Whatsapp Share Like
Simpan

“Bu, itu suara apa sih?” Pertanyaan seperti ini pastinya sering kita dengar ya dari mulut si Kecil di usia 3-4 tahun ini. Ngomong-ngomong soal itu, saya pernah punya pengalaman menarik. Jadi, waktu itu, saya mengajak si Kecil untuk pergi naik kereta api. Ini merupakan pertama kalinya ia naik transportasi darat selain mobil. Lucu deh, Bu. Awalnya, waktu mendengar bunyi klakson kereta, dia terus bertanya “Itu apa, Bu?” sampai setelah mendengarkan berkali-kali ia tiba-tiba bisa menyeletuk “Klakson keretanya bunyi lagi ya, Bu”. Lho kok, cepat sekali ya pemahamannya!

Saya sendiri sebetulnya cukup kaget melihat proses pengolahan informasi pada si Kecil bisa terjadi begitu cepat. Nah, menyikapi hal itu, saya jadi tertarik untuk memperluas wawasannya tentang alat transportasi.

Bagaimana caranya? 

Selain mengajak si Kecil mendengarkan suaranya secara langsung, Ibu bisa menggunakan mainan miliknya atau buku cerita bergambar sebagai media belajarnya. Kebetulan, sewaktu si Kecil ulang tahun ke-3, ada saudara yang menghadiahi saya buku cerita yang berisi tentang alat-alat transportasi serta dilengkapi dengan ilustrasi suara. Jadi, sambil membaca, si Kecil juga bisa langsung menghafal dan menirukan suara kendaraan yang ada di bukunya.

Selain itu, masih ada beberapa cara mudah lain yang bisa Ibu coba, misalnya:

  • Ajak si Kecil berpergian dan perlihatkan beberapa alat transportasi. Misalnya, ketika sedang berpergian dan ia melihat bus di jalan raya, Ibu bisa menjelaskan kepadanya apa perbedaan antara bus dengan mobil yang biasa dinaiki oleh si Kecil. Ibu juga bisa memintanya menebak suara tertentu, misalnya “Itu suara apa ya sayang? Mobil atau pesawat?”. Apabila ia menjawab dengan benar, berikan pujian atas hasil belajarnya ya, Bu.
  • Bacakan buku cerita sambil bermain dengan mainan milik si Kecil. Apabila ia merasa bosan dengan buku cerita yang itu-itu saja, Ibu bisa juga memintanya untuk bercerita tentang mainan miliknya. Misalnya saat si Kecil sedang bermain mobil-mobilan, Ibu bisa menanyakan “Adek lagi main apa? Mobil-mobilannya ceritanya lagi apa sayang?”.
  • Perkenalkan si Kecil kepada alat transportasi dengan menyanyikan lagu bersama-sama. Misalnya lagu Kereta Api atau Becak. Saat bernyanyi, Ibu juga sekaligus membantu kelancarannya dalam berbicara, lho.
  • Perdalam pengetahuannya terhadap alat transportasi dengan mengajak si Kecil menonton film kartun dengan tokoh utama alat transportasi seperti Thomas and Friends, Planes, atau Cars. Selain menambah referensinya terhadap alat-alat transportasi, ia juga sekaligus belajar mengenai pesan-pesan moral yang terkandung dalam film tersebut, Bu.

Tidak sulit, kan? Terlepas dari serunya bermain bersama si Kecil, kemampuannya mencocokkan suara dengan objek tertentu kini sudah semakin berkembang, lho Bu. Saat bermain tebak-tebakan, ia juga sekaligus melatih daya ingatnya untuk mencocokkan suara yang di dengar dengan benda yang dimaksud. Hebatnya lagi, pengalamannya ketika bermain ini sudah tersimpan dengan baik di dalam memorinya. Jadi, saat Ibu memintanya untuk menebak sebuah suara, si Kecil kini sudah bisa menebaknya dengan mudah. 

Proses belajar seperti ini juga baik bagi si Kecil karena bisa ikut melatih perkembangan kognitif di usianya yang menginjak empat tahun. Coba deh Ibu perhatikan, waktu bermain, sekarang si Kecil sekarang sudah bisa mengikuti ajakan Ibu dengan cepat. Nah, supaya kemampuannya ini semakin berkembang, saya biasanya sering memanfaatkan momen seperti ini untuk mengajaknya mengobrol dan sesekali melatihnya bernegosiasi terhadap keinginannya. 

Tentunya, supaya proses tumbuh kembangnya bisa semakin optimal, ia juga membutuhkan asupan gizi yang seimbang dan kaya akan mineral untuk mengoptimalkan perkembangannya. Sebagai salah satu mineral yang penting peranannya dalam proses tumbuh kembang anak, zat besi sangat dibutuhkan untuk menjaga kesehatan darah, mengurangi risiko kelelahan, terserang infeksi, atau pertumbuhan yang kurang sesuai atau terhambat. Biasanya, untuk memenuhi kebutuhan gizinya,  saya menyajikan kombinasi menu sayuran berdaun hijau, kacang-kacangan, dan daging merah. Tidak lupa, saya juga memberikan si Kecil susu pertumbuhan Frisian Flag Karya saat sarapan pagi, sesudah tidur siang, dan sebelum tidur malam untuk melengkapi kebutuhan mineralnya seperti vitamin A, C, dan E, inulin, fosfor, selenium, magnesium, serta kalsium. Dengan asupan nutrisi yang tepat, si Kecil pun bisa terus semangat saat bermain bersama nanti.

Semoga artikel ini membantu ya, Bu!