Whatsapp Share Like Simpan

Manfaat yodium sangat bisa membantu untuk tumbuh kembang si Kecil semakin optimal. Oleh karena itu Ibu harus cermat dalam memenuhi kebutuhan nutrisinya. Salah satunya adalah dengan memberikan ia makanan yang mengandung Yodium. Walaupun identik dengan garam dapur, salah satu mineral ini bisa didapatkan dari sumber lain, Bu. Apa manfaat yodium bagi si Kecil? Yuk, kita kenali bersama!

Apa itu Yodium?

Yodium adalah sejenis mineral yang banyak terkandung di dalam air laut maupun tumbuhan serta hewan di dalamnya. Mineral ini penting bagi kesehatan, tidak terkecuali bagi kesehatan balita. Sayangnya, Yodium tidak dihasilkan sendiri oleh tubuh kita. Itu sebabnya, kita harus memenuhi kebutuhan mineral ini melalui asupan dari sumber makanan.

Apa Saja Manfaat Yodium?

Menurut artikel kesehatan anak yang pernah saya baca, manfaat Yodium sangat penting untuk membantu tumbuh kembang si Kecil, khususnya perkembangan otak dan kemampuan berpikir. Ketika si Kecil sudah bersekolah nanti, manfaat Yodium juga memiliki peran penting yang bisa memengaruhi prestasinya di sekolah lho, Bu.

Selain itu, manfaat yodium merupakan salah satu komponen penting dalam menjaga kelenjar tiroid atau kelenjar gondok. Kelenjar ini berfungsi untuk mendukung pertumbuhan dan mempercepat metabolisme energi si Kecil. Asupan manfaat Yodium yang cukup dapat meminimalisir risiko ia terserang penyakit gondok akibat kelenjar tiroid yang membengkak.

Hormon tiroid juga penting dalam menunjang tumbuh kembang. Hormon ini mendorong pertumbuhan tulang dan otak bayi. Mengingat ada berbagai peran penting hormon tiroid dalam tubuh.

Artikel Sejenis

Darimana Yodium Bisa Didapatkan?

Yodium bisa didapat dari berbagai asupan sumber makanan. Memang, yang sering kali kita dengar Yodium banyak terkandung di dalam garam dapur yang suka Ibu gunakan untuk memasak sehari-hari. Namun, tak hanya itu saja, Bu. Ada juga sumber makanan lain yang juga kaya akan Yodium. Rumput laut misalnya.

Ya, rumput laut dipercaya mengandung Yodium sangat tinggi, yang dapat memenuhi 500% kebutuhan manusia akan mineral ini. Selain itu, menu seafood, seperti kerang, udang, kepiting, tuna, dan salmon juga mengandung mineral ini, Bu. Jika si Kecil tidak bisa menyantap seafood, asupan Yodium juga bisa didapat dari telur bayam, kentang, susu sapi, pisang, kacang tanah, stroberi, dan bawang. Sebagai bahan perbandingan, segelas susu ditambah sebutir telur dapat mencukupi sekitar 50% kebutuhan Yodium untuk tubuh. Sedangkan, buah dan sayur mencukupi sekitar 20%.

Selain itu, makanan penuh manfaat yodium adalah ikan kod dan tuna. Ikan termasuk sumber yodium yang paling baik. Kandungan yodium pada ikan dapat berbeda-beda sesuai asalnya. Akan tetapi, mineral ini biasanya lebih banyak ditemukan pada ikan rendah lemak, seperti ikan kod atau ikan tuna. Sebagai gambaran, satu potong ikan kod berukuran sedang mengandung 230 mcg yodium. Kandungan yodium pada tuna mungkin jauh lebih kecil, yakni 17 mcg. Namun, jumlah ini bisa memenuhi sekitar 11% kebutuhan harian.

Daging ayam dan sapi juga termasuk sumber makanan kaya manfaat yodium. Daging ayam dan sapi mengandung berbagai vitamin serta mineral yang penting bagi tubuh, termasuk yodium. Dengan mengonsumsi satu potong daging ayam atau sapi berukuran kecil saja, Anda sudah mendapatkan asupan yodium sebanyak 10 mcg.

Meskipun tidak banyak, makanan ini bisa memenuhi 6% kebutuhan yodium Anda dalam sehari. Selain itu, Anda juga akan mendapatkan asupan protein, lemak, vitamin B kompleks, serta mineral terutama zinc, zat besi, dan fosfor.

Selain berbagai jenis ikan, Ibu juga bisa mendapatkan asupan yodium dari sumber sejenisnya seperti udang. Udang dan makanan laut kaya akan yodium karena mereka menyerap mineral yang ada dalam air laut. Bahan makanan ini mengandung 35 mcg yodium, atau setara dengan 23% kebutuhan orang dewasa dalam sehari. Tak hanya itu, udang juga dapat menyumbangkan zat gizi mikro lainnya seperti fosfor, selenium, dan vitamin B12.

Selain mineral fosfor dan kalsium, susu dan produk olahannya juga mengandung yodium. Dalam 200 mL susu sapi terkandung yodium sebanyak 50 – 100 mcg. Jumlah ini cukup untuk memenuhi 66% kebutuhan harian orang dewasa dalam sehari. Produk susu yang juga menjadi sumber yodium di antaranya yogurt, keju, dan es krim. Kandungan yodium pada yogurt kurang-lebih sama dengan bahan bakunya. Sementara pada keju, kandungan yodium tertinggi ada pada cottage cheese.

Dampak Kekurangan Yodium

Jika asupan yodium tidak terpenuhi, tubuh akan mengalami kekurangan yodium. Kondisi ini dapat menyebabkan beberapa hal seperti di bawah ini:

Penyakit gondok

Kurangnya asupan yodium dapat membuat hormon tiroid bekerja lebih keras dari biasanya, sehingga kelenjar tiroid dapat mengalami pembesaran. Kondisi ini dikenal dengan sebutan penyakit gondok. Gejala lain yang dapat muncul adalah sulit menelan, suara serak, batuk, dan sulit bernapas.

Penyakit hipotiroidisme

Kurangnya asupan yodium dapat menyebabkan hipotiroidisme. Ini adalah kondisi di mana kelenjar tiroid menjadi kurang aktif, sehingga tidak mampu memproduksi hormon tiroid dalam jumlah yang cukup.

Beberapa gejala hipotiroidisme adalah berat badan naik tanpa sebab yang jelas, tidak tahan terhadap suhu dingin, sulit berkonsentrasi, kulit kering, susah buang air besar, lemas, nyeri otot, serta terjadinya pembengkakan di beberapa bagian tubuh.

Pada wanita, hipotiroidisme bisa menimbulkan gejala-gejala tambahan, yaitu siklus menstruasi yang tidak teratur dan sulit untuk hamil.

Gangguan otak pada janin

Kekurangan yodium pada ibu hamil dapat menyebabkan gangguan pertumbuhan otak pada janin yang dikandungnya. Hal tersebut dapat membuat tumbuh kembang bayi terhambat, serta mengganggu perkembangan kognitif (kemampuan berpikir) dan motoriknya.

Bayi lahir dengan berat rendah

Selain menyebabkan kerusakan otak, kurangnya asupan yodium pada ibu hamil dapat menyebabkan bayi lahir dengan berat rendah atau lahir prematur.

Kanker tiroid

Kekurangan yodium dikaitkan dengan penyakit autoimun yang menyerang kelenjar tiroid. Kondisi ini merupakan salah satu faktor risiko terjadinya kanker tiroid.

Hal tersebut diperkuat oleh hasil sebuah penelitian yang menunjukkan bahwa kanker tiroid lebih banyak ditemukan pada orang-orang yang kekurangan asupan yodium dalam jangka panjang.

Jadi, kini Ibu sudah mengetahui bukan manfaat yodium untuk si Kecil? Jika saya boleh saran, sebaiknya usahakan agar kebutuhan Yodiumnya selalu terpenuhi ya, Bu. Hal ini dikarenakan manfaatnya yang dapat mendukung tumbuh kembang balita tetap optimal. Semoga informasi dari saya bermanfaat ya, Bu!

Penuhi kebutuhan yodium pada anak dengan beberapa cara berikut ini:

  • Pilihlah secara cermat, garam dapur yang Ibu gunakan untuk memasak. Pilih garam yang mengandung yodium.
  • Rutin mengonsumsi makanan laut, seperti ikan, kerang, cumi-cumi, dan rumput laut.
  • Konsumsi pula telur, susu, daging, apel, dan jeruk. Beberapa makanan tersebut juga mengandung yodium yang baik untuk tubuh.

Jika ibu memiliki pertanyaan lain seputar tumbuh kembang si Kecil, silakan berkunjung ke laman Tanya Pakar. Nantinya, para ahli sana akan membantu menjawab pertanyaan Ibu secara langsung. Untuk dapat menggunakan fitur tersebut, jangan lupa untuk registrasi terlebih dulu ya, Bu.

Ditinjau oleh: Yeni Novianti, S.Gz