Share Like
Simpan

ASI memang asupan sempurna bagi si Buah Hati. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa terdapat bakteri baik (probiotik), bakteri oportunis (bakteri yang dalam jumlah cukup tidak berbahaya namun jika jumlahnya meningkat akan menimbulkan penyakit), dan bakteri patogen di dalam ASI. Bakteri baik memberi efek menguntungkan terhadap kesehatan karena mendukung fungsi optimal saluran cerna dan menurunkan koloni bakteri jahat.

Penelitian dari Swiss menunjukkan bakteri baik yang terutama terdapat dalam ASI adalah bakteri dari galur Bifidobacterium breve dan beberapa jenis Clostridium. Bakteri tersebut menjaga keseimbangan zat gizi dalam pencernaan bayi. Pada penelitian yang membandingkan bayi yang diberi ASI dengan bayi yang diberikan susu formula, ditemukan bahwa kandungan bakteri baik dalam pencernaan bayi jauh lebih besar pada bayi yang mendapatkan ASI.

Bakteri berasal dari sistem pencernaan Ibu, bakteri tersebut kemudian diserap oleh sistem pencernaan di usus dan dibawa ke sistem produksi ASI di payudara. Bakteri bercampur dengan ASI yang dihantarkan ke bayi, kemudian hidup di dalam saluran cerna bayi.

Peranan bakteri yang dibawa ASI yang utama selain menjaga keseimbangan zat gizi adalah untuk merangsang daya tahan tubuh, membantu pematangan kekebalan tubuh, serta melindungi tubuh dari penyakit menular. Penyerapan dan metabolisme mikronutrien, seperti vitamin, juga dipengaruhi oleh bakteri baik yang dibawa ASI.

Bakteri baik yang dibawa ASI akan menekan pertumbuhan bakteri jahat yang dapat menyebabkan infeksi usus dengan menempel pada tempat-tempat yang dapat dihinggapi bakteri jahat. Bakteri baik akan membentuk koloni yang mengakibatkan bakteri jahat tidak dapat berkembang.

Disebutkan sebelumnya bahwa ASI juga mengandung bakteri patogen. Bakteri tersebut dapat berupa bakteri yang tercampur bersama ASI, atau bakteri dari payudara Ibu yang terbawa saat bayi menyusui. Meskipun bakteri patogen merupakan bakteri penyebab penyakit, namun Bunda tidak perlu khawatir. Keberadaan bakteri patogen merupakan mekanisme yang dibutuhkan bayi untuk mengenali “serangan” dan merangsang kekebalan tubuh agar bisa memberi respon yang tepat. Jadi, jika suatu saat si Kecil diserang oleh kuman yang sama, ia telah memiliki sistem kekebalan tubuh yang mampu melawan serangan tersebut.