Share Like
Simpan

Bayi telah mampu merasakan bunyi sejak masih dalam kandungan. Janin mulai peka terhadap rangsang bunyi sejak usia kehamilan 28 minggu, pada usia kehamilan 33 minggu respon terhadap bunyi telah lebih terarah, dan pada usia kehamilan 36 minggu janin sudah dapat menunjukkan respon stres terhadap bunyi keras seperti peningkatan denyut jantung dan gelisah. Bayi yang baru lahir sampai berusia 6 bulan sudah mampu membedakan bunyi satu dengan lainnya, kemudian kemampuan tersebut akan menjadi normal ketika mencapai usia 1 tahun dan terus berkembang menjadi dewasa sejak usia 5 tahun.

Dalam beberapa penelitian, pada saat bayi di dalam kandungan, paparan suara keras yang terus-menerus diketahui dapat menyebabkan bayi yang lahir dengan gangguan pendengaran, bayi lahir cacat, bayi berat lahir rendah, dan bayi lahir prematur. Sementara pada bayi baru lahir, gangguan bising dapat menyebabkan kerusakan struktur alat pendengaran dan mengganggu tumbuh kembang.

Bayi rentan terhadap kerusakan pendengaran akibat suara bising karena tengkorak bayi masih tipis. Paparan suara bising dalam waktu lama atau suara sangat keras yang tiba-tiba dapat merusak komponen telinga bagian dalam, yang bertanggung jawab untuk pendengaran, seperti sel-sel telinga bagian dalam dan saraf-saraf pendengaran di telinga bagian dalam. Kerusakan pada sel-sel tersebut, meskipun hanya seperempatnya, dapat menyebabkan hilangnya pendengaran.

Bayi tidak dapat melindungi dirinya sendiri dari bunyi yang keras atau berbahaya, jadi Ibu sangat berperan untuk memberikan perlindungan dari kerusakan pendengaran si kecil. Memahami bunyi-bunyi yang tidak aman untuk si Buah Hati dapat membantu menjauhkannya dari bahaya, karena kerusakan pendengaran pada si Kecil dapat bersifat permanen, sehingga intervensi sedini mungkin sangat penting.

Bunda dapat membatasi sumber bunyi yang dapat didengar bayi. Badan Perlindungan Lingkungan Amerika Serikat telah membatasi bunyi yang aman bagi bayi adalah tidak melebihi 45 desibel. Sebaiknya bayi diperdengarkan bunyi-bunyian yang nyaman seperti musik pengantar tidur atau suara-suara alam. Hindari membawa si Kecil ke tempat ramai seperti acara musik atau restoran pada tahun pertama usianya. Jauhkan mainan yang bersuara keras atau kecilkan suara mainan. Jika Ibu khawatir si Kecil mungkin mengalami gangguan pendengaran, berkonsultasilah dengan dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut.