Share Like
Simpan

Banyak orang tua yang merasa ingin memasukkan anaknya ke kursus musik di usia belia, apalagi bila si Kecil sejak usia bayi telah menunjukkan tanda-tanda bahwa ia punya minat/bakat musik. Namun, les musik secara formal yang diberikan terlalu dini, dimana anak sebenarnya belum siap secara fisik maupun psikologis, justru akan membuat si Kecil sulit menangkap materi pelajaran musik yang diberikan dan mengakibatkan ia merasa dipaksa (belajar musik), bahkan akhirnya menjadi benci musik. Jadi, berapakah usia yang tepat bagi seorang anak untuk mulai belajar musik?

Banyak penelitian yang menemukan bahwa musik memberikan banyak manfaat bagi perkembangan otak si Kecil, bahkan sejak ia masih di dalam kandungan ibunya. Dari sebuah studi musik yang dilakukan selama 10 tahun di UCLA oleh Prof. Dr. James Catterall yang melibatkan 25.000 pelajar, ternyata semua pelajar tersebut memiliki nilai akademis lebih ttinggi dibandingkan dengan yang tidak pernah terlibat musik. Sedangkan Cherylann Bellavia, penulis buku ‘An Age-by-Age Guide to the Best Start in Music Education’, menyatakan, bahkan usia 6 bulan pun, paparan musik secara teratur memiliki dampak positif. Banyak studi juga menunjukkan musik dapat mengembangkan atau meningkatkan kemampuan anak, membantu memahami konsep matematika, membantu perkembangan keterampilan motorik, serta membantu membangun rasa percaya diri.

Respons terhadap musik yang terbaik adalah saat si Kecil berusia kisaran usia 1 tahun hingga 3 tahun, apalagi ia diperkenalkan secara aktif. Mendengarkan lagu secara pasif, misalnya di dalam mobil, juga bisa menimbulkan respons positif. Cobalah ajak si Kecil untuk berbaris, bertepuk tangan, dan bergoyang sesuai irama. Tentu sangat menyenangkan saat Ibu mendengar gelak tawanya yang lucu.

Dengan melakukan eksplorasi melalui berbagai suara yang ditimbulkan dari berbagai instrumen, si Kecil akan belajar untuk menyukai musik dibandingkan bila harus berlatih secara formal terlebih dahulu.

Si Kecil dapat memulai les musik secara formal pada usia dini, yaitu 3 tahun, saat bagian otak untuk belajar musik ‘sudah matang’. Studi di University of California memaparkan, pelajaran musik yang dimulai pada usia 3 tahun dapat meningkatkan kekuatan otak. Namun kadangkala guru piano lebih menganjurkan hingga si Kecil berusia 5 tahun, yakni saat jari jemarinya sudah lebih besar dan lebih siap duduk diam berkonsentrasi.

Bila Ibu sudah melihat dan yakin si Kecil siap untuk menerima pelajaran musik secara formal, instrumen awal yang paling baik untuk memulainya adalah piano. Gerakan jari jemarinya pada piano tidak serumit pada gitar atau biola. Pada usia ini yang paling penting adalah si Kecil enjoy akan apa yang dilakukannya. Pastikan instruktur atau guru musiknya bersikap sangat baik terhadap dirinya dan membuat pelajaran musik menjadi pelajaran menyenangkan bagi si Kecil.