Whatsapp Share Like Simpan

Saat melihat buah hati tumbuh semakin lincah, pasti Ibu sudah nggak sabar mendengar ia mengucapkan kata-kata pertamanya, kan? Apalagi seiring usianya yang bertambah, perkembangan bahasa anak pasti semakin lancar. 

Mungkin Ibu bertanya-tanya, bagaimana caranya mengetahui perkembangan bahasa anak sejak dini? Apakah kemampuannya bisa dilihat setelah ia berusia 1 tahun? Ternyata Ibu bisa melihat perkembangan bahasa anak sesuai rentang usianya, sejak baru lahir hingga memasuki usia pra sekolah.

Tahap Perkembangan Bahasa Anak

Meskipun saat baru lahir si Kecil belum dapat mengutarakan kata-kata, tetapi perkembangan bahasanya ternyata sudah dimulai lho, Bu. Pada saat itu, si Kecil berusaha menjalin komunikasi dengan Ibu dan orang sekitarnya melalui tangisan, ekspresi wajah, dan gerakan badan. 

Setelah melewati fase bayi, perkembangan bahasa anak akan berlangsung lebih pesat. Secara umum, perkembangan bahasa anak dibagi menjadi dua tahap, antara lain: 

  1. Tahap pralinguistik

    Tahap ini berlangsung selama fase bayi 0-12 bulan. Si Kecil berusaha berkomunikasi dengan Ibu dan orang di sekitar dengan cara menangis, tertawa, menjerit, dan lain sebagainya. Kemampuan tersebut akan meningkat dengan bentuk komunikasi yang lebih verbal, yaitu ketika si Kecil sudah mulai bisa mengoceh meski kata-katanya belum terlalu jelas. 

    Artikel Sejenis

  2. Tahap linguistik

    Setelah tahap pralinguistik, si Kecil akan masuk ke tahap linguistik, yaitu tahap di mana si Kecil belajar berbicara. Pada tahap ini, umumnya si Kecil sudah bisa mengucapkan kata-kata dengan baik, hampir seperti orang dewasa. Si Kecil juga sudah bisa merangkai banyak kata dalam satu kalimat.

    Perlu Ibu ketahui, perkembangan bahasa anak yang paling pesat terjadi pada fase usia dini, yaitu sejak lahir sampai usianya 6 tahun. Maka dari itu, penting bagi Ibu untuk melihat kemampuan bahasa si Kecil dan menstimulasinya dengan lebih maksimal. 

Perkembangan Bahasa Anak Berdasarkan Usia

Berikut perkembangan bahasa anak berdasarkan tahapan usia, antara lain: 

  • Usia 0-12 bulan

    Perkembangan bahasa anak bisa Ibu lihat sejak ia lahir. Awalnya, si Kecil akan berkomunikasi dengan cara menangis. Misalnya, menangis karena ingin susu atau merasa nggak nyaman. Seiring usianya yang bertambah, perkembangan bahasa anak akan semakin meningkat. Sebagai contoh, si Kecil sudah dapat menanggapi ucapan Ibu dengan ekspresi wajah, mengeluarkan celotehan yang belum jelas (babbling), hingga mampu menunjuk ke arah yang diinginkan.

    Umumnya, perkembangan bahasa anak pada usia 10-12 bulan sudah terlihat dari celotehannya yang semakin banyak. Biasanya kata-kata yang pertama kali ia ucapkan adalah “ma… buu..” atau kata sederhana lainnya.

  • Usia 1-3 tahun

    Perkembangan bahasa anak setelah usianya 1 tahun ke atas akan semakin meningkat lho, Bu. Umumnya, si Kecil akan belajar memahami makna di balik instruksi sederhana, seperti “tepuk tangan”. Melansir laman resmi healthline.com, para ahli menyebut bahwa rata-rata bayi mengalami perkembangan bahasa yang sangat pesat pada usia 1-2 tahun. Pada tahap ini, si Kecil bisa mempelajari kata-kata baru setiap harinya. 

    Seiring pertambahan usianya, perkembangan bahasa anak akan semakin meningkat. Ibu bisa melihat tanda-tandanya ketika si Kecil mampu menjawab pertanyaan Ibu. Misalnya, saat Ibu bertanya “mau makan ini?”, si Kecil akan menjawab “iya” sambil mengangguk atau “nggak” sambil menggelengkan kepala. Si Kecil juga sudah bisa mengucapkan kalimat yang terdiri atas 2 kata atau lebih, seperti “mam kue” (makan kue), “patu” (apa itu), “ndak mau” (nggak mau), dan lain sebagainya. 

  • Usia 4-6 tahun

    Perkembangan bahasa anak akan terus meningkat seiring pertambahan usianya ya, Bu. Si Kecil akan memahami kosa kata yang lebih luas, bahkan pelan-pelan si Kecil juga akan belajar memahami konsep warna, bentuk, ukuran, rasa, tekstur, dan lain sebagainya. 

    Pada tahap awal usia ini, si Kecil mungkin akan senang berkomunikasi dengan Ibu, teman, atau boneka. Ia juga memiliki rasa ingin tahu yang besar lho,Bu, sehingga sering mengajukan berbagai pertanyaan, misalnya “apa ini?”, “kenapa ini?”, dan lain-lain.

    Saat usianya 4-5 tahun, perkembangan bahasa anak bisa saja hampir menyerupai orang dewasa nih, Bu. Umumnya, anak sudah bisa membedakan kata kerja dan kata ganti, seperti makan, minum, mandi, dan lain-lain. 

    Memasuki usia 5-6 tahun, perkembangan bahasa anak akan semakin kompleks, si Kecil sudah bisa memahami bahwa bahasa bukan cuma ucapan, tetapi mengandung makna yang lebih luas. Melalui bahasa, si Kecil dapat mengungkapkan keinginan, penolakan, kekaguman, rasa sayang, dan sebagainya. 

Ibu perlu mengetahui bahwa perkembangan bahasa anak merupakan salah satu tolak ukur tumbuh kembang yang ideal. Melalui kemampuan berbahasa, Ibu bisa mendeteksi keterlambatan atau gangguan tumbuh kembang si Kecil. Maka dari itu, penting bagi Ibu untuk mengetahui perkembangan bahasa si Kecil sejak dini dan mengasahnya dengan baik. 

Perkembangan bahasa anak juga berkaitan dengan kemampuan sosial dan emosionalnya lho, Bu. Supaya bisa mengetahui dengan pasti bagaimana kondisi sosial dan emosional si Kecil, Ibu bisa melakukan test Emo Meter yang dikembangkan oleh Psikolog Ligina Ayudia., M.Psi., dalam Akademi Keluarga Prima.

Akademi Keluarga Prima hadir untuk menemani keluarga prima sejak masa kehamilan hingga 6 tahun kehidupan si Kecil, sehingga banyak fitur-fitur bermanfaat yang bisa membantu Ibu untuk mengoptimalkan tumbuh kembang si Kecil, termasuk fitur Emo Meter karena kondisi sosial dan emosional anak akan mempengaruhi kesuksesannya saat dewasa. Yuk, coba fiturnya di sini

Yang tak kalah penting, Ibu juga tetap harus menyeimbangkan stimulasi dan asupan nutrisi prima untuk si Kecil, ya. Jika si Kecil masih berusia 0-12 bulan, sebaiknya Ibu tetap memenuhi kebutuhan gizinya dari ASI. Oleh karena itu, Ibu perlu meningkatkan kualitas ASI dengan mengonsumsi susu Frisian Flag PRIMAMUM karena mengandung 9 asam amino esensial (9AAE) lengkap dan 9 nutrisi penting lainnya untuk kebaikan Ibu dan si Kecil. 

Susu Frisian Flag PRIMAMUM juga diperkaya dengan tinggi asam folat, omega 3 (ALA), omega 6 (LA), serta tinggi DHA untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan sel otak si Kecil sejak dalam kandungan hingga masa menyusui. 

Susu Frisian Flag PRIMAMUM juga mengandung tinggi zat besi, tinggi zinc, dan sumber serat pangan inulin untuk mendukung daya tahan tubuh Ibu dan si Kecil. Ditambah kandungan tinggi kalsium dan tinggi vitamin C untuk mendukung pertumbuhan sel tubuh si Kecil. 

Frisian Flag PRIMAMUM termasuk susu dengan harga ekonomis dengan nutrisi lengkap yang dapat dikonsumsi oleh ibu hamil dan menyusui. Frisian Flag PRIMAMUM mengandung 180 kalori dan 9 gram protein dalam 1 gelasnya. Dengan mengonsumsi 2x sehari, Ibu sudah bisa mendapatkan 15% asupan energi dari Frisian Flag Primamum. Apalagi rasa cokelatnya lezat dan nggak bikin enek atau mual sehingga bisa membantu Ibu memenuhi kebutuhan gizi harian.

Ditinjau oleh: Yeni Novianti, S.Gz