Share Like
Simpan

Menghabiskan waktu bersama seluruh anggota keluarga dapat dilakukan dengan berbagai cara. Tidak hanya berlibur ke tempat rekreasi ataupun ke mal, momen berharga ternyata juga bisa didapatkan dari kegiatan sederhana  lho, Bu. Salah satunya adalah makan bersama seluruh anggota keluarga di rumah.

Ibu tentu masih ingat kan dengan artikel sebelumnya. Dalam artikel tersebut dibahas mengenai permainan “Sebut & Ceritakan”. Nah, selain cara bermain yang telah dijelaskan di artikel tersebut, ada cara lain yang juga dapat mengasah kemampuan anak untuk mengemukakan pendapat.

 

Berikut ini adalah cara lain yang biasa saya lakukan untuk membuat permainan tersebut menjadi lebih seru dan menyenangkan. Mari simak yuk, Bu!

1. Pada saat acara makan bersama, untuk memberikan kesan yang berbeda saya mengajak anggota keluarga lain seperti Om, Tante, dan para saudara sepupu. Acara ini selain dapat menjadi ajang silaturahmi, ternyata juga dapat membuat si Kecil terbiasa dikelilingi orang banyak sehingga tidak mudah merasa minder.

2. Setelah acara makan utama selesai, sambil menikmati hidangan penutup seperti puding atau buah saya mengajak mereka untuk berdiskusi bersama. Kami mendiskusikan apa saja, mulai dari tokoh kartun favorit maupun film kartun yang baru dirilis.

Jika ingin melakukan ini, Ibu perlu untuk membuat semua anak berpartisipasi dalam diskusi tersebut. Jangan lupa untuk mengingatkan mereka menunggu giliran dan tidak memotong orang yang sedang bicara ya, Bu.

3.  Ketika anak-anak mulai terlihat lelah atau bosan berdiskusi saya mengajak mereka beranjak ke aktivitas lain. Saya menyediakan kertas dan alat tulis, lalu mengajak mereka untuk menggambar tokoh kartun favorit atau hal apapun seputar diskusi yang tadi dilakukan.

Apabila Ibu juga melakukan hal di atas, jangan lupa memberikan pujian serta minta si Kecil untuk menjelaskan gambar tersebut agar rasa percaya dirinya semakin meningkat.

 

Berdiskusi dapat menstimulasi otak untuk mampu berpikir dan membuat suatu pertimbangan. Stimulasi tersebut memicu otak untuk berkomunikasi dan terkoneksi dengan optimal. Kegiatan berdiskusi ini juga dapat melatih si Kecil untuk berani dan merasa nyaman saat berbicara di dalam sebuah kelompok. Selain itu, saat berdiskusi, secara tidak langsung ia akan belajar untuk bersabar menunggu giliran bicara ketika ada orang lain yang berbicara.

Saat memasuki usia 6 tahun, si Kecil mulai belajar mandiri dan mulai menjalin pertemanan dengan anak-anak seusianya. Biasanya, ia akan lebih cenderung memilih teman dari jenis kelamin yang sama. Oleh sebab itu, kemampuan berkomunikasi yang baik amatlah penting agar ia dapat mudah bergaul dengan teman-temannya.

Ia yang telah dibekali dengan kemampuan berbicara yang baik, akan dengan mudah berbaur nantinya. Mengapa demikian? Hal itu karena si Kecil telah mampu memperkenalkan diri tanpa merasa malu, bahkan ia akan mampu bercerita pengalaman hingga membuat temannya terkesan. Hebat, ya!

Pada usia 4-6 tahun, anak-anak sedang berada pada tahap kreativitas yang tinggi. Kemampuan berimajinasi dan bereksperimennya sedang berkembang pesat. Oleh sebab itu, mereka dengan mudah bisa membuat cerita dan mengemukakan pendapat yang ada dalam pikirannya. Di sinilah peran Ibu diperlukan untuk mengarahkan dan melatih si Kecil agar semakin kreatif dan percaya diri.

Namun, selain dukungan moral dari Ibu, si Kecil juga membutuhkan nutrisi yang mendukung kreativitasnya agar dapat terus berkarya. Untuk itu, saya memilih Frisian Flag Karya Suprima dengan kombinasi Tinggi Vitamin D, Selenium, Seng, Kalsium, Fosfor, Vitamin A, C, dan E, serta Inulin. Tubuh sehat dengan dukungan nutrisi tepat tentu penting untuk mendukung proses kreativitasnya agar terus melahirkan karya menakjubkan.

Bahagia ya Bu, saat melihat ia sekarang sudah pandai bercerita dan menjadi pendengar yang baik. Saat si Kecil bercerita nanti, yuk abadikan juga momen tumbuh kembangnya yang istimewa ini lewat foto dan video. Selamat berdiskusi dengan si Kecil!