Share Like
Simpan

Pernahkah Ibu mengalami suatu kejadian di mana si Kecil marah besar? Secara psikologi, marah merupakan suatu hal yang baik karena emosi ini merupakan bentuk kejujuran terhadap apa yang seseorang rasakan terkait suatu hal. Dalam psikologi anak, marah lebih dikenal sebagai emosi sekunder (secondary emotion). Artinya, marah merupakan respons atas emosi primer (primary emotion) yang dalam hal ini merupakan reaksi atas emosi-emosi lain yang dialami sebelumnya.  

Marah adalah sebuah bentuk emosi yang kuat. Mungkin Ibu akan merasa khawatir ketika melihat si Kecil menunjukkan emosi tersebut. Akan tetapi, Ibu harus ingat bahwa sebenarnya emosi semacam itu tergolong normal dan umum. Rasa marah berkaitan dengan banyak hal maupun emosi yang telah terpendam dalam kurun waktu tertentu. Bila dianalogikan, ini mirip sebuah gunung berapi. Tekanan dari berbagai hal yang terus-menerus bertumpuk di dalam menyebabkan anak tak mampu lagi membendungnya sehingga ketika rasa yang bercampur aduk kian menekan, ia akan meledak. 

Memahami psikologi anak macam ini sangatlah penting, termasuk melihat penyebab kenapa si Kecil sampai marah besar.

a. Kesedihan 

Terkadang kesedihan anak dapat ditumpahkan dalam bentuk kemarahan. Beberapa faktor yang mungkin membuat seorang anak bersedih adalah melihat pertengkaran orang tua, perceraian, kepergian seseorang yang sangat dekat, tidak memiliki teman bermain, suasana dan lingkungan baru, kurangnya perhatian orang tua, dan lain sebagainya.

b. Ketakutan 

Anak bisa meluapkan ketakutannya dalam bentuk kemarahan. Beberapa hal yang menyebabkan ketakutan anak antara lain sakit, menjadi korban dari pelecehan fisik/seksual/emosi, dan lain sebagainya.

c. Frustrasi 

Tak dapat dipungkiri, frustasi dapat menjadi sumber kemarahan karena psikologi anak yang tertekan. Hal-hal yang mungkin menjadi pemicu rasa ini adalah prestasi di sekolah yang tak kunjung mengalami peningkatan, tak mampu beradaptasi dengan suatu keadaaan atau lingkungan sekitar, memiliki cacat fisik, adanya kompetisi antar saudara, dan sebagainya.

d. Rasa bersalah 

Secara psikologi, rasa bersalah dapat menyebabkan seorang anak marah. Beberapa hal yang mungkin membuat ia merasa bersalah antara lain merasa bertanggung jawab atas perceraian orang tua, kematian seseorang, menyakiti seseorang, dan lain sebagainnya.

e. Kekecewaan 

Beberapa hal yang mungkin membuat seorang anak kecewa antara lain tidak diundang teman, tidak terpilih dalam suatu aktivitas bersama, tidak memenangkan suatu kompetisi, nilai yang tidak bagus, dan sebagainya.

f. Kekhawatiran 

Secara psikologis hal yang dapat membuat seorang anak marah adalah rasa khawatir yang terus-menerus melanda. Rasa khawatir ini dapat disebabkan oleh kekhawatiran terhadap kondisi keluarga, kesehatan, kekerasan, kebimbangan, dan sebagainya.

g. Malu 

Anak bisa saja merasa malu sehingga dia menjadi marah. Beberapa rasa malu yang mungkin membuat si Kecil marah adalah perasaan bahwa ia adalah orang paling bodoh, ketidakmampuan beradaptasi, dan sebagainya.

h. Cemburu 

Kecemburuan adalah kondisi psikologi anak yang mudah dideteksi. Ini biasanya terjadi apabila ia merasa kurang mendapat perhatian dibanding saudara atau teman .

Demikian beberapa hal yang dapat memicu kemarahan anak. Dengan mengetahui beberapa penyebab kemarahan tersebut, Ibu dapat menemukan solusi untuk mengatasi kondisi psikologi anak saat marah dengan lebih baik lagi. Salam hangat untuk si Kecil!