Share Like
Simpan

Disiplin adalah salah satu cara mendidik anak untuk mengarahkan perilaku yang teratur dan terkendali. Bagaimana caranya kita dapat menerapkan disiplin pada si Kecil dengan cara yang efektif tanpa harus menunjukkan agresivitas dan menghukumnya? Ayah dan Ibu berperan penting dalam menjalin interaksi positif dengan si Kecil dan mendorongnya untuk memiliki perilaku yang baik sejak dini.

Salah satu hal yang perlu diingat orangtua dalam menerapkan disiplin pada si Kecil sejak dini adalah menerapkan aturan rumah yang sesuai dengan usia si Kecil, masuk akal serta memberikan arti disiplin yang kuat. Hal-hal disiplin yang diterapkan pada si Kecil sejak awal berperan dalam membangun karakter dan perkembangan perilakunya sehingga ia dapat membangun hubungan yang baik dengan orang lain.

Beberapa prinsip dasar menerapkan disiplin pada anak antara lain: Ibu perlu memahami, dan mendukung perilaku yang baik pada si Kecil dan berikan penghargaan padanya saat ia berlaku baik, daripada memfokuskan pada perilaku yang buruk. Bangunlah aturan yang baik dan jelas. Berikan pemahaman pada si Kecil mengenai aturan yang diterapkan.

Berikan konsekuensi sesuai usia si Kecil, misalnya saat si Kecil makan dan telah lebih dari 30 menit dan ia mulai melempar makanan dengan marah dan menolak makan, ambillah piring dari hadapannya dan hentikan kegiatan makannya hingga jadwal makan berikutnya.

Saat si Kecil berkelahi dengan teman sebayanya, tengahi dengan memberikan tanda ‘time out’ sebagai penengah agar kedua pihak tenang. Aturan ini memberikan pemahaman, bahwa perilaku yang buruk ada konsekuensinya. Orangtua hendaknya tetap konsisten dalam menerapkan konsekuensi pada si Kecil, dan tetap tenang. Peneliti menunjukkan bahwa hukuman fisik pada perilaku yang buruk tidak akan memberikan dampak yang lebih baik dari pada menerapkan disiplin pada anak-anak.

Jika orangtua memberikan hukuman fisik, maka anak-anak akan sukar memahami dirinya dan sukar mengontrol diri. Selain itu, hukuman fisik juga tidak mengajarkan yang baik atau buruk pada anak. Hukuman fisik juga akan membuat anak takut dan tidak menghormati orangtua saat ada di hadapan mereka, dan dapat berlaku buruk saat orangtua tidak ada.

Lebih lanjut, anak-anak yang sering mendapat hukuman fisik dapat memiliki gangguan mental pada masa kanak-kanak yang dapat berlanjut hingga ia dewasa, dan dapat berkembang menjadi perilaku buruk terhadap pasangannya dan anak-anaknya kelak. Memberikan hukuman fisik hanya akan memberikan hubungan yang buruk pada anak-anak.