Share Like
Simpan

Pernahkan Anda merasakan hidung tersumbat? Tentu sangat tidak nyaman. Bayi pun dapat mengalami hidung tersumbat. Hidung tersumbat membuat bayi menjadi tidak nyaman, rewel, dan gelisah. Bagi orang dewasa membersihkan hidung merupakan perkara mudah, namun bayi masih belum memiliki kemampuan untuk membersihkan hidungnya sendiri, baik karena keterbatasan gerak maupun refleks menghembus. Bagaimana Bunda dapat melakukannya untuk si Buah Hati?


Bayi sangat mebutuhkan saluran napas yang bebas sumbatan, terutama jalan napas dari hidung. Hal ini karena sumber utama makanan bayi adalah ASI, dan pada saat menyusui bayi tidak dapat melakukan pernapasan lewat mulut. Selain itu, karena bayi membutuhkan kenyamanan untuk beristirahat, maka jalan napas yang bersih menjadi penting.


Tidak seperti pada orang dewasa, penggunaan dekongestan atau pengencer dahak pada bayi sebaiknya tidak sering dilakukan. Dekongestan dapat menyebabkan lendir mengeras sehingga menyumbat saluran napas. Obat jenis antihistamin akan menyebabkan lendir menjadi kental. Kedua jenis obat tersebut juga mengakibatkan si Kecil mengantuk dan tidak aktif.


Berikut adalah beberapa langkah mudah membersihkan hidung bayi untuk Bunda:


Gunakan larutan pembersih hidung. Larutan pembersih hidung yang tersedia di apotek adalah jenis larutan pembersih hidung yang paling aman digunakan untuk bayi dan balita. Baringkan bayi terlentang, miringkan sedikit kepalanya (jangan dipaksakan). Kemudian semprotkan larutan 2-3 tetes pada masing-masing lubang hidung. Jangan khawatir bila si Kecil bersin dan mengeluarkan larutan, karena masih ada sebagian larutan yang terus masuk jalan napas. Jika ada yang tertumpah keluar, seka dengan sapu tangan atau tisu.


Gunakan balon semprot. Balon semprot juga disebut aspirator hidung. Belilah yang sesuai dengan ukuran hidung bayi. Sekali lagi, baringkan bayi terlentang. Remas balon untuk mengeluarkan udara, dan, sementara masih meremas, masukkan ujung dari balon secara perlahan ke lubang hidung bayi (pastikan Bunda tidak memasukannya terlalu dalam). Kemudian lepaskan tekanan balon, tarik keluar, dan semprotkan lendir yang terisap, seka dengan tisu. Ulangi langkah pada lubang hidung lainnya.


Menguapi kamar mandi. Biarkan air panas mengalir selama beberapa menit di kamar mandi. Jika uap telah memenuhi kamar mandi , duduklah sebentar bersama bayi di dalam kamar mandi. Hal ini akan mengencerkan lendir. Tapi jangan mandikan si Kecil dengan air panas ya!


Tinggikan tempat tidur. Lebih mudah untuk mengalirkan lendir jika kepala dapat ditegakkan atau berada lebih tinggi dari tubuh. Sebaiknya tidak digunakan bantal untuk menyangga kepala bayi karena bayi dapat tersedak. Sebaiknya Bunda menyangga kepala bayi dengan handuk atau kain agar sedikit meninggi.


Jika hidung bayi terus tersumbat, sebaiknya Ibu berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.