Share Like
Simpan

“Bu, belikan aku sepatu dan tas baru lagi ya!” Pernahkah kalimat seperti itu terucap dari mulut si Kecil? Jika iya, umumnya permintaan tersebut tidak hanya terucap sebanyak satu atau dua kali saja bukan? Kalau saya dulu, tidak semua permintaan si Kecil selalu saya turuti. Apalagi, ketika ia baru saja saya berikan hadiah beberapa hari sebelumnya.

Namun, bagaimana jadinya kalau si Kecil  meminta kepada orang terdekat lainnya, seperti kakek dan nenek? Sejujurnya, hal itulah yang pernah saya alami waktu ia masih berusia 4 tahun dulu. Biasanya, kakek dan nenek memiliki sudut pandang berbeda dengan para orang tua dalam mendidik si Kecil. Jadi, apapun yang ia minta, kemungkinan besar  langsung diberikan oleh mereka, Bu.

Saya mengerti bahwa sang kakek dan nenek ingin selalu membahagiakan si cucu tercinta. Itulah yang menyebabkan tidak pernah ada kata “tidak” untuk si Kecil. Kedua orang tua saya pun pernah saya ajak bicara terkait hal ini, namun si kakek hanya berkata, “Tidak apa-apa, yang penting cucuku senang.” Padahal, di usia 4 tahun ia harus mulai mandiri dan bersosialisasi dengan teman-teman sebayanya. Sebaliknya, kebiasaan memanjakan si Kecil secara berlebihan dapat menghambat kemandirian dan kemampuannya untuk bersiosialisasi.

Sejak saat itu, saya mulai membaca berbagai buku menarik seputar cara tepat mendidik si Kecil. Untungnya, seorang kerabat saya yang juga memiliki balita berbagi tips seputar hal ini. Mau tahu apa saja tipsnya? Yuk, kita baca kiat-kiat bijak menuruti kemauan si Kecil yang pernah saya terapkan berikut ini:

  • Berikan hadiah usai ia melakukan hal positif.

Sebaiknya Ibu menuruti kemauan si Kecil ketika ia melakukan hal positif atau berperilaku sesuai harapan. Misalnya saja usai si Kecil mengerjakan PR dengan sungguh-sungguh. Kemudian Ibu bisa mengajaknya ke arena bermain sebagai hadiah untuknya. Hindari memberikan hadiah seperti permen atau cokelat hanya untuk menuruti kehendak Ibu. Lakukan hal ini karena Ibu benar-benar ingin membahagiakan si Kecil.

  • Bersikap tegas dan tenang saat menasehati si Kecil.

Saat si Kecil meminta sesuatu padahal Ibu baru memberikannya barang baru. Sebaiknya, ajak ia berbicara sembari menatap matanya dengan seksama. Tunjukkan dengan tegas bahwa hal itu tidak baik, namun jangan membentaknya. Bersikaplah dengan tenang dan tidak membuatnya takut. Misalnya memberi si Kecil pengertian bahwa ia baru saja dibelikan mainan baru, jadi tidak boleh langsung minta lagi dalam waktu dekat.

  • Membuat peraturan agar ia lebih disiplin.

Buatlah peraturan yang sudah disepakati bersama sang Ayah. Aturan ini bersifat sederhana dan yang terpenting adalah konsistensi dalam penerapannya. Misalnya saja peraturan tidak tertulis bahwa si Kecil hanya boleh mengonsumsi permen seminggu tiga kali. Sehingga ketika ia minta untuk dibelikan permen setiap hari, maka Ibu bisa mengingatkannya akan peraturan tersebut secara baik-baik.

  • Diskusikan dengan keluarga yang terlalu memanjakan si Kecil.

Kita memang harus realistis bahwa kakek dan nenek merasa punya hubungan istimewa dengan cucunya. Jadi, cobalah berdiskusi dengan mereka tentang hal ini untuk mencari solusi terbaik. Bicarakan dengan detail, misalnya kapan si Kecil harus tidur, makan siang, atau bermain. Lambat laun mereka pasti bisa mengerti apa yang terbaik untuk si Kecil.

Itulah beberapa tips yang bisa saya bagikan hari ini. Satu lagi, kasih sayang seorang Ibu tehadap si Kecil memang tiada duanya. Oleh sebab itu, berikan tanda cinta untuknya dengan cara yang tepat. Sampaikan salam saya pada si Kecil ya, Bu!