Share Like
Simpan

Bu, masak apa hari ini? Selain menyiapkan hidangan untuk keluarga, jangan lupa juga membuat makanan bayi yang lezat untuk santapan si Kecil. Agar ia selalu menikmati hidangannya dan tidak merasa bosan, Ibu perlu menambahkan bumbu-bumbu yang dapat meningkatkan nafsu makan sekaligus baik untuk kesehatan.

Bumbu-bumbu ini aman dikonsumsi bayi yang sudah berusia 10 bulan, karena pada fase tersebut, sistem pencernaan si Kecil telah berkembang lebih sempurna dan kuat menerima berbagai variasi makanan. Apa saja bumbu yang bisa digunakan, dan manfaatnya buat si Kecil? Simak yang berikut ini:

  1. Bawang Putih Bawang putih merupakan bumbu yang banyak digunakan karena dapat menambah rasa sedap pada masakan, termasuk juga pada makanan bayi. Bumbu yang satu ini sangat cocok dicampurkan pada makanan bayi saat musim hujan, karena mampu menghangatkan tubuh dan juga mencegah terjadinya asma, batuk, serta pilek.
    Bumbu ini juga ampuh dalam mengatasi masalah pencernaan, karena dapat mengontrol dan mengurangi peradangan di perut serta lambung. Selain itu, bawang putih memiliki kandungan anti bakteri yang sangat ampuh melawan dan membunuh bakteri jahat di usus besar, serta memiliki kandungan anthelmintic yang mencegah berkembangnya cacing pita di dalam perut si Kecil.
    Saat pertama kali mencampurkan bumbu ini dalam makanan bayi, jangan gunakan lebih dari satu siung ya Bu, agar lidah si Kecil tidak kaget dengan rasanya yang kuat. Ibu juga perlu menghancurkannya hingga halus sebelum dicampur dengan bahan lainnya, agar si Kecil tidak menggigit potongan bawang putih yang memiliki rasa tajam.
  2. Daun Ketumbar Daun ketumbar yang dalam bahasa Inggris disebut dengan coriander, merupakan bumbu beraroma harum, sehingga dapat membangkitkan nafsu makan saat dicampur dalam masakan. Bumbu satu ini aman dicampurkan dalam makanan bayi, karena kaya akan antioksidan yang sangat baik untuk si Kecil. Daun ketumbar juga mengandung anti mikroba yang dapat mengontrol pertumbuhan bakteri dalam tubuh.
    Jika dikonsumsi secara teratur, bumbu ini bisa menekan racun yang masuk bersama dengan makanan. Penelitian yang dilakukan oleh Pandey, seorang farmakolog asal India pada tahun 2011, menyebutkan bahwa daun ketumbar dapat mengurangi risiko terkena penyakit akibat kerusakan ginjal, seperti jaundice (penyakit kuning) dan juga hepatitis.
    Agar manfaat bumbu ini lebih optimal, pastikan Ibu menggunakan daun ketumbar segar dan bukan bubuk. Pilihlah daun ketumbar yang berwarna hijau cerah tanpa bintik-bintik hitam dan jangan lupa mencucinya sebelum dicampurkan dalam makanan bayi.

Jika si Kecil kurang suka dengan rasa kedua bumbu ini, cobalah mengurangi takarannya dan sesuaikan dengan seleranya, Bu. Lama kelamaan lidah si Kecil pasti bisa menerima rasa tersebut dan ia pun akan semakin lahap menyantap kudapannya. Selamat memasak makanan bayi, Bu!