Share Like
Simpan

 Bicara pada anak dianggap gampang-gampang susah. Sebab, orang dewasa cenderung memakai gaya bahasa, intonasi, dan instruksi verbal yang sama seperti bila berbicara dengan pasangan, teman, atau orang dewasa lain. Padahal seharusnya, instruksi atau bicara pada anak harus diberikan dengan ‘bahasa anak’, tentu tujuannya agar anak paham.

Agar berhasil berbicara dengan si Kecil, pastikan orang tua mendapatkan lebih dulu perhatian anak sepenuhnya. Cara itu juga akan menolong anak tahu/paham kalau ia sedang diajak bicara. Jangan berdiri atau duduk berjauhan, usahakan hanya terpaut sekitar setengah meter darinya. Dan yang tak kalah penting, panggil nama anak dengan suara lembut dan tatap kedua matanya penuh kasih sayang, betapa pun mungkin anak tengah melakukan suatu kesalahan.

Selain belajar menerapkan ‘bahasa anak’, ingat pula tentang hal-hal berikut:

  • Beri penjelasan/instruksi yang jelas dan singkat, langsung pada masalahnya. Hindari penggunaan kata-kata yang samar-samar.
  • Beri satu per satu instruksi dalam satu waktu. Anak bisa tidak paham, atau mudah lupa, bila mendapat beberapa instruksi dalam waktu bersamaan.
  • Beri instruksi sesuai usia anak. Jangan berharap anak usia 3 tahun bisa memakai baju sendiri dengan rapi seperti halnya anak berusia 7 tahun.
  • Hindari penggunaan kalimat tanya, “Kamu sudah sikat gigi, sayang?” Namun jelaskan bahwa ia harus menyikat giginya. Anak tidak bisa memilih untuk hal yang pasti.
  • Beri pujian setiap kali anak melaksanakan perintah dengan baik.
  • Ajarkan tentang hal baik dan buruk, termasuk masalah moral.
  • Tetapkan batasan-batasan, misalnya kapan waktu tidur dan waktu main.
  • Tingkatkan rasa tanggung jawab anak dengan memberinya tugas-tugas tertentu. Orang tua bisa menerapkan reward and punishment sesuai hasil kerja anak. Cara ini akan membuat anak kecil pun belajar tentang konsekuensi.
  • Jangan lakukan sesuatu yang bisa anak lakukan sendiri.
  • Ajarkan tentang kebiasaan makan makanan yang sehat sejak dini. Kebiasaan itu diharapkan bisa berlanjut hingga dewasa.

 

Meski orang tua sangat berharap anak-anak bisa melakukan segala sesuatu sebaik-baiknya, perlu diingat agar orang tua tidak memberikan instruksi bagi mereka setiap saat. Biarkan anak juga belajar tentang konsekuensi atas pilihannya sendiri. Bagaimanapun juga, anak harus belajar berpikir sendiri. Orang tua bisa membantunya memperkecil kemungkinan terjadinya hal-hal negatif atau kurang baik, dan menekankan hal-hal positif. Dengan begitu, anak akan belajar menjadi decision maker dan problem solver yang baik kelak di kemudian hari.