Share Like
Simpan

Umumnya anak-anak suka minum susu, walaupun ada beberapa yang tidak terlalu menyukainya. Susu merupakan salah satu sumber energi dan gizi yang penting, terutama kandungan protein, kalsium, dan vitamin D. Kandungan kalsium dan vitamin D pada susu dibutuhkan untuk pertumbuhan tulang dan gigi si Kecil. Protein bisa didapatkan dari sumber makanan lain, namun jika si Kecil tidak suka minum susu, maka kebutuhan vitamin D dan kalsiumnya mungkin kurang tercukupi.

Menurut Angka Kecukupan Gizi Indonesia tahun 2005, kebutuhan kalsium anak-anak usia 1-3 tahun sekira 500 mg per hari untuk membangun tulang dan gigi yang kuat dan sehat. Anak usia di atas dua tahun direkomendasikan minum susu sebanyak 500 ml atau setara 2 gelas setiap hari, dan sebaiknya pilih susu rendah lemak (skim 1 atau 2%) atau susu soya terfortifikasi untuk mencukupi kebutuhan vitamin D. Untuk anak yang lebih kecil (usia 12-24 bulan) direkomendasikan minum susu 500-750 ml (2-3 gelas) setiap hari.

Ada saatnya di Kecil tidak mau minum susu. Pada anak yang baru disapih ASI, wajar jika ia tidak suka minum susu karena rasanya sangat berbeda dengan ASI. Selain rasanya enak, saat-saat pemberian ASI juga membuat bayi merasa nyaman di pelukan ibunya. Ibu sebaiknya mencari penyebab mengapa si Kecil tidak suka minum susu. Mungkin susu dibuat dengan temperatur yang terlalu panas atau dingin. Atau cara Ibu memberikan cenderung memaksa, sehingga si Kecil jadi takut minum susu.

Ingat bahwa memaksa si Kecil mau minum susu justru akan menyebabkan si Kecil bereaksi dengan tidak mau minum susu sama sekali.

Tips agar si Kecil suka minum susu:
• Tetap tenang dan jangan memaksa di Kecil mau minum susu
• Di tahap awal berikan susu dalam gelas kecil (60-125 ml) bersama cemilan atau makanan kecil
• Berikan contoh dengan Ibu minum susu di depan si Kecil
• Taruh susu dalam gelas yang lucu dan berwarna-warni, atau gunakan sedotan yang lucu
• Sajikan susu dalam temperatur yang pas, tidak terlalu panas atau terlalu dingin
• Berikan rasa buah-buahan yang disukai di Kecil atau tambahkan cokelat, vanila dan strawberry
• Buatkan susu cokelat yang biasanya disukai anak-anak
• Jika makan di luar, pesankan minuman susu cokelat atau rasa lain yang disukai si Kecil.

Solusi si Kecil Tidak Suka Minum Susu
Jika penyebab di Kecil tidak suka minum susu karena alergi dan menimbulkan efek tidak nyaman setelah minum susu, misalnya diare atau muntah, Ibu harus segera membawanya ke dokter untuk ditangani lebih lanjut.

Pada beberapa balita yang alergi protein susu sapi, tentu tidak seharusnya dipaksakan untuk minum susu sapi atau susu berbahan baku susu sapi. Ibu bisa memberikan alternatif yaitu susu kedelai. Tetapi pastikan pilih susu kedelai yang utuh bukan rendah lemak atau tanpa lemak, karena lemak penting bagi perkembangan otak pada anak di bawah usia 2 tahun. Pastikan juga memilih susu kedelai yang diperkaya dengan vitamin A, vitamin D, dan kalsium. Selain itu, Ibu perlu memastikan bahwa si Kecil pun tidak menderita alergi protein kacang kedelai/soya, karena menurut data, sekira 10-14 persen anak yang alergi protein susu sapi juga alergi terhadap protein kacang kedelai/soya.

Karena susu kedelai terbuat dari tumbuhan, ia mengandung sedikit vitamin B12 yang umumnya ditemukan dalam makanan hewani (termasuk susu sapi). Memberikan susu kedelai bersama semangkuk sereal yang diperkaya vitamin adalah cara yang baik untuk memastikan bahwa si Kecil memulai hari dengan nutrisi yang tepat. Mengingat sebagian anak yang alergi protein susu sapi juga alergi terhadap protein kacang kedelai/soya, maka Ibu perlu mengawasinya sebaik dan secermat mungkin, termasuk berkonsultasi dengan dokter untuk memastikan.

Pada anak yang tidak suka minum susu, kebutuhan kalsium juga bisa dipenuhi dengan memberikan yogurt. Banyak anak-anak yang mengalami kesulitan mencerna susu sapi mampu menerima yogurt yang mengandung laktosa lebih rendah dibandingkan susu sapi. Satu porsi yogurt bisa mengandung 400 mg kalsium , sehingga bisa menjadi alternatif yang bagus untuk minum susu .

Jika si Kecil tidak dapat mentoleransi susu kedelai atau yogurt, dia harus tetap mendapatkan kalsium yang ia butuhkan melalui dietnya. Ini berarti Ibu harus ekstra rajin menawarinya makanan kaya kalsium, seperti roti yang difortifikasi, sereal, jus, serta sayur-sayuran seperti brokoli dan bayam. Pemberian suplemen kalsium nampaknya bisa menjadi solusi termudah bagi yang tidak suka minum susu, tetapi sebaiknya konsultasikan dengan dokter terlebih dahulu sebelum memberikan.