jelas mana laki-laki dan mana perempuan. Di usianya ini juga anak akan mampu mengidentifikasi orang-orang yang ada di televisi, foto, dan boneka apakah yang dilihatnya adalah seorang perempuan atau laki-laki. Hal tersebut mampu ia jelaskan dengan baik pada orang dewasa.

Hal yang Wajar 

Kondisi anak yang mulai tertarik dengan lawan jenisnya memang merupakan hal yang wajar, Bu. Ketertarikan jenis ini adalah salah satu tahapan dalam perkembangan psikoseksual anak.

Ketika anak menunjukkan ketertarikan pada lawan jenis dapat diartikan bahwa pemahaman kognitifnya sedang dalam mengalami perkembangan. Anak tersebut sudah bisa memahami dengan jelas perbedaan jenis kelamin, mana perempuan dan mana laki-laki. Seperti yang dijelaskan di awal tadi.

Peran orang tua dalam tahap perkembangan psikoseksual anak sangat besar. Hal tersebut diperjelas dengan pendapat Sigmund Freud, seorang ahli psikologi anak, bahwa wujud perilaku psikoseksual setiap anak berbeda-beda. Setiap wujud perilaku tersebut tergantung pada faktor genetik dan juga pengaruh lingkungan tempat anak itu tinggal. Jadi, kita harus pintar memilah mana yang seharusnya diajarkan pada si Kecil.

Ketertarikan ini tidak hanya berbentuk langsung mendekati lawan jenisnya lho, Bu. Namun, juga ketika si Kecil sudah bisa mengemukakan pendapatnya tentang fisik orang lain. Misalnya, saat anak saya berbisik sambil malu-malu mengatakan anak perempuan yang berada di seberang kami cantik. Atau saat ia sangat antusias setiap teman saya yang seorang model majalah berkunjung ke rumah.

Perilaku tertariknya anak pada lawan jenis memang membuat perasaan kita campur aduk ya, Bu, antara ingin tertawa geli, gemas, dan juga khawatir. Namun, yang terpenting adalah kita sebagai orang tua harus dapat mengarahkan perilakunya ini ke arah yang benar, sehingga saat dewasa nanti ia bisa menjadi individu yang memiliki moral baik.