Share Like
Simpan


Balita memerlukan nurtrisi yang lengkap, terutama pada masa tiga tahun pertama (Golden Years Period). Karena pada masa ini pertumbuhan otak berlangsung dengan cepat. Jika asupan nutrisinya berkurang, maka pertumbuhan otak ini menjadi terhambat. Lalu bagaimana cara mengolah dan menyimpan bahan makanan untuk balita, agar nutrisi di dalamnya tidak hilang?

Sayuran memang paling baik jika dimakan segera sesudah dipanen. Namun untuk jenis sayur tertentu seperti umbi, kentang dan biji-bijian dapat disimpan lebih lama pada suhu ruang.

Sayuran jenis terong, wortel, buncis dan ketimun dapat disimpan di ruangan yang sejuk. Sayuran jenis lain sebaiknya disimpan di dalam lemari pendingin. Penyimpanan pada suhu rendah (suhu lemari pendingin 50 C) dapat menghambat pertumbuhan mikroorganisme penyebab kerusakan, dan memperlambat proses metabolisme pangan sehingga sayur dapat disimpan lebih lama.

Namun, sebelum disimpan, sayuran daun harus dibungkus dengan plastik berpori (ada lubang-lubang) atau daun pisang untuk menghindari terjadinya penguapan dan kelayuan. Jagung manis dapat tetap segar jika disimpan tanpa dibuka kulitnya. Beberapa jenis vitamin dapat berkurang selama penyimpanan sayur di suhu dingin.

Buah dan sayur dapat juga disimpan beku. Buah yang akan dibekukan dapat dikemas dengan ditambahkan gula atau sirup untuk mencegah perubahan selama penyimpanan dan mempertahankan cita rasa dan warna. Untuk pembekuan sayuran, sebelumnya sayur dibersihkan, direbus sebentar dan ditambahkan garam untuk mempertahankan warna dan aroma lalu dikemas.

Sementara itu, daging segar hanya dapat tahan dalam waktu singkat di suhu ruang. Sedangkan ikan sangat mudah membusuk pada suhu lemari pendingin. Untuk masa simpan lebih lama, cara penyimpanan terbaik adalah di suhu beku. Sebelum disimpan beku, daging dan ikan dibersihkan lalu dikemas dalam wadah atau kantong.

Jika cara pembekuan tidak betul, maka kerusakan pangan yang dibekukan dapat terjadi. Buah dan sayur jika tidak dilindungi oleh gula atau larutan gula, garam akan lebih layu karena kehilangan air dari jaringan buah atau sayur.

Sedangkan cara pengolahan sayur yang baik untuk balita adalah direbus atau ditumis sebentar. Gunakan air perebus seminimal mungkin dan manfaatkan air perebusnya karena selama perebusan kandungan vitamin sayur yang larut air seperti vitamin B dan C akan terlarut. Semakin kecil potongan sayur, maka kemungkinan kehilangan kandungan vitamin akan terjadi.

Cara pengolahan ikan yang baik adalah dengan suhu pemanasan minimal dan tidak terlalu lama. Ikan seratnya pendek dan teksturnya lunak sehingga pemasakan hanya membutuhkan waktu sebentar, sehingga kandungan protein ikan dapat terjaga.

Daging yang diolah sesederhana mungkin dapat mempertahankan nilai gizinya. Makin panjang proses pengolahan seperti dendeng, abon dapat meningkatkan resiko kehilangan nilai gizi produk tersebut. Daging yang dicincang halus pada proses persiapan pengolahan harus diperhatikan. Setelah daging dicincang jangan dilakukan pencucian lagi karena protein daging yang bersifat larut dalam air menjadi hilang.

Siti Mutia Rahmawati, SKM., M.Si.

PERSAGI ?