Share Like
Simpan

Memasuki usia prasekolah, si Kecil akan menjelma menjadi makhluk sosial. Si Kecil mulai belajar berbagi dan bekerja sama. Apa saja bekal yang bisa Ibu siapkan agar si Kecil mahir bersosialisasi?

Jika sebelumnya si Kecil asyik bermain paralel, bermain sendiri-sendiri meskipun berada dalam satu deretan meja dengan anak lainnya, maka saat memasuki usia 3-5 tahun, si Kecil akan mulai berinteraksi dengan teman yang berada di sampingnya. Si Kecil dan temannya sudah mulai pandai menyusun skenario bermain dan berbagi peran. “Ayo bermain rumah-rumahan, nanti aku yang masak ya, kamu pergi belanja membeli bahan-bahannya”.


Melalui permainan fantasi ini, si Kecil mencoba meniru kehidupan dan perilaku orang dewasa di sekitarnya. Hal ini akan membantunya membangun kemampuan bersosialisasi seperti bergiliran, bekerja sama, berkomunikasi dan memperhatikan orang di sekitarnya. Mengikutsertakan si Kecil ke dalam sebuah kelompok bermain atau taman kanak-kanak merupakan salah satu cara untuk mengasah dan mengembangkan kemampuan sosialnya. Tetapi jika Ibu memilih untuk tidak menerapkan pendidikan dini di sebuah kelompok bermain, Ibu bisa juga melatih keterampilan bersosial si Kecil dengan sering-sering mengajaknya berinteraksi dengan tetangga, menghadiri arisan yang dihadiri seluruh anggota keluarga atau teman-teman sekolah Ibu dulu yang memiliki anak sebaya dengan si Kecil.

Di usianya yang ketiga, si Kecil juga mulai semakin sensitif mengenai dampak dari hal yang dilakukannya terhadap perasaan dan emosi orang lain. Si Kecil akan terlihat seringkali tengah mengamati teman-temannya seolah sedang mencoba mempelajari bagaimana caranya berinteraksi dan masuk ke dalam situasi tertentu. Memasuki usia 4 tahun, si Kecil sudah mulai membedakan mana teman yang asyik diajak main, mana yang tidak. Pada umur 5 tahun, si Kecil semakin sosial dan seringkali lebih senang berkumpul dengan teman-teman sebayanya daripada dengan orang dewasa.

Bermain dan bergaul dengan sebaya merupakan aspek penting dari perkembangan sosial si Kecil. Sangat penting untuk membangun fondasi sosialisasi pada masa usia prasekolah ini untuk menghindari masalah sosial di kemudian hari. Cara si Kecil berinteraksi dengan temannya merupakan indikator fungsinya di masa dewasa nanti. Bantu si Kecil untuk memahami arti bergantian, berbagi dan saling menghargai agar kepompong kesayangan Ibu ini tumbuh menjadi kupu-kupu yang hubungan sosialnya berkembang dengan baik.