Share Like
Simpan

Sejak lebih dari 5.000 tahun lalu orang sudah menyukai cokelat. Sebelum cokelat dikonsumsi sebagai bahan makanan, awalnya cokelat digunakan sebagai obat oleh penduduk di Amerika Selatan. Berdasarkan riset terbaru terbukti bahwa makan cokelat bisa membantu menjaga kesehatan dan sirkulasi jantung pada usia lanjut. Para ahli dari Inggris juga menemukan bahwa makan cokelat dapat membantu mengencerkan darah, sehingga mengurangi risiko penggumpalan darah dan penyumbatan pembuluh darah.

Bahkan, hanya dengan mencium harum cokelat bisa membantu tubuh melawan flu. Senyawa antioksidan yang terdapat dalam cokelat dapat terserap ke dalam sel-sel otak dan diduga dapat melindungi otak dari kerusakan yang disebabkan penyakit-penyakit degeneratif, seperti Alzheimer.

Para dokter di ‘The British National Health Service’ juga menekankan manfaat cokelat untuk membantu mencegah batuk. Dengan mengonsumsi sebatang cokelat hitam (dark chocolate) yang memiliki kandungan theobromin, maka bisa membantu mengobati atau mengurangi batuk kronis.

Theobromin adalah suatu senyawa yang secara alami terdapat dalam susu, kelapa, dan cokelat hitam. Kadar theobromin berhubungan langsung dengan kandungan cocoa dalam cokelat. Kandungan theobromin dalam susu cokelat juga mampu menekan rasa gatal di tenggorokan akibat batuk. Itu sebabnya, saat minum susu cokelat, selain enak rasanya, dapat merelaksasikan otot-otot saluran udara dalam paru-paru.

Sebetulnya penemuan kandungan theobromin ini bukan hal baru. Theobromin dimanfaatkan karena efek stimulannya, seperti halnya kafein dalam kopi dan teofilin dalam teh. Namun, berbagai riset telah menunjukkan tentang penggunaan theobromin sebagai suatu cara baru. Theobromin dianggap lebih efektif dalam mengobati batuk dibandingkan kodein, yang sering digunakan dalam obat batuk.

Berdasarkan riset lain yang dilakukan oleh ‘The National Heart and Lung Institute’ London, theobromin juga diketahui dapat menghalangi saraf sensorik yang selanjutnya menghentikan refleks batuk. Daya stimulan yang dimiliki theobromin dapat merelaksasikan otot-otot saluran udara dalam paru, serta berpotensi menolong asma dan penyakit paru kronis.

Karena itu, untuk membantu menghentikan batuk kronis atau mengatasi serangan batuk tiba-tiba, disarankan makan cokelat hitam yang memiliki persentase kandungan cocoa yang tinggi sebagai penekan batuk. Hanya saja, masih diperlukan lebih banyak penelitian untuk membuktikan theobromin bisa digunakan untuk menyembuhkan batuk.

Walau demikian, saat ini dokter tidak menyarankan cokelat hitam sebagai pengganti obat batuk. Batuk yang menetap lebih dari seminggu harus diperiksakan ke dokter, karena bisa saja itu merupakan gejala pneumonia, bronkitis, asma, kanker paru, tuberkulosis, gagal jantung, atau berbagai masalah kesehatan lainnya yang memerlukan penangan lebih lanjut. Perlu pula diingat, theobromin tetap memiliki efek samping. Sebagaimana kafein dalam kopi, efek samping theobromin bisa menyebabkan susah/tidak dapat tidur, gemetaran, resah, gelisah, dan banyak kencing. Selain itu, efek samping yang bisa ditimbulkan yakni hilangnya nafsu makan, mual, muntah, atau sakit kepala.

Seperti nasihat yang sering kita dengar, jangan mengonsumsi apa pun dalam jumlah berlebih, termasuk cokelat hitam. Kandungan gula dan/atau kalori yang terkandung dalam sebatang cokelat bisa menyebabkan kenaikan berat badan, apalagi bila dikonsumsi dalam jumlah berlebih.