Share Like
Simpan

Membedakan apakah si Kecil telah berubah “terlalu manja” atau tidak, bukan hal mudah. Memanjakan anak bisa berarti “terlalu memperturuti” atau “terlalu melindungi”. Penyebab utamanya justru berasal dari orang tua. Anak diperlakukan terus menerus sebagai anak kecil (meski bukan batita lagi) yang dibiarkan merajuk, seperti menendang dan berteriak-teriak, menggigit anak lain, atau tidak mampu mengemukakan pikiran dan perasaannya dengan cara yang pantas. Menurut Peter A. Gorski, MD, Direktur ‘Lawton and Rhea Chiles Center for Healthy Mothers and Babies’, keadaan seperti itu merupakan suatu tanda anak-anak tidak yakin dengan diri mereka.

Kenali tiga tanda-tanda Ibu telah memanjakan si Kecil:
• Selalu dituruti. Ibu bahkan rela membelikan makanan kesukaannya jika ia menolak makanannya, karena takut ia akan kelaparan. Menurut ahli perkembangan anak, tak mengapa bila anak berumur 5 tahun ngambek tak mau makan.
Tantrum. Kalau batita marah meledak-ledak, bisa dianggap sebagai cara untuk mengekspresikan perasaannya. Namun, tidak bagi anak umur 5-6 tahun, karena itu bisa dianggap sifat yang manja.
• Sangat bergantung pada orang tua. Semakin bertambahnya umur, si Kecil harus belajar merasa nyaman dengan orang lain, selain harus belajar mandiri.

Namun, jangan lantas menganggap sifat anak yang meledak-ledak sebagai sifat manja. Sifat itu merupakan bagian perkembangan yang normal. Hanya saja, Ibu tetap harus menetapkan batasan-batasan atau jangan mudah menyerah pada keinginan si Kecil.

Batasan manja tidak bisa diterapkan bagi bayi. David Elkind, ahli perkembangan anak dari Tufts University, menjelaskan, bayi menangis saat butuh sesuatu. Karenanya tak mungkin memanjakan mereka, selain memang tidak mungkin bayi manja. Bahkan bayi perlu dimanjakan agar selalu merasa tenteram.

Berdasarkan riset diketahui bayi-bayi yang memiliki orang tua yang cepat merespons keinginan atau tangisan mereka akan lebih bahagia dan mandiri pada saat berumur setahun. Mereka belajar bahwa orang tua selalu ada pada saat mereka membutuhkan bantuan.

Mengajarkan anak sejak dini dalam segala hal akan sangat membantu anak menjadi lebih mandiri dan tidak manja. Saran-saran berikut ini bisa Ibu ikuti agar si Kecil tidak telanjur manja:
• Tetapkan standar keamanan. Misalnya, larangan untuk memegang saklar listrik dan kompor panas, cara menyeberang jalan yang aman, atau jangan bermain gunting/pisau.
• Ajarkan sikap dalam bersosialisasi. Ucapan “tolong” dan “terima kasih” harus diingatkan berulang-ulang.
• Jelaskan tentang perilaku yang baik. Anak-anak yang semakin besar bisa diajak duduk bersama untuk membicarakan apa pun.
• Ibu tetap kalem. Kalau Ibu marah-marah di depan si Kecil, hal itu tidak akan mengajarkan perilaku yang baik.
• Tetap konsisten. Beri ketegasan tentang suatu hal tanpa perlu diulang-ulang. Jelaskan bahwa segala sesuatu ada konsekuensinya.

Sekali satu peraturan ditetapkan, hormati itu dengan cara menegakkannya. Semakin dini hal itu dilakukan, maka akan menghasilkan yang terbaik. Dan yang penting, Ibu tetap menjaga keseimbangan antara kebebasan dan batasan-batasan yang berlaku.