Whatsapp Share Like
Simpan

Tang! Teng! Tong! Tang!

Aduh… pusing ya Bu kalau melihat si Kecil sedang hobi membuat “lagu sendiri” dari benda di sekitarnya. Tak jarang waktu makan siang, ia malah lebih suka memukulkan sendoknya ke piring sambil bernyanyi.

Nah, jangan buru-buru memarahinya. Hal ini sebenarnya wajar dilakukan anak seusianya. Dulu, waktu si Kecil masih berusia 5-6 tahun, ia juga gemar membuat musik sendiri dari benda-benda yang dipegangnya.  Bahkan, berkat hal itu, saya jadi kepikiran untuk mengajak si Kecil membuat buat alat musik sendiri supaya hasratnya bisa terpenuhi.

Caranya sederhana, kok. Ibu bahkan bisa memanfaatkan perlengkapan yang ada di rumah. Yuk, ikuti langkah-langkah di bawah ini:

  • 6 buah karet gelang atau lebih.
  • 1 buah kotak berbahan kayu atau plastik.
  • 1 buah botol kaca yang sudah tidak terpakai atau botol plastik
  • 1 lembar aluminium foil.

Cara bermain:

  1. Pertama-tama, bantu si Kecil untuk mengikat kotak dengan menggunakan karet gelang. Ikat karet gelang tersebut dengan jarak masing-masing karet sebesar 2 cm. 
  2. Kini si Kecil memiliki gitar buatannya sendiri. Bagus kan, Bu? Nah, sekarang coba minta ia untuk memainkan alat musik tadi dengan cara memetiknya. Bagaimana suaranya Bu? Sudah menyerupai gitar, kan?
  3. Setelah bermain dengan gitar buatannya, sekarang minta si Kecil untuk meniup pinggiran mulut botol secara halus. Kemudian, ajak ia untuk memperhatikan suara yang dihasilkan oleh tiupannya.
  4. Jika kedua alat musik tadi sudah dimainkan, kali ini ganti alat musik si Kecil dengan menggunakan aluminium foil. Lalu minta ia untuk menggesek aluminium foil dengan jari-jarinya. 
  5. Nah, apabila ketiga alat musik tersebut sudah selesai dimainkan, sekarang ajak si Kecil untuk menjelaskan perbedaan suara yang dihasilkan dari masing-masing benda tadi. 

Selain si Kecil jadi bisa belajar mengenal berbagai bebunyian yang dihasilkan alat-alat musik tersebut, permainan ini  juga bisa mengasah kreativitasnya, lho. Berkreasi bersama juga bisa ikut mempererat ikatan antara Ibu dan si Kecil serta mendorong ia untuk mengembangkan ide kreatifnya. Menarik, ya!

Bukan cuma itu saja, Bu. Selain kreativitas, permainan seperti ini juga dapat meningkatkan kemampuan sosial dan juga emosional pada si Kecil. Ya, kedua hal tersebut bisa saling berhubungan, karena ketika bermain bersama orang lain, si Kecil jadi terbiasa untuk membangun kerja sama dan komunikasi dengan teman bermainnya. Selain itu, daya imajinasinya juga turut berkembang juga. Jadi, bisa saja saat bermain gitar dari kotak plastik dan karet, ia juga berkhayal sedang tampil seperti pemain gitar terkenal. 

Seiring dengan berkembangnya kemampuan berimajinasi si Kecil di usia 5-6 tahun ini, hasratnya untuk terus berkreasi akan terus bertambah, Bu. Bahkan, ia mungkin sudah tak sabar untuk membuat lagu baru dari alat musik buatannya nanti.  Nah, supaya ia bisa terus bersemangat dalam berkarya, pastikan si Kecil mendapat asupan nutrisi pendukung daya tahan tubuhnya setiap hari. Misalnya, sehabis bermain nanti, Ibu bisa memberikan makanan yang mengandung prebiotik seperti pisang, roti gandum, dan juga susu Frisian Flag Karya dengan prebiotik inulin yang dapat menstimulasi pertumbuhan bakteri baik untuk menjaga kesehatan pencernaan si Kecil dari serangan bakteri jahat.Agar manfaatnya bisa optimal, sajikan susu untuknya saat sarapan pagi, setelah tidur siang, dan sebelum tidur malam.

Dengan tubuh yang sehat, tentu proses belajarnya juga akan semakin baik dan optimal. Setuju kan, Bu?