Share Like
Simpan

Bu, mau tahu jurus jitu supaya si Kecil bisa cepat menangkap kata-kata baru di usia 2,5-3 tahun? Nah, saya ingin bagi-bagi cerita, nih. Jadi, dulu waktu si Kecil masih seusia itu, dia gemar menyanyi sendiri. Bahkan, saya sering memergoki dia asyik menari sambil bernyanyi waktu mendengar lagu anak-anak di TV.  Uniknya, gara-gara itu, dia jadi tahu banyak kata yang sempat bikin saya dan Ayahnya terkejut, Bu. Misalnya, ketika melihat kereta-keretaan di mal, tiba-tiba dia spontan berteriak dengan antusias, “Bu, itu eta api, tut tut tuutt!”

Yap, itu dia rahasianya, Bu! Ternyata benar, bernyanyi merupakan cara yang cukup efektif untuk belajar kata-kata. Nah, kalau menyanyi biasa, mungkin Ibu sudah sering mencobanya dengan si Kecil, ya.  Kalau begitu, bagaimana jika kita membuat sesuatu yang beda dengan merancang sebuah mini konser seru untuk si Kecil? Yuk, kita lihat caranya sama-sama!

 

Alat-alat yang diperlukan

  • Buku atau video lagu anak-anak.
  • Perlengkapan untuk pentas, seperti boneka, kostum lucu, dan sebagainya.

Cara Bermain

  1. Pertama-tama, mari kita pilih lagu yang cocok untuknya. Sebagai panduan, sebaiknya gunakan lagu dengan lirik yang tidak terlalu panjang (maksimal 6-8 kalimat).
  2. Sekarang, mari putar lagunya dan contohkan terlebih dahulu kepada dia. Ibu bisa menyanyikannya 2-3 kali, lalu meminta si Kecil untuk mengikutinya.
  3. Setelah si Kecil sudah hafal lagunya, kini mari kita buat gerakannya bersama! Ajak si Kecil mengikuti gerakan Ibu sambil bernyanyi bersama.
  4. Bu, apa si Kecil sudah hafal lagu dan gerakannya? Kalau begitu, ayo kita konser bersamanya! Supaya lebih menarik, Ibu dan si Kecil bisa mengenakan kostum lucu atau yang seragam.
  5. Saatnya untuk konser! Yuk, ajak Ayah dan anggota keluarga lainnya berkumpul sambil melihat penampilan Ibu dan si Kecil. Jangan lupa abadikan dengan foto atau video, ya.
  6. Saat bernyanyi nanti, cobalah untuk menyanyikan lirik lagunya secara bergantian. Jadi, Ibu bisa menyanyikan kalimat pertama, kemudian disambung dengan si Kecil, dan seterusnya.
  7. Sssttt.. coba sesekali berpura-pura lupa, Bu! Lalu, biarkan si Kecil membantu Ibu menyanyikan lirik lagu yang benar.
  8. Setelah selesai, ajak Ayah dan anggota keluarga lainnya bernyanyi dan mengikuti gerakan bersama-sama. Wah, seisi rumah pasti langsung jadi ramai dibuatnya!

Mungkin saat ini Ibu bertanya-tanya, sebenarnya apa sih, hubungan bernyanyi dengan perkembangan si Kecil itu? Walaupun ada kegiatan lain yang bisa menjadi stimulasi tersendiri untuk perkembangan bahasa si Kecil, seperti mendongeng atau membaca buku bersama, tapi menyanyi memiliki keunggulan tersendiri. Ini karena aktivitas tersebut ikut mendorong si Kecil untuk aktif mencoba langsung kata-kata yang baru didengarnya itu. Sally Goddard, direktur Institute for Neuro-Physiological Psychology juga mengungkapkan kalau bernyanyi akan mempersiapkan indera pendengaran, bicara, dan otak untuk perkembangan bahasa si Kecil.

Tak lupa, peran nutrisi juga sangat penting untuk mendukung perkembangan kognitifnya itu, Bu. Yodium merupakan salah satu kandungan gizi yang memiliki peranan penting dalam membangun sistem otak si Kecil yang saat ini sedang aktif menggunakan imajinasinya dalam menjelajah hal baru. Biasanya zat ini bisa Ibu temukan dalam makanan laut, seperti rumput laut dan udang. Namun, jika dia belum terbiasa dengan jenis makanan itu, Ibu bisa memenuhi kebutuhan yodium pada tubuh si Kecil lewat susu pertumbuhannya. Susu Frisian Flag Jelajah bisa menjadi pilihan yang baik untuk si Kecil. Kandungan tinggi Protein, Zat Besi, Iodium, Selenium, Seng, Vitamin A, C & E serta inulin di dalamnya, ikut mendukung daya tahan tubuhnya saat menjelajah dunia sekitarnya. Dengan begitu, si Kecil pun bisa terus berkembang dengan optimal di masa pertumbuhannya ini.

Selamat bernyanyi bersama si Kecil, Bu!