Share Like
Simpan

Pada dasarnya, kegiatan makan dimulai sebagai sesuatu yang bersifat refleks dan kemudian berkembang menjadi tindakan yang dapat dikendalikan (fase faringeal dan esofageal dari menelan). Perkembangan keterampilan makan dimulai pada saat bayi baru lahir.

Refleks rooting adalah gerakan di mana bayi akan menoleh ke arah sentuhan di daerah mulut, bibir, pipi, atau dagu, dan mulutnya akan terbuka. Refleks ini memberi kemampuan bayi untuk mencari, menemukan dan menempel pada puting susu. Setelah itu, terjadi refleks suck and swallow di mana gerakan menghisap dimulai. Saat cairan masuk ke dalam mulut, lidah memindahkannya ke bagian belakang mulut untuk ditelan.
Refleks menjulurkan lidah (tongue thrust) membuat bayi menjulurkan lidahnya keluar untuk menyusu dari puting susu atau botol, tapi belum bisa dari sendok atau gelas. Jika makanan dipaksakan masuk, maka akan timbul refleks muntah, sehingga makanan terdorong kembali keluar.

Setelah usia 6 bulan, refleks tongue thrust dan refleks rooting mulai berkurang, dan makanan padat yang masuk ke bagian dalam mulutnya tidak akan dimuntahkan lagi. Bayi juga akan segera membuka mulutnya ketika melihat sendok mendekat.

Gerakan mengunyah mulai berkembang pada usia 7-9 bulan. Pada usia 9-12 bulan, keterampilan mengunyah semakin sempurna dibarengi dengan kemampuan memegang benda dengan jari. Selanjutnya pada usia 6-18 bulan, kekuatan, koordinasi, dan kontrol dari struktur mulut ini menjadi dasar dari kegiatan makan, seperti menghisap, menelan, menggigit dan mengunyah.

Sangat penting memberikan stimulasi oromotor (oral motor) pada bayi agar ia bisa makan dengan cara yang benar. Oromotor didefinisikan sebagai sistem gerak otot yang mencakup area rongga mulut termasuk rahang, gigi, lidah, langit-langit, bibir dan pipi. Kematangan oromotor umumnya terjadi pada usia 4-6 bulan, dan dilanjutkan dengan pemberian stimulasi untuk mengembangkannya. Perkembangan oromotor ini diperlukan untuk mendukung kemampuan makan dan juga kemampuan bicara anak. Karena itu, orangtua sebaiknya memiliki pengetahuan mengenai perkembangan oromotor bayi sehingga dapat mengenali bila terjadi gangguan perkembangan oromotor dan melakukan tindakan yang tepat untuk mengatasinya, termasuk berkonsultasi dengan dokter.