Share Like
Simpan

Bu, ini tangan!” sahut si Kecil sambil berlari ke arah saya. Wow, senang sekali waktu itu. Tak terasa, di usia 3-4 tahun, perkembangannya sudah pesat. Selain tambah lincah, kini kemampuan bahasanya juga semakin berkembang.

Nah, dari situ saya jadi bersemangat untuk mengenalkan nama bagian tubuh yang lain. Saya pun berusaha mencari info lebih lanjut tentang aktivitas bermain yang cocok dengan “misi” saya itu. Pada akhirnya, saya memilih 1 permainan seru yang dirasa paling pas untuk si Kecil. Mau tahu apa permainannya, Bu? Yap, bernyanyi bersama! Yuk, lihat langkah-langkahnya:

 

Perlengkapan yang dibutuhkan:

  1. Alat pemutar musik, seperti komputer atau handphone. Tapi, sebenarnya suara indah Ibu juga sudah cukup, kok.
  2. Lagu “Kepala, Pundak, Lutut”.

 Cara Bermain:

  1. Pertama, minta dia berdiri berhadapan dengan Ibu.
  2. Berikan contoh kepada si Kecil dengan bernyanyi sambil membuat gerakan yang sesuai dengan liriknya. Ajak dia untuk mengikuti gerakannya, ya..
  3. Setelah si Kecil sudah mulai hafal. Kini, minta dia ikut bernyanyi bersama Ibu.
  4. Sesekali, pura-puralah salah menunjuk nama anggota tubuh yang kita nyanyikan, Bu. Lalu, biarkan si Kecil mencontohkan gerakan yang benar.
  5. Terus ulangi aktivitas ini berkali-kali. Ini agar si Kecil lebih cepat menghafal nama-nama anggota tubuhnya itu.
  6. Setelah si Kecil sudah mulai hafal, coba percepat irama nyanyiannya supaya acara bermain ini makin menarik. Semakin seru proses belajarnya, semakin banyak juga pengetahuan yang melekat di dalam otaknya!

 

Manfaat Bernyanyi

Walaupun sederhana, tapi bernyanyi bersama memiliki manfaat yang tak kalah penting bagi perkembangan memori dan bahasa si Kecil. Sally Goddard Blythe Tak hanya itu, bernyanyi sambil menari pun dapat ikut melatih koordinasi antara kemampuan motorik, bicara, dan berpikirnya. Wah, lengkap, ya?

Stimulasi Pendukung

Nah, supaya proses tumbuh kembangnya bisa terus berjalan di arah yang benar, tetaplah rutin memberikan asupan nutrisi yang tepat ya, Bu. Apalagi, sekarang dia sedang memasuki masa keemasan di mana pertumbuhannya sedang berkembang pesat. Sebagai contoh, biasanya di usia 3-4 tahun ini, dia sudah bisa lincah bergerak maju dan mundur, memegang serta melempar bola dengan baik, serta sudah menguasai konsep dasar suatu bahasa.

Kembali lagi soal nutrisi, Bu. Saat ini, Ibu mungkin sudah tahu kandungan nutrisi yang dibutuhkan si Kecil. Tapi, bagaimana kalau dia selalu menolak makanan yang Ibu sajikan? Jangan khawatir, saya punya tipsnya:

  1. Coba sajikan makanan dalam bentuk menarik.
  2. Jika si Kecil belum lapar, jangan memaksanya, Bu.
  3. Libatkan si Kecil dalam mempersiapkan makanan.
  4. Usahakan untuk selalu makan bersama si Kecil.
  5. Jangan langsung memberikan porsi yang besar. Sajikan dalam porsi sedikit, lalu tambahkan jika sudah habis.

 

Satu lagi, Bu. Untuk memenuhi kebutuhan nutrisinya, tetaplah rutin memberikan susu pertumbuhan setidaknya 3 kali sehari, saat bangun tidur, makan siang, dan sebelum tidur malam.  Saya sejak dulu suka menyajikan Frisian Flag Jelajah, Bu . Selain si Kecil suka dengan rasanya yang lezat, susu Frisian Flag Jelajah juga diperkaya dengan kandungan ALA/LA, kolin, prebiotik inulin, Vitamin A, Vitamin C, Vitamin E, serta nutrisi lainnya untuk membantu proses tumbuh kembangnya dan menjaga daya tahan tubuhnya saat ini. Yuk, pastikan si Kecil mendapat asupan nutrisi yang bergizi setiap hari, agar proses belajarnya bisa terus berjalan dengan optimal!