Share Like
Simpan

Bersepeda sangat menyenangkan selain dapat membuat tubuh menjadi aktif. Mengajarkan si Kecil bersepeda menjadi salah satu hal yang memerlukan latihan dan kesabaran Ibu. Walau kadangkala si Kecil masih merasa takut, namun berkat kesabaran Ibu saat melatihnya, ketakutan itu pun akan sirna secara bertahap dan ia akan menganggap bersepeda menjadi kegiatan menyenangkan.. Jangan heran bila kemudian si Kecil senang bersepeda setiap hari saat sudah mahir.

Biasanya si Kecil mulai belajar bersepeda pada usia 3 tahun setelah keterampilannya berkembang baik. Ada beberapa hal yang bisa memengaruhi si Kecil untuk mulai pelajaran naik sepeda, yaitu:
• Melihat kakak, teman, atau tetangga yang bersepeda roda dua, sehingga si Kecil ingin mencobanya
• Ketersediaan ruang atau tempat yang dapat dilalui oleh sepeda

Si Kecil akan mulai belajar naik sepeda saat sudah merasa siap. Namun, menurut salah satu jurnal Accident Analysis and Prevention, tercatat kasus cedera lebih tinggi terjadi pada anak yang mulai belajar naik sepeda pada kisaran usia 3-5 tahun dibandingkan dengan yang belajar pada usia sesudahnya, atau sekitar 6-7 tahun.

Sepeda memiliki banyak manfaat untuk masa kanak-kanak, baik sebagai alat perkembangan hingga sebagai mainan yang dapat membawanya berkeliling di jalanan. Sebagian besar anak usia 1-3 tahun mulai belajar dengan sepeda roda tiga, dan akan mahir menggunakan sepeda roda tiga ini sekitar usia 3 tahun. Setelah si Kecil mencapai tahap perkembangan naik sepeda –mengayuh– lalu ia akan mencapai tahap perkembangan berikutnya, yaitu keseimbangan, sehingga kelak ia akan dapat mengayuh sepeda roda duanya.

Kadang ada orang tua yang menggunakan sepeda roda tiga atau roda dua dengan tambahan roda. Hal ini tergantung keinginan orang tua atau pengalaman saat masih kecil dulu. Apapun jenis sepeda yang dipilih, tetaplah berhati-hati saat mengajarkan si Kecil. Dampingi si Kecil saat baru belajar sepeda, atau pegang bagian belakang sepeda dan secara bertahap pegangan ini dilepas.

Saat mengejarkan si Kecil naik sepeda, Ibu sebaiknya pilih lokasi yang bebas dari keramaian lalu lintas, tempat cukup luas, rata, dan halus. Lokasinya bisa di jalur taman, atau tempat parkir yang luas. Atau mungkin lapangan tenis atau basket. Berikan aba-aba pada si Kecil saat harus mengerem sepedanya.

Jangan lupa ingatkan si Kecil untuk memakai helm dan harus ekstra hati-hati dengan keramaian lalu lintas di jalan. Tak ada salahnya bila Ibu selalu dampingi si Kecil yang mulai gemar bersepeda.